Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.52 # Emosi Damian


__ADS_3

"El..."


Bibir Mark tercekat melihat Elvira, matanya memanas jika Elvira benar benar akan meninggalkan nya.


"Maafkan aku, aku ingin sendiri dulu Mark."


Ucap Elvira dan melangkah pergi meninggalkan Mark. Ia tak tega melihat Mark hancur, karna nya. Pada kenyataannya ia mencintai pria yang menjadi suami nya. Elvira mencintai Mark Harrold, tapi Mark sudah mengecewakan nya berulang kali. Dan Elvira sungguh sakit hati.


Mark terkesiap melihat Elvira benar benar pergi meninggalkan nya. Ia berlari ke luar dan menarik tangan Elvira.


"El,...Apa kau akan pergi karna merasa bersalah El."


Elvira berhenti melangkah, ia berbalik dan menatap wajah Mark yang tak jauh darinya.


Mendapatkan tatapan Elvira Mark tersenyum tipis, ia yakin jika Elvira tak akan pergi meninggalkan nya kali ini.


"Ya aku ingin sendiri."


Senyum Mark hilang dari bibir nya, ia menatap Elvira yang masuk ke dalam mobilnya dan keluar dari mension mewahnya. "Kau tega padaku El," Mark terduduk di lantai dingin, ia benar-benar tak menyangka dengan sikap Elvira yang pergi begitu saja. Padahal semua ini bisa di bicarakan dengan kepala dingin tak harus pergi dari mension dan meninggalkan nya.


"Apa aku yang keterlaluan dengan nya. Bagaimana jika mereka tau masalah kita El, tidak, aku tak akan pernah membiarkan kau pergi dari ku El. Aku tak akan pernah melepaskan mu."


Mark masuk ke dalam mobil milik nya dan pergi menyusul Elvira, ia yakin jika Elvira pulang di mension Damian.


Sedangkan Elvira yang baru saja masuk ke dalam mension mewah Damian mendesah lirih saat melihat kedua orang tuanya berada di mension. Elvira lupa jika hari ini Sabtu, Damian tentu ada bersama ibunya.


"El, apa yang kau bawa sayang,? ada apa ini Elvira."


Damian bingung menatap wajah putrinya yang datang membawa koper milik nya. Ia yakin jika terjadi sesuatu terhadap putri dan menantunya.


"El mau tinggal di sini dulu dad." Ucap Elvira melangkah, tapi tak lama kemudian Mark datang memanggil nya.


"El.."

__ADS_1


Damian menoleh pada pria yang baru saja masuk ke dalam. Tangannya terkepal erat saat melihat wajah Mark. Ia yakin jika terjadi sesuatu dengan mereka berdua, apalagi saat mengingat jika kemarin juga Elvira datang ke mension sendiri.


"Apa yang kau lakukan pada putri ku brengsek." Damian mendekati Mark dan melayangkan tinjunya pada pria yang bersetatus sebagai menantu nya.


Bug...Bug...


Brukk...


"Dad..."


Elvira dan ibunya berteriak keras saat melihat Mark tersungkur di lantai dan menabrak pilar besar. Elvira berlari menghampiri Mark sedangkan Raline menghalangi suaminya yang ingin memukul Mark lagi.


"Elvira,"


Teriak Damian berjalan menarik tangan Elvira. Elvira sendiri terhuyung saat Damian menarik tangan nya.


"Aku tau sejak kemarin, kau sudah melukai putri ku kan Mark Harrold. Katakan padaku, apa yang kau lakukan pada Elvira hingga dia pulang kemari." Nafas Damian naik turun menahan emosi pada Mark. Matanya menatap tajam pada pria di depannya ini. Ia yakin jika Mark sudah membuat Elvira terluka. Putri satu satunya yang di cintai nya, Mark seenaknya saja memperlakukan Elvira seperti itu.


Mark menatap nanar pada Elvira, hatinya tercubit mendengar jika Elvira masih membelanya. Dan melihat tatapan Mark padanya, Elvira menundukkan wajahnya. Ia tak tega melihat Mark seperti ini, tapi ia juga ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu. Ia juga kaget saat melihat reaksi daddy nya pada Mark.


