Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.16 # Menyembunyikan noda


__ADS_3

"Hantu bisa berbicara,"


Elvira masih mengira jika pria di belakang nya adalah hantu. Tapi tak lama kemudian Elvira terlonjak kaget saat tangan besar melingkar di pinggang ramping nya.


Elvira mendongak dan menatap tajam pada kaca. Nafasnya memburu menahan emosi jika pria yang ia kira hantu itu ternyata bukanlah hantu.


"Lepaskan tanganmu, brengsek."


Cup....


Tubuh Elvira meremang mendapatkan sentuhan lembut bibir Sky pada pundak nya. Tak hanya itu, bibir Sky merayap di telinganya dan mengecup nya. Terang saja Elvira memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir panas Sky padanya.


"Aku akan mendapatkan mu lagi nona,"


Elvira membuka matanya, ia berbalik dan tersenyum smirk melihat wajah tampan Sky.


"Kenapa, kau ketagihan dengan ku tuan. Sudah ku bilang jika kau akan tergila gila pada ku. Tapi sayang nya aku sudah mendapatkan mangsaku yang baru. Lagi pula aku tak pernah bercinta dengan pria yang sama lagi. Jadi menyingkir dariku,!"


Elvira menatap tajam Sky, ia hendak pergi tapi Sky mencekal tangan nya dan membungkam bibir Elvira. Terang saja Elvira berontak, memukul Sky, tapi Sky masih belum melepaskan bibir Elvira. Sky baru melepaskan bibirnya saat Elvira menggigit bibir nya.


"Kau brengsek, apa mau mu huh, aku sudah membayar mu. Apa masih kurang, baiklah aku akan memberikan nya lagi, jadi jangan macam macam denganku lagi."


Elvira merogoh tas miliknya tapi Sky lebih dulu membuang tas Elvira.


"Hey, brengsek,"


Cup.....


Lagi lagi Sky membungkam bibir Elvira dengan bibir nya. Tangan besarnya mengelus punggung Elvira dan menurunkan tali gaun Elvira. Elvira sendiri tubuhnya semakin meremang. Entah kenapa Elvira tak bisa menolak pesona Sky padanya. Elvira tak sadar jika gaun milik nya sudah merosot ke pinggang nya dan itu ulah tangan Sky.


Sky menangkup dua buah kenyal milik Elvira yang super jumbo dan meremasnya bergantian. Hingga membuat sang empu mendesah dalam ciumannya.


Bibir Sky turun ke bawah menyesap leher jenjang Elvy hingga meninggal kan jejak.


Tak hanya itu Sky menunduk lagi, dan bibir nya mendarat sempurna di salah satu buah kenyal milik Elvira.


Tubuh Elvira semakin menegang, ia bisa gila mendapatkan sentuhan tangan dan bibir Sky. Elvira menggeleng kan kepalanya jika yang mencumbu nya bukan lah Mark. Melainkan pria bayaran nya, pria yang menghabiskan malam bersama nya di kamar hotel.


Elvira mendorong tubuh tinggi Sky, ia menatap tajam pada Sky. Bibirnya mengumpat tubuhnya, yang terlena dengan rayuan pria bayaran nya.


"Kau, sialan, brengsek beraninya."

__ADS_1


Segala umpatan Elvira pada Sky saat melihat tubuh bagian atas sudah polos oleh Sky.


"Ya dan aku tak akan membiarkan kau pergi begitu saja nona."


Cup...


Elvira geram saat pria ini menciumnya lagi. Nafasnya memburu menahan hasrat bercampur emosi. Jangan sampai Mark mengetahui aksi gila nya di kamar mandi dengan pria bayaran nya.


Sky menyudahi ciuman panas nya pada Elvira saat tak mendapatkan penolakan. Sky diam, ia masih menetralkan nafasnya memburu memburu, menahan gejolak gairah yang memuncak. Ia menatap mata cantik Elvira, bulu matanya yang hitam dan lentik benar benar sangat cantik.


"Aku akan memuaskan mu nona."


Sky hendak menyatukan kembali bibir nya, tapi suara ponsel Elvira memecah konsentrasi Sky.


