
"Tuan Mark, anda tak boleh membatalkan begitu saja."
Mark berhenti melangkah, ia berbalik dan tersenyum miring melihat wanita itu mendekatinya.
"Maaf nona, katakan padanya jika aku bukanlah pria yang bisa di sogok oleh seorang wanita, apalagi dirimu."
Ucap Mark berbalik lagi meninggalkan wanita yang berdiri mematung. Mark sudah tau apa yang Devano pikirkan dengan mengutus wanita itu datang bertemu dengannya. Mark tak akan pernah membuat kesalahan lagi untuk dirinya. Meski ia a tak lagi bersama Elvira, Mark akan menjaga hatinya untuk wanita yang di cintainya.
"Murahan.."
*
Keesokan harinya..
"Sayang, maaf aku tak bisa mengunjungi mu." Terdengar suara di seberang telpon di telinga Elvira.
Ia tersenyum, mendengar Sky memarahi Calvin yang masih terdengar di telinganya.
"Ya.."
"Bisakah kau alihkan panggilan video El, aku ingin melihat wajah mu." Elvira mendengus mendengar penuturan Sky. Ia mengalihkan panggilannya dan terlihat wajah Sky yang memenuhi layar ponselnya.
Cup..
"Aku merindukanmu El."
"Bukankah kau baru pulang menjenguk ku."
Elvira memicingkan matanya pada Sky dan membuat Sky tertawa terbahak melihat wajah Elvira.
"Aku akan datang sore nanti, apa kau tak merindukan kekasihmu yang tampan ini El.?" Goda Sky di sebrang telpon.
"Tidak.."
Sky semakin tertawa lebar mendengar suara ketus Elvira, apalagi wajah Elvira yang terlihat di layar ponselnya.
Tut... Tut...
Elvira mengerutkan keningnya saat mendapati layar ponselnya hitam. Mendengus saat sadar jika Sky sudah memutuskan sambungan ponselnya, Elvira meletakkan ponselnya di samping dan berjalan ke dalam kamar mandi.
Sedangkan Sky sendiri yang baru saja mematikan sambungan ponselnya menatap wajah Calvin di depannya.
__ADS_1
"Aku tak mau tau, selesaikan semuanya Vin. Ingat beri tau pak tua itu, jangan pernah sekalipun mengganggu ku, keluar.."
Sky berdiri dari duduknya dan keluar dari perusahaan miliknya yang baru. Ia akan menemui Elvira dan putrinya. Sky sungguh tak sabar ingin memiliki keduanya menjadi miliknya. Apalagi melihat wajah Elvira barusan, Sky tak sabar bertemu dengannya.
Calvin yang melihat tuannya keluar dari ruangannya hanya menggelengkan kepalanya. Ia tau akan kemana Ausky Luis saat ini. Baru saja tuannya marah padanya agar bekerja yang becus, tapi dia sendiri mengabaikan pekerjaannya dan pergi menemui nona Elvira.
"Kadang aku ingin membunuhnya, dia sangat menyebalkan."
*
Sampai di depan mension Damian, Sky keluar dari mobilnya. Ia berjalan masuk setelah pelayan membukakan pintu untuknya.
"Apa Elvira ada di dalam."
"Ya tuan.."
Sky mengangguk dan tak lama ia bertemu dengan Raline.
"Bolehkah aku bertemu dengan Elvira, aunty."
Raline tersenyum dan mengangguk mengiyakan, tak lama ia melihat punggung Sky yang menjauh darinya. Raline menggelengkan kepalanya melihat Sky sudah kembali lagi datang kemari. Padahal pria itu baru saja pagi tadi dari Mension bertemu dengan putri Elvira dan Elvira. Siang ini Sky sudah ada di sini lagi.
"Aku merindukanmu El."
Elvira berjengit, ia menoleh ke arah Sky yang memeluknya dari belakang. Mendelikkan matanya pada Sky.
"Kenapa datang kemari lagi, kau tidak bekerja.?"
Sky tak menjawab pertanyaan Elvira, ia mengambil sisir Elvira dan menyisir rambutnya.
Mencium rambut Elvira yang sangat harum khas aroma shampo vanilla di hidungnya.
"Aku tak akan fokus bekerja sebelum bertemu dengan mu."
Elvira berbalik dan menatap mata Sky, menghembuskan nafasnya perlahan melihat wajah tampan Sky tepat di depan wajahnya.
"Bagaimana jika dia bukan putrimu,? Aku tak ingin_"
Cup...
Sky menyambar bibir Elvira dan menyesapnya. Elvira yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari Sky kaget. Tak lama Sky melepaskan tautan bibirnya dari bibir Elvira.
__ADS_1
"Siapapun dia, aku tetap mencintaimu El. Sudah ku katakan padamu berulang kali jika aku mencintai mu, tak perduli siapa ayah putrimu. Aku menyayangi kalian berdua."
Elvira diam, dan Sky sendiri yang melihat Elvira diam menatap wajah cantik Elvira dalam.
"Percayalah El, aku akan membahagiakan mu."
Ucap Sky meyakinkan kembali Elvira, Sky tau jika wanita di depannya ini masih bingung dan bimbang. Tapi ia memang mencintai Elvira, tak perduli dengan darah daging siapa putri Elvira, ia kan tetap menikahinya.
Cup...
Sky melabuhkan kembali bibirnya pada bibir Elvira. Kali ini Sky lebih dalam lagi mencium bibir Elvira. Menyalurkan semua perasaan nya pada wanita cantik yang ingin di miliknya. Hingga lima belas menit Sky baru melepaskan bibir Elvira.
"Aku mencintaimu El.."
*
Malam harinya, setelah kepulangan Sky sore tadi Elvira termenung di kamarnya. Ia sungguh tak tau dan bingung dengan apa yang terjadi di dalam hidupnya. Ausky Luis akan menikahinya, dia tak perduli dengan siapa ayah dari putrinya, Sky akan tetap menikahinya.
Elvira keluar dari kamar miliknya dan berjalan menuju kamar putrinya. Sampai di dalam, Elvira tersenyum tipis saat melihat putrinya yang tidur di dalam bok. Elvira mengangkat putrinya dan mencium pipinya bertubi tubi.
"Maafkan mommy sayang."
Damian yang melihat putrinya hanya menghembuskan nafasnya perlahan. Ia mendekati Elvira dan membuat Elvira kaget melihat kedatangan Damian.
"Dad.."
Damian tersenyum lebar, ia mengecup pipi cucunya dan menatap wajah cantik Elvira.
"Apa yang kau pikirkan sayang, daddy tak ingin kau sakit lagi seperti dulu Elvira."
"Bagaimana jika dia putri Mark Dad.?"
Tanya Elvira menatap wajah Damian yang menatapnya tak berkedip.
"Aku tak akan pernah membiarkan Mark mengambilnya El."
Damian berbalik dan berjalan keluar dari kamar Elvira. Sedangkan Elvira sendiri menghembuskan nafasnya perlahan mendengar perkataan daddynya. Ia menoleh pada putrinya di gendongannya dan mengusap pipinya yang kemerahan.
"Mommy janji akan membuat keputusan yang terbaik untuk kita sayang."
Elvira meletakkan lagi putrinya di dalam bok bayi dan menyelimutinya. Memberikan kecupannya di kedua pipinya, sebelum pergi meninggalkannya.
__ADS_1