"Keluar dari mension ku Mark, atau aku kan memanggil penjaga agar menyeret mu dari sini."


Mark menoleh pada Damian, bangkit dari jatuhnya, menatap Elvira lagi, berharap Elvira memaafkan nya dan pulang bersamanya.


"El.."


"Keluar..." Teriak Damian.


Mark mendesah lirih, ia tau ini yang akan terjadi jika ia menyakiti Elvira. Berjalan keluar dari mension mewah Damian, dari pintu ia menoleh lagi pada Elvira. Tapi ternyata Elvira tak mencegah nya dan pulang kembali bersama nya.


"Apa yang terjadi El, katakan pada daddy, apa yang Mark lakukan padamu, Elvira." Teriak Damian pada Elvira, ia masih emosi mengingat jika Mark berani dengan nya dan menyakiti putri nya hingga ia pulang ke mension mewah nya.


"Kami baik baik saja dad, aku hanya ingin sendiri dulu." Jawab Elvira berbalik dan berjalan naik ke atas di mana kamarnya berada.

__ADS_1


Nafas Damian memburu saat melihat Elvira yang pergi begitu saja. "Kumohon biarkan mereka menyelesaikan permasalahan mereka sendiri. El hanya ingin pulang dan menginap di sini. Mereka baik baik saja, jangan membesarkan masalah."


Ucap Raline menatap suaminya memohon, tak pernah Damian marah seperti ini pada siapapun juga. Elvira adalah anak semata wayang mereka, dan ia tau jika Damian tak rela jika ada yang menyakiti Elvira.


Masuk ke dalam kamarnya, Elvira membanting tubuhnya di ranjang empuk milik nya. Matanya menatap langit langit kamar nya. Melihat tatapan Mark yang memohon padanya sungguh membuat Elvira goyah dan sakit, sebelum nya Mark tak pernah memohon padanya seperti itu.


"Maafkan aku Mark, aku ingin sendiri dulu."


Lirih Elvira memejamkan matanya, masih bingung dengan nasib pernikahan nya dengan Mark. Mark terlalu mengecewakan nya, tapi ia sangat mencintai Mark Harrold. Pria pertama kali yang membuat nya jatuh cinta. Meski kadang Mark terlalu mengekang nya, tapi Elvira mencintai Mark. Ia tau alasan Mark mengekangnya karna pria itu mencintai nya.


*


"Brengsek..."


Mark memukul stir kemudi mobil nya sendiri. ia menjatuhkan kepalanya di setir kemudi dan menangis. Ia menyesal telah menampar Elvira kemarin dan ia juga menyesal telah mengatakan Elvira wanita ******.


"Maaf El, aku tak bisa mengontrol emosi ku."


Hingga beberapa jam Mark masih duduk di dalam mobil nya dan menyesali perbuatannya. Tak lama kemudian ponselnya berdering dan itu dari Rendra.


"Ya,"


"Maaf tuan, apa anda bersama dengan Nada.?" Tanya Rendra di sebrang telpon, Mark mengepalkan tangannya saat mengingat jika wanita itu juga menjadi biang masalah nya dengan Elvira tadi pagi.


"Aku tak tau.."


Mark melemparkan ponselnya begitu saja dan menyalakan mobilnya pulang ke mension mewah nya. Mark tak akan kembali ke perusahaan milik nya, pikiran nya sedang kacau dan tak mungkin ia datang dan duduk di meja kerjanya.


Tak perduli dengan wanita yang bersamanya pagi tadi. Pikiran nya hanya tertuju pada Elvira, bagaimana dengan rumah tangga nya kedepannya dengan wanita yang sangat di cintai nya. Mark tak rela jika harus kehilangan istri tercinta nya.


"Sampai kapanpun aku tak akan pernah melepaskan mu El, kau tetap milikku dan akan seperti itu."


.

__ADS_1


__ADS_2