Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.55 # Mendatangi Elvira


__ADS_3

Sky mengetukkan jari tangan nya di meja kerjanya. Memikirkan tentang semalam, saat bersama dengan Elvira. Ia yakin jika terjadi sesuatu dengan Elvira.


"Apa dia bertengkar dengan Mark,?" Gumam Sky menyandarkan kepalanya di kursi milik nya yang baru.


"Tuan, tuan besar me_"


"Bilang pada nya aku akan pulang jika sudah mendapatkan apa yang ku inginkan. Dan bilang padanya, jangan mengganggu ku." Potong Sky menatap jauh ke depan.


"Elvira, aku akan mendapatkan mu." Gumam nya kemudian. Tak lama Sky menatap ke depan saat melihat wanita cantik yang datang tiba-tiba masuk ke dalam ruang CEO miliknya.


"Tuan.."


Sky menyipitkan matanya melihat wanita cantik itu menunduk, mengingat kembali siapa wanita yang berdiri di depannya. Tak lama kemudian Sky tersenyum tipis melihat wanita yang berdiri di depan nya ini.


"Ada yang bisa saya bantu nona.?"


Selin mendongak menatap wajah tampan Sky, rekan bisnis daddy nya yang telah mengambil alih perusahaan daddy nya saat ini.


"Tuan anda tak bisa seperti ini, tuan sudah mengambil milik saya, kenapa anda membohongi daddy saya."


Ucap Selin takut takut menatap wajah tampan Sky. Pria yang dulu telah mengambil keperawanan nya saat bernegosiasi dengan daddy nya dan dialah yang menjadi taruhannya. Tapi sekarang justru pria ini, membohongi daddy nya dan mengambil alih perusahaan daddy nya.


"Apa kau pikir milik mu terlalu mahal nona, hingga aku harus membelinya dengan ratusan dolar secara cuma-cuma."


Selin mengepalkan tangannya mendengar penuturan pria di depannya ini. Tak menyangka jika pria ini akan menghinanya seperti ini.


"Apa maksud anda tuan,?"


"Kau pikir aku tak tau apa yang ayahmu lakukan di belakangku nona. Jangan harap aku bisa kalian tipu, nona. Keluar dari sini." Nada dingin Sky menatap tajam wanita cantik yang berdiri di depannya.

__ADS_1


Selin gelagapan saat mendengar penuturan pria di depannya ini di, ia meremas gaun pendek yang di pakainya. Tak mungkin pria ini tau jika daddy nya menipunya.


"Tuan itu tak benar."


Sky tersenyum miring melihat kegugupan wanita yang pernah menghabiskan malam dengan nya. Sedangkan Selin sendiri menghampiri Sky, dan mengangkat tangan nya mencoba menggoda pria yang mengambil mahkota milik nya. Selin akui jika percintaan singkat mereka yang akhirnya merugikan dirinya, tapi ia akui jika ia ingin melakukan lagi dengan Sky. Ia ingin pria ini menyentuhnya lagi seperti sebelumnya.


"Tuan, aku ingin_"


Selin menggigit bibir bawahnya sendiri, gugup bagaimana mengatakan nya jika ia ingin pria ini menyentuhnya lagi.


Sky tau apa yang di inginkan oleh wanita yang sedang menggodanya. Wajah nya mendekat padanya dan berbisik.


"Apa kau ingin bercinta lagi dengan ku nona.?" Selin mendongak menatap mata tajam Sky yang menyorot padanya.


Tak lama Selin mengangguk mengiyakan ucapan Sky. Tangan nya turun ke bawah dan berhenti di tengah paha Sky. Dengan cepat Sky menyingkirkan tangan wanita yang berani menyentuh mu milik nya.


Cih...


Selin mematung mendengar nya, tak lama ia mundur tanpa mengalihkan pandangannya pada pria yang sudah mengambil kehormatan nya. Wajah pria ini sangat menyeramkan menurut Selin. Sebelumnya ia tak pernah melihat wajah yang seperti itu.


"Tuan lepaskan saya,"


Calvin tetap menyeret tangan wanita yang mencoba merayu tuannya. Sedangkan Sky sama sekali tak perduli dengan wanita yang berteriak di tangan Calvin. Mata tajam nya menyorot tajam pada wanita di tangan Calvin.


