Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.57 # Pasrah


__ADS_3

"Di mana pria brengsek itu sekarang.?" Tanya Damian masuk ke dalam mobil nya.


"Di studio tuan.."


Damian mengepalkan tangannya mendengar jawaban asistennya. Itu artinya Mark mendatangi Elvira. Dada Damian bergemuruh menahan emosi pada pria yang menjadi menantunya.


"Dia pikir bisa mempermainkan putriku seenaknya saja, Mark Harrold kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja. Berani menghianati putri ku, Cih... aku akan membunuhmu, pria brengsek."


Umpat Damian yang duduk di kursi belakang. Mana mungkin ia membiarkan putranya semata wayangnya di sakiti oleh pria brengsek seperti Mark Harrold.


Sampai di studio milik Mark, Damian keluar dari mobil begitu saja. Tak perduli dengan para karyawan Mark yang menunduk dan memberi salam padanya. Dari jauh ia bisa melihat Mark bersama dengan Elvira. Langkah nya semakin lebar menghampiri pria bajingan yang sudah berani menghianati putrinya.


*


"El.."


Elvira mendesah lirih, ia menatap wajah tampan Mark. Pria yang sudah menyakitinya berulang kali, hingga membuatnya pergi dari mension mewah nya dan pulang di mension mewah Damian.


"Pergilah Mark, aku ingin sendiri Mark." Ucap Elvira menundukkan wajahnya. Mark menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Elvira.


"Sayang.."


Bug... Bug...


Elvira berjengit, ia mendongak melihat daddy nya membabi buta memukul Mark.


"Dad.." Teriak Elvira.


Tak hanya Elvira yang shock melihat nya, semua kru baik Caca dan Gavin juga shock melihat Damian memukul Mark Harrold membabi buta. Dan yang lebih parahnya lagi Mark sama sekali tak melawannya.


"Dad hentikan ini."

__ADS_1


Bug... Prang.... Brakkk...


Elvira shock melihat Mark yang diam saja dan tak membalas sedikitpun pukulan daddy nya. Ia berlari mendekati Mark tapi perkataan Damian membuat Elvira mematung dan mengurungkan niatnya.


"Jangan pernah mendekati pria brengsek sepertinya El. Dan kau Mark Harrold ceraikan putriku brengsek." Teriak Damian menatap tajam pada pria brengsek Mark Harrold.


Deg...


Nafas Mark kembang kempis menahan sakit akibat pukulan Damian padanya. Tapi tak sesakit mendengar perkataan Damian yang meminta ia menceraikan Elvira.


Semua karyawan Mark juga shock mendengar nya apalagi Mark Harrold. Mereka tak menyangka tuan Damian Jack akan mengatakan itu. Mereka masih diam mematung di tempatnya berdiri, tak ada yang berani menolong tuannya yang jatuh menghantam kaca besar. Takut jika mereka juga terkena imbasnya. Mereka tak tau apa yang sebenarnya terjadi.


Elvira menoleh dan menatap wajah daddy nya. Apa mungkin daddy nya sudah tau.? Tak lama Elvira memejamkan matanya jika daddy nya sudah pasti tau. Bukan hal yang sulit untuk Damian mencari tau tentang hal ini. Itu artinya daddy nya juga tau jika ia bertindak gila. Elvira menggelengkan kepalanya, ia yakin jika Damian belum tau apa yang ia lakukan untuk membalas Mark. Jika tau jelas saja Damian tak akan bertindak seperti ini. Jelas saja ia juga yang akan di hajar oleh daddy nya sudah mempermalukannya.


Elvira pikir Damian tak mencari tau sendiri sebelum ia mengatakan padanya dan ibunya. Ternyata pria itu lebih dulu mencari tau. Padahal Elvira ingin mengatakan yang sebenarnya pagi tadi, tapi ia mengurungkan niatnya saat Rosa sudah datang ke mension dan ia juga ada jadwal pemotretan.


