Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.2# Merayu


__ADS_3

"Tuan bagaimana dengan kerja samanya."


Seorang pria berkepala plontos duduk sambil menundukkan wajahnya.


Sedangkan Sky sendiri tersenyum miring, ia tau apa yang pria itu inginkan darinya.


"Kau menginginkan aku memberikan dana untuk perusahaan mu tuan."


Pria itu mengangguk mengiyakan ucapan Sky. Ia tak menyangka jika pria yang ia kira pria biasa ternyata dia sangat berkarisma dan tak mudah di sentuh. Selain itu, wajahnya yang tampan dan rahang tegasnya sangat khas pemimpin.


Sky menatap wanita di sampingnya ini, tangan nya bergerilya kesana kemari menggoda tubuhnya. Bahkan wanita ini tak segan segan mengelus milik nya dengan tangan lentiknya. Sky tersenyum tipis, milik nya akan susah bangun jika ia tak menginginkan nya. Apalagi melihat wanita cantik dan seksi ini sama sekali bukan kriteria nya.


Sky menatap dua bongkahan kenyal yang menonjol ke depan. Sama sekali tangan nya tak ingin menyentuh benda kenyal yang akan tumpah ke luar.


Entah kenapa hari ini ia tak berselera menatap dua gundukan kenyal di depannya.


"Kau tau tuan, aku hanya menginginkan yang bersegel untuk ku. Aku tak suka dengan bekas orang lain. Apalagi dengan wanita malam seperti mu nona."


Pria plontos di depannya ini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Sky. Dan wanita yang duduk di samping Sky juga menggeleng sama. Mereka berdua tak membenarkan ucapan Sky yang mengatakan jika dirinya adalah wanita malam.


"Dia putri ku tuan, jelas saja masih perawan. Mana mungkin saya akan mencurangi anda. Saya bisa menjaminnya tuan."


Sky tersenyum lebar, ia bangkit dan menarik tangan wanita yang akan menjadi teman ranjang nya. Sementara pria plontos itu bernafas lega, itu artinya tak sia sia dia mengorbankan putrinya. Malam ini ia akan mendapatkan dana yang cukup besar untuk memulihkan kondisi perusahaan nya yang hampir gulung tikar.


Semoga saja putrinya bisa memuaskan pria itu. Sky memang tak suka dengan wanita yang tak bersegel. Apalagi wanita malam, tentu saja pria itu akan mengetahui nya. Untung saja putrinya masih perawan dan sangat polos. Semoga saja malam ini ia berhasil membuat Ausky Luis menanam kan saham di perusahaan nya.


*


Di dalam kamar ruang VIP, Sky mencumbu wanita cantik yang di tawarkan rekan bisnisnya padanya. Ia mencoba membangkitkan gairah nya yang sama sekali tak ada. Tangan Sky bergerilya masuk ke dalam rok milik sang wanita yang akan menemani nya malam ini.


Ia juga sudah menurunkan dress wanita yang ia cumbu saat ini. Bibirnya melahap salah satu gunung kembarnya bergantian.


Lenguhan panjang dan desah wanita yang baru saja mendapatkan sentuhan asing di tubuhnya bergetar hebat. Apalagi saat tangan besar Sky bergerilya di bawah sana.

__ADS_1


Tangan Sky merobek kain tipis milik sang wanita.


"Tuan...."


Nafas wanita cantik itu memburu saat tangan besar Sky membelai milik nya yang sudah lembab.


Sampai setengah jam berlalu milik nya sama sekali tak bangun.


"****..."


Tangan Sky keluar dari bawah sana yang terasa lembab. Ia mengumpat milik nya yang sama sekali tak tergoda dengan wanita di depannya ini.


Sedangkan wanita yang masih berdiri setengah polos itu mengerutkan keningnya saat Sky menghentikan cumbuan nya. Dan melihat Sky yang berjalan meninggalkan nya ke kamar mandi.


"Tuan...."