"Elvira, kau sungguh membuatku gila."


Sky bangkit dan pergi meninggalkan perusahaan miliknya. Sementara Calvin yang melihat tuannya keluar dari ruang CEO, mengikuti langkah tuannya.


"Studio.."

__ADS_1


Calvin hanya mengangguk mengiyakan ucapan tuannya. Ia tak habis pikir dengan tuannya, mengejar wanita yang masih bersuami. Bagaimana jika tuan Haidher tau tentang tuannya, yang gila seperti ini.


Sampai di studio Sky turun dan mencari keberadaan Elvira. Pria ini sudah tak sabar ingin bertemu dengan wanita liar yang membuatnya tergila gila. Tak lama Sky tersenyum lebar saat melihat wanita cantik yang di carinya terlihat oleh mata nya. Ternyata ia tak salah jika Elvira akan pergi keluar dari kamar nya. Ia pikir Elvira akan mengurang dirinya di dalam kamar, saat semalam ia meninggalkan nya Elvira terlihat sedih dan banyak pikiran.


"Nona, pria yang dulu pemotretan bersama dengan nona ada di sini." Elvira mengerutkan keningnya mendengar penuturan Caca, tapi tak lama Elvira sadar siapa yang di maksud dengan Caca. Elvira menoleh dan matanya terbelalak melihat pria itu datang kemari.


"Tuan Luis,"


Gavin menyambut Sky dan tersenyum lebar pada pria yang dulu menjadi partner Elvira di depan kamera. "Tuan anda belum melihat hasilnya, saya akan menunjukkan foto nya tuan." Sky melirik ke arah Elvira yang berdiri tak jauh dari nya. Ia sama sekali tak berniat melihat hasil saat ia dan Elvira berpose di depan kamera nya.


"Saya tak menyangka tuan, pebisnis seperti anda, bersedia menjadi model kami meski hanya satu kali setidaknya kami sangat berterima kasih, apalagi anda berpasangan dengan nona Elvira, terlihat sangat serasi."


Sky tak menanggapi ucapan pria di depannya ini, mata tajam nya masih menatap ke arah Elvira yang berdiri dengan asistennya. Seperti biasa, Elvira memakai pakaian yang cukup seksi dan terbuka. Kaki nya melangkah lebar mendekati Elvira yang sama sekali tak menatap nya. Sedangkan Gavin sendiri mengerutkan keningnya saat mendapati Luis berjalan mendekati Elvira. Ia tak tau apa yang akan pria itu lakukan pada istri Mark Harrold, pemilik studio tempat nya bekerja.


"Apa dia ingin membahas mengenai pemotretan waktu dulu. Ah aku belum memberitahukan pada tuan Mark jika Istrinya dan tuan Luis menjadi modelnya Minggu ini. Dia kan dulu yang datang kemari dan ingin bekerja sama dengan tuan Mark, aku akan memberitahukan tuan Mark nanti."


Gavin tak tau jika niat Sky bukan menjadi model untuk Mark, tapi Sky berniat merebut Elvira istri Mark Harrold menjadi miliknya.


*


Mata Elvira menatap tajam kearah pria yang berdiri di depannya. Nafasnya naik turun jika pria bayaran nya ini berani mendatangi nya.


Elvira memang masih menjadi model di agensi milik Mark, bagi Elvira masalah rumah tangga nya tak ada hubungannya dengan profesinya. Ia tetap bekerja seperti biasanya.


"Apa yang kau inginkan tuan.?" Ucap Elvira datar dan dingin menatap wajah tampan Sky. "Pergi dari sini, sebelum mereka mengetahuinya tuan. Apa anda sengaja agar mereka tau, apa anda ingin menghancurkan karir saya." Masih diam mematung dan menatap wajah cantik Elvira. Sky sama sekali tak menjawab ucapan Elvira.


Sedangkan Caca yang berdiri di samping Elvira bingung dengan apa yang di katakan Elvira. Ia sama sekali tak mengerti, di tambah lagi dengan kejadian kemarin saat nona Elvira dan tuan Mark bertengkar, Caca benar benar bingung.


"Aku akan mendapatkan mu."

__ADS_1


.


.


__ADS_2