Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.72 # Godaan Sky


__ADS_3

Mark meninggalkan Rosa di parkiran dan melangkah lebar masuk ke dalam perusahaan miliknya sendiri. Tak perduli dengan Rosa yang shock dengan apa yang di ucapkan nya.


Masih di liputi oleh rasa sakit dan tak percaya begitu saja jika Elvira ingin ia bercerai darinya. Mark masuk ke dalam ruangan CEO dan mendudukan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Mark membuka brangkas di samping meja kerjanya dan mengambil map berwarna coklat. Mark membuka map itu dan membacanya kembali.


Tak terasa air matanya mengalir begitu saja melihat tanda tangan Elvira di atas materai.


Padahal yang sebenarnya bukan Elvira, tapi Damian lah yang memalsukan tanda tangan Elvira. Bagi Damian semua ini hal yang mudah, Damian tak ingin putri semata wayangnya tersakiti oleh siapapun.


Tangan Mark bergetar mengambil pena di sampingnya. Mendesah lirih jika semua ini adalah keinginan Elvira.


"Maafkan aku yang pernah menyakitimu Elvira, hiduplah bahagia."


Mark menutup map dan mengusap wajahnya kasar. Tangannya merogoh ponsel di saku celananya dan menghubungi Rendra.


"Datang kemari."


Mark menatap foto pernikahannya dan Elvira yang tersimpan di atas meja. Bibirnya tersenyum kecut, jika Ausky Luis ternyata mengincar istrinya karna dialah pria yang di bayar Elvira dan bercinta dengannya. Mark tak menyangka jika Ausky Luis mau bercinta dengan istrinya, bukankah dia hanya ingin wanita baru dan masih perawan. Apa karna Elvira yang mengendalikan permainan mereka hingga Sky mengejar istrinya.


Mengingat jika Elvira yang mengendalikan permainan, dada Mark sakit luar biasa. Ia tak sanggup membayangkan bagaimana liarnya Elvira di atas tubuh polos seorang Luis. Hingga pria itu tergila-gila dan tak mau melepaskan Elvira.


"Brengsek..."


Prang...


Mark melemparkan foto pernikahannya hingga Rendra yang baru masuk terlonjak kaget. Rendra menatap foto pernikahan yang tergeletak tak jauh darinya.


Ia kemudian menatap wajah Mark yang sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Antarkan ini ke mension Damian, antarkan saja itu ke sana. Tidak usah keperusahaan, hari sudah sore, mungkin Damian sudah pulang ke mension."


Rendra mengangguk mengiyakan, tangannya mengambil berkas berwarna coklat dan membawanya keluar. Rendra tak tau apa isi berkas di tangannya. Sampai di dalam mobil, Rendra menatap map berwarna coklat tua. Matanya melotot saat membaca tampilan map di depannya.


"Apa tuan Mark dan nona Elvira bercerai," Rendra bermolog sendiri, setelah melihat berkas di tangannya. Tak lama Rendra menggelangkan kepalanya. Ia menghidupkan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan perusahaan ke mension mewah Damian.


*


Sky mengikuti langkah Elvira yang berada di depannya. Ia tersenyum miring melihat Elvira yang berjalan terburu-buru. Sky yakin jika Elvira berniat menghindarinya.


Elvira mengumpat Sky yang berjalan di belakangnya. Kaki jenjangnya melangkah lebih cepat lagi menghindari Sky.


Sampai di basmen gedung Elvira bernafas lega. Ia menoleh ke belakang dan tak mendapati Sky di belakangnya.


"Akhirnya.."


"Kau mencariku sayang.."


Cup....


Sky membungkam bibir Elvira dengan bibirnya, tangan besarnya mendorong tubuh ramping Elvira ke belakang dan bersandar di tembok. Elvira sendiri yang mendapatkan ciuman panas dari Sky memukul dada Sky dengan kedua tangannya. Sky yang mendapatkan pukulan dari Elvira mengunci kedua tangan Elvira di atas kepalanya.


"Kau brengsek,"


Desis Elvira, matanya melirik kesana-kemari, takut jika seseorang memergokinya. Apalagi ini di perusahaan daddynya sendiri.


"Kau tau, aku kau membuatku candu sayang."


Ucap Sky menempelkan bibirnya pada leher jenjang Elvira, kemudian menyesapnya perlahan. Tak perduli dengan rontaan Elvira dan umpatan Elvira padanya.

__ADS_1


"Brengsek beraninya.."


"Jangan terlalu sering mengumpat ku sayang, bibir ini yang akan memanjakan milikku yang sakit kau pukul."


"Kau.." Elvira melototkan matanya mendengar ucapan frontal Sky yang tak tau malu. Sky terkekeh melihat Elvira yang melotot tapi wajahnya bersemu merah.


"Kau sangat manis jika sedang malu El."


"Gila, lepaskan aku."


Desis Elvira menatap tajam pada Sky. Tak lama ia tersenyum miring pada Sky. Melihat senyum Elvira, Sky melepaskan tangannya dari tangan Elvira. Bibirnya menggerutu, tau jika apa yang di pikirkan oleh Elvira saat ini.


"Baguslah, kau harus ingat dengan telur mu yang sudah retak itu tuan."


Elvira menepuk kedua bahunya dan tersenyum sombong pada Sky.


"Kau yakin akan memecahkannya, kau sendiri yang akan rugi nona."


Sky mendekatkan wajahnya lagi dan menyambar lagi bibir Elvira lembut. Kedua tangannya melingkar di pinggang ramping Elvira dan menarik tubuh Elvira agar menempel di tubuhnya.


Elvira yang tadinya berontak mendapatkan ciuman dari Sky, sekarang tak lagi. Elvira sudah terbawa arus oleh ciuman lembut Sky pada bibirnya. Entah apa yang dirasakan oleh Elvira. Tubuhnya benar benar merespon lebih dengan sentuhan lembut bibir Sky padanya. Tak hanya itu Elvira juga membalas bibir Sky dan memberikan akses pad Sky agar mengekplor mulutnya lebih dalam lagi.


Terdengar suara decapan lidah keduanya yang saling membelit. Tangan Sky juga mulai berani turun kebawah dan mengusap paha mulus Elvira naik turun. Bibirnya turun menyusuri leher jenjang Elvira dan mengesap perlahan. Tapi tak meninggalkan jejak di leher Elvira. Sky tau siapa Elvira, walaupun sudah tak menjadi model dan aktris Elvira saat ini adalah seorang janda. Sky juga tak ingin membuat Elvira jatuh di mata para sahabatnya dan orang lain.


Shh.. Ahhh...


Elvira membuka matanya lebar-lebar, ia menggelangkan kepalanya saat sadar apa yang ia lakukan bersama Sky. Tangannya mendorong tubuh Sky, dan Sky mendongak menatap wajah Elvira.


"Sayang ada apa.?"

__ADS_1


Elvira berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Sky. Kepalanya menggeleng, aneh dengan respon tubuhnya yang meningkat drastis saat merasakan sentuhan lembut di tubuhnya.


Sedangkan Sky sendiri yang melihat Elvira pergi meninggalkannya tersenyum penuh kemenangan. Sky yakin jika Elvira akan jatuh ke tangannya dan akan menjadi miliknya.


__ADS_2