Menghindari masalah dan mencari ketenangan, justru semuanya terbongkar sebelum ia mengatakan yang sebenarnya. Ini juga salahnya yang pergi dari mension Mark dan pergi pulang ke mension daddynya.


"Dad,"


"Ingat jangan sampai kau menemui putri ku lagi, pria brengsek sepertimu sama sekali tak pantas untuk putri ku. Ayo El kita pulang.."


Damian menarik tangan Elvira, membawanya keluar dari studio milik Mark Harrold.


Sedangkan Mark sendiri menatap Elvira yang menjauh darinya. Matanya memerah menahan tangisnya, tak mungkin Elvira akan meninggalkannya.


Gavin berlari menolong Mark dan memapahnya. Ia tak mengerti, bagaimana bisa Damian semarah ini pada tuannya. Apa yang sebenarnya terjadi.


*


Sedangkan Rosa yang bekerja di kafe dekat rumah nya, terlihat melamun, memikirkan bagaimana dirinya saat ini dan mau bekerja di mana. Uang yang di berikan Mark memang banyak, tapi semua itu sudah hampir habis.

__ADS_1


Sudah berapa kali ia menelpon Mark, tapi pria itu tak mengangkat ponselnya.


"Apa aku harus mencari Mark, dia tak boleh membuangku seperti ini. Elvira aku akan membalasmu."


Rosa berjalan keluar dari kafe dan masuk ke dalam mobilnya. Ia tak perduli jika Mark menolaknya, ia harus bisa meyakinkan Mark agar ia bisa bekerja lagi dengan nya. Tapi ia tak tau di mana Mark sekarang, apa mungkin dia ada di studio bersama Elvira. Rosa melajukan mobilnya menuju studio Mark, ia yakin jika Mark ada bersama Elvira. Ia bisa mengatakan pada Elvira jika Mark tak boleh memecatnya.


Rosa belum tau jika semuanya sudah di ketahui oleh Damian dan Elvira. Entah berani atau tidak Rosa saat tau Damian dan Elvira sudah mengetahuinya.


Sampai di studio, Rosa mengerutkan keningnya saat mendapati barang yang hancur dan berantakan.


"Apa terjadi sesuatu di sini,"


Rosa bergumam sendiri, tak lama ia melihat salah satu wanita dan bertanya padanya.


"Apa terjadi sesuatu di sini,?" Karyawan itu tak menjawab nya. Menatap wajah arogan Rosa yang menatapnya remeh. Dan itu membuat Rosa geram dan mendelik ke arahnya. "Apa kau tuli, apa kau tak tau siapa aku. Dimana Elvira dan Mark sekarang.?" Nafas Rosa memburu saat tak mendengar Jawa dari wanita di depannya ini.


"Maaf nona, anda tak bisa menemui tuan Mark saat ini tuan tak ingin di ganggu.?"


Rosa mendorong tubuh wanita yang menatapnya, ia tak perduli dengan ucapan wanita di depannya ini.


"Dia pikir dia siapa, berani melarang ku bertemu Elvira dan Mark, sialan."


Rosa berjalan menuju ruang pribadi CEO, ia yakin jika Mark ada di dalam. Rosa mendorong pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Matanya membulat sempurna saat melihat Mark membuka kemejanya dan terlihat tubuhnya yang penuh dengan luka.


"Mark apa yang terjadi..?"


Rosa berjalan menghampiri Mark dan berniat membantu. Tapi sebelum tangan Rosa menyentuh tubuhnya Mark lebih dulu, menyingkirkan tangan Rosa.


"Beraninya.."


Bentak Mark menggelegar di seluruh ruangan milik nya, menatap tajam Rosa yang datang tiba-tiba. Sedangkan Rosa berjengit kaget mendengar bentakan keras Mark padanya.

__ADS_1


"Maaf tuan aku bisa membantumu, kau terluka biarkan aku membantunya." Rosa kekeh ingin membantu Mark. Melihat Rosa berani padanya dan tak mengindahkan peringatan Mark mendorong tubuh Rosa hingga jatuh ke lantai.


Brukk...


__ADS_2