Dert..Dert...


Elvira memejamkan matanya menikmati rasa yang entah itu apa. Tubuhnya merespon baik sentuhan pria di depannya ini. Hingga beberapa kali ponsel Elvira berdering, tapi Elvira masih membiarkan nya begitu saja. Elvira takut jika itu adalah Mark, suaminya.


Nafas Sky yang masih memburu menahan hasrat birahi nya. Mengumpat ponsel Elvira, ia berjalan mengambil tas Elvira dan mengambil ponselnya. Mata tajam nya terbelalak melihat gambar di layar ponsel Elvira.


"Siapa kau nona,?"


Elvira tersenyum miring mendengar pertanyaan dari Sky. Ia membenarkan pakaian milik nya yang kusut akibat ulah Sky.


Elvira merampas ponsel miliknya di tangan Sky yang berdiri shock. Ya Sky baru saja melihat foto pernikahan Elvira dan Mark yang tersimpan pada kontak panggilan nya. Sky tak sadar jika saat ini Elvira meninggalkan nya di dalam kamar mandi.


Dari luar Elvira bernafas lega saat tak ada seorang pun yang memergokinya. Ia berjalan menjauh dari pria gila yang membuat nya emosi.


"Jika tau dia pria gila, mana mungkin aku mengajaknya bercinta. Pria sialan itu benar-benar mengganggu ku."


Sementara di dalam kamar mandi Sky merogoh ponsel milik nya dan menelpon Calvin. mAsih belum percaya dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Siapa istri Mark Harrold, Calvin?"


Teriak Sky di dalam kamar mandi hingga suaranya menggema di seluruh kamar mandi. Emosi, tentu saja ia emosi melihat foto dalam ponsel Elvira.


"Elvira Jennifer, putri Damian Jack dan Raline Smith, tuan."


Jawab Calvin di sebrang telpon. Sedangkan Sky sendiri yang mendengar nya meremas ponsel miliknya dan membantingnya.


Prak...

__ADS_1


"Brengsek.."


Sky mengusap wajah nya yang merah padam, ia baru tau jika wanita itu adalah istri Mark Harrold dan bukan wanita malam dan ******. Dia putri Damian, yang artinya wanita adalah satu satunya pewaris kerajaan bisnis milik Damian.


Siapa yang tak tau siapa Damian Jack, pria tersohor di kota ini.


"Damn it.."


Brakk...


Sky mengamuk di dalam kamar mandi. Ia sungguh tak menyangka jika wanita itu adalah istri dari Mark. Tal lama kemudian Sky pergi dari dalam kamar mandi. Ia tak perduli dengan tatapan dua wanita yang baru saja masuk ke dalam.


*


"El, kau dari mana, Mark mencarimu."


Sonia meneliti tubuh sahabatnya ini, seperti ada yang berbeda dari Elvira. Tak lama kemudian mata Sonia melotot tak percaya.


"Dimana Mark,?"


Elvira menoleh ke kiri dan kanan nya, mencari keberadaan suaminya. Tapi Sonia menyeret tangan Elvira hingga Elvira kaget.


"Sonia, kau mau membawaku kemana.?"


Sonia melepaskan tangannya pada tango sahabat nya. Ia menatap tajam pada Elvira.


"Apa yang kau lakukan di kamar mandi, El.?"


Elvira melototkan matanya mendengar pertanyaan Sonia.


"Apa maksudmu,?" Kilah Elvira, melengoskan wajah nya tak berani menatap wajah Sonia.


"Kau jangan berbohong padaku El, apa ini, kau baru saja bercumbu di dalam kamar mandi. Oh ya ampun El, bagaimana jika Mark tau kelakuan mu, apa kau bodoh."


Elvira shock ia merogoh tasnya dan mengambil kaca. Tak lama kemudian matanya terbelalak melihat tanda merah di lehernya yang kontras dengan warna kulit nya.


"**** sial.."


"El.." Seru Sonia.


"Diamlah aku akan menceritakan nya padamu nanti, tapi tidak sekarang Sonia."

__ADS_1


Ucap Elvira sembari mengoleskan foundation pada leher merahnya.


__ADS_2