
Sky menipiskan bibir nya melihat Damian pergi membawa Elvira. Ya Sky masih duduk di dalam mobil saat ia melihat Mark masuk ke dalam. Sky mengurungkan niatnya pergi dan mengikuti Mark dari belakang. Dan tak lama juga ia melihat Damian datang. Tentu saja ia melihat bagaimana Damian menghajar Mark membabi buta.
"Apa aku harus datang dan menjadi teman untuk Elvira.?"
Calvin diam, ia sama sekali tak mengerti dengan tuannya. Kenapa dulu nona Elvira harus menyeret Ausky Luis dalam rumah tangga nya. Ia tau bagaimana Ausky Luis. Pria ini tak akan melepaskan buruannya jika dia sudah mengincarnya.
"Aku yakin Damian akan meminta Mark menceraikan Elvira. Dan aku yang akan menjadi pemenang nya Calvin. Elvira akan menjadi milik ku."
Senyum smirk di sudut bibir Sky, sungguh Calvin sendiri bergidik melihat senyum tuannya. Ia hanya merasa kasihan dengan nona Elvira. Wanita itu akan semakin dilema dengan rumah tangganya saat tuan Sky selalu datang padanya.
"Apa tuan benar benar mencintai nona Elvira, atau hanya sekedar penasaran saja.?" Calvin bermonolog sendiri. Tak lama kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"Pulang.."
Calvin menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan studio milik Mark Harrold. Sesekali matanya melirik ke arah belakang di mana tuannya duduk dan tersenyum seperti orang gila.
"Aku tau apa yang kau pikirkan Calvin."
Tubuh Calvin menegang mendengar penuturan tuannya. Tak lama ia menggelengkan kepalanya menyangkal tuduhan tuannya.
"Tidak tuan,"
Sky tak menggubris ucapan Calvin, ia menatap jauh kedepan, tersenyum lebar saat mengingat jika Damian sudah tau Mark menghianati Elvira. Ia yakin jika pria tua itu tak akan mengijinkan Mark menemui Elvira.
__ADS_1
"Kau yang sudah menyeret ku nona, dan aku yang akan menjadi pemenang nya."
*
Brukk...
"Mark..."
Teriak Rosa saat tubuhnya terjengkang ke belakang dan terkena meja. Rosa mengepalkan tangannya merasakan nyeri di punggung nya.
"Jangan pernah menemuiku Rosa, keluar dari sini sebelum aku memanggil satpam untuk mengusir mu." Gigi Mark gemerutuk menatap tajam pada Rosa. Wanita inilah yang membuat rumah tangga nya hancur dan berantakan. "Apa selama ini kau memang sengaja padaku Rosa." Mark mendekati Rosa dan mencengkeram erat dagunya. "Katakan padaku, apa selama ini kau sengaja melakukan ini agar aku berpisah dengan Elvira."
Rosa menatap Mark tak mengerti, tubuhnya gemetar saat melihat wajah Mark yang dingin apalagi tangannya yang semakin erat mencengkram dagu nya.
"Mark lepaskan sakit."
Mark menghempaskan tangannya hingga membuat wajah Rosa berpaling. Matanya memerah menahan emosi saat Mark memperlakukan nya seperti ini.
"Keluar dari sini, sebelum aku menyeret mu keluar."
Rosa masih bergeming di tempat nya. Menatap wajah Mark Harrold, pria yang sangat di cintainya, tapi Elvira yang sudah merebutnya darinya.
" Mark apa kau tak pernah melihat ke arah ku, kenapa selalu Elvira dan Elvira. Aku mencintai mu Mark. Apa tak ada cinta sedikit saja untuk ku Mark. Asal kau tau sebelum kau mengenal Elvira aku sudah lebih dulu mencintai mu, lalu Elvira datang dan merebut mu dariku."
__ADS_1
Brakk...
Rosa berjengit kaget saat mendengar suara kursi di tendang oleh Mark. Mark sendiri merasa jika Rosa memang sengaja ingin menghancurkannya.
"Ingat Rosa aku mencintai Elvira lebih dari apapun, pergi dari sini." Ucap Mark menggebu dan menunjuk pintu keluar.
Rosa menatap tak percaya pada Mark. Terlihat wajah kecewa Rosa di perlakukan seperti ini pada Mark. Padahal ia lebih mencintai Mark dari pada Elvira. Rosa berbalik dan keluar dari ruangan milik Mark, di depan pintu ia mendapati asisten Elvira.
"Katakan pada atasanmu jika aku akan merebut Mark darinya."
Caca menatap punggung Rosa yang menjauh, ia sungguh shock mendengar pembicaraan mereka berdua di dalam. Itu artinya nona Elvira dan tuan Mark bertengkar semua itu karna Rosa, sahabatnya.
"Dia sungguh tak tau malu, jelas saja tuan Mark memilih nona Elvira. Siapa yang akan memilih wanita seperti nya." Caca bergumam sendiri menatap benci pada Rosa yang menghilang. Ingin sekali ia menggantikan Elvira mencakar wajah sok polosnya. Mengusap dadanya yang emosi melihat wanita berbulu domba yang pernah ia lihat. Apalagi saat mengingat nona Elvira dan tuan Mark tadi, rasanya Caca benar benar ingin mengacak rambut Rosa lalu mencukurnya.
Caca lalu berbalik dan mengetuk pintu ruang tuannya. Tak lama ia masuk ke dalam dan melihat ruang berantakan dan kursi yang terbalik.
Masih di depan pintu, Caca menundukkan wajahnya, ia takut melihat wajah menyeramkan atasannya ini.
"Apa kau hanya ingin berdiri di situ Caca." Teriak Mark saat melihat asisten istrinya berdiri di depan pintu. Mark menatap tajam pada Caca, yang belum berpindah dari sana dan menghampiri nya.
"Apa aku tuli Caca..."
.
__ADS_1