Ia bingung kenapa pria itu berhenti dan pergi, ia duduk di ranjang dengan tubuh yang setengah polos. Menunggu rekan bisnis ayahnya keluar dari kamar mandi.


Sky berjalan keluar dari kamar VIP, sedangkan wanita itu masih duduk bingung. Ia tak mengerti kenapa pria yang akan menukarnya dengan uang jutaan dolar itu pergi begitu saja. Sepuluh menit berlalu ia kemudian membenahi pakaian miliknya dan keluar menemui ayahnya nya.


"Di mana tuan Luis.?"


Selin menggeleng tak mengerti, ia juga tak tau kemana perginya tuan Luis. Ia pikir pria itu kembali lagi kekamar nya tapi hampir dua puluh menit pria itu tak kembali lagi ke kamar nya. Ia sendiri tak tau kemana perginya.


*


Sky sendiri mengumpat di dalam mobilnya. Ia juga tak mengerti kenapa miliknya tak bangun sama sekali. Padahal ia sudah lama tak bercinta, ia sendiri tak tau apa yang terjadi dengan milik nya.


Sky berjalan masuk ke dalam hotel tempatnya menginap malam ini. Tangan nya masuk ke dalam saku celananya, berjalan tegap masuk ke dalam lift. Tak perduli dengan tatapan mata wanita yang berpapasan dengan nya, Ia sama sekali tak berminat pada mereka kecuali yang bersegel tentunya.


Nafas Elvira memburu menahan emosi yang luar biasa. Suaminya sedang bercinta dengan wanita lain di luar sana. Jelas saja suara itu terdengar jelas di telinganya. ******* suaminya dan seorang wanita, ia yakin jika dia adalah Rosa, sekertaris Mark.


Ia menatap nanar pada tempat tidur yang bertabur kelopak bunga mawar. Pikiran nya melayang membayangkan jika sang suami bercinta dan mendesah dengan wanita lain.

__ADS_1


"Aku akan membalasmu Mark,"


Elvira keluar dari kamar hotel dan menutup pintu dengan kencang.


Brakk...


Luis yang berjalan tak jauh dari Elvira menatap nya datar. Ia sama sekali tak menoleh pada wanita dengan tubuh semampai dan berpakaian seksi itu. Ia yakin jika dia adalah wanita penggoda yang menunggu pria yang akan menyewanya.


Cih...


Sky berdecih saat dekat dengan wanita yang berdiri di depan pintu kamar nya. Sedangkan Elvira berbalik, matanya menatap pada pria asing yang berjalan ke arahnya.


"Apa aku harus membalas Mark."


Elvira menggeleng kan kepalanya, mengusir pikiran kotornya. Tapi mengingat jika suami nya sedang bercinta dengan wanita lain dan mendengar suara ******* keduanya, seketika darah nya mendidih.


Elvira menghadang pria asing yang melewatinya. Ia menatap wajah Sky yang cukup tampan. Tersenyum miring, ia yakin jika Mark sedang bercinta dengan Rosa. Wanita itu jelas saja tak lebih cantik darinya. Sedangkan ia akan bercinta dengan pria yang cukup tampan malam ini. Ia harus bisa merayu pria di depannya ini.


Elvira maju mendekat pada Sky. Sedangkan Sky sendiri berdecih melihat wanita cantik di depannya menghadangnya. Ia menatap datar wanita yang mencoba merayunya.


"Singkirkan tangan mu dari tubuh nona."


Nada bas Sky membuat tangan Elvira seketika berhenti mengelus tubuh pria di depannya ini.


Elvira menatap mata tajam pria yang cukup tampan. Masih tak menghiraukan ucapan sang pemilik tubuh. Tangan Elvira mengelus rahang tegas yang di tumbuhi bulu yang sedikit kasar.


Sky sendiri yang melihat itu mengeraskan rahangnya. Tapi tak lama kemudian ia tercengang dengan perkataan wanita cantik di depannya ini.


"Puaskan aku, aku akan membayar mu kali ini."


.


.

__ADS_1


__ADS_2