Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.41 # Kecewanya Elvira


__ADS_3

"Kau menipuku.?" Ucap Jordan pada Sky, wajah nya merah padam menahan emosi pada pria muda di depannya ini.


"Tidak ada yang menipumu tuan Jordan, aku sudah membeli perusahaan mu dengan harga tinggi. Bukankah kau menerima uang ku tuan Jordan, lalu di mana kesalahan ku kali ini.?" Jawab Sky, menatap datar pada Jordan.


"Tapi kau sudah mengambil milik putri ku brengsek." Teriak Jordan tak terima.


Click...


"Jangan berani berteriak pada tuanku Jordan."


Calvin menodongkan senjata api nya pada Jordan. Geram dengan pria berkepala plontos ini berteriak keras pada tuannya.


Tubuh Jordan menegang saat sebuah senjata api mengarah padanya. Ia tak menyangka jika Ausky Luis adalah pria misterius yang menjebaknya. Ia menyesal telah berurusan dengan Ausky Luis.


Sedangkan Devano masih menatap lekat putra Haidher. Ia yakin jika Ausky Luis bukanlah pria sembarangan. Dia lebih licik dari ayahnya.


"Tuan Jordan, kau yang menawarkan putri mu padaku. Dan kau bilang aku sudah menipu mu, cih... putri mu sama sekali tak bisa memuaskan ku."


Hina Sky pada Jordan.


"Elvira, tentu saja hanya Elvira yang bisa memuaskan ku..." Gumam Sky dalam hati.


Sky tersenyum lebar mengingat jika Elvira lah yang bisa menaklukan milik nya.


Tentu saja Jordan merasa terhina oleh Sky. Ia berang dan mendatangi Sky, tapi sebelum Jordan dekat dengan Sky, sebuah bunyi tembakan mengagetkan nya.


Dor...


Prang..


Sky tersenyum miring melihat wajah Jordan yang pucat pasi. Ia mengibaskan tangannya pada Calvin. Sedangkan Devano masih menatap tak percaya pada putra Haidher.


"Timah panas itu akan bersarang di kepala mu jika kau melawanku tuan Jordan." Bisik Sky.


Jordan diam, ia masih shock mendengar suara tembakan. Ia pikir ia akan berakhir di sini di tangan Ausky Luis.


"Tuan,"

__ADS_1


"Ingat tuan aku pemilik sebenarnya perusahaan mu, dan kau sudah menjualnya padaku. Tentang putri mu kau sendiri yang menawarkan nya padaku. Jadi jangan macam-macam denganku. Keluar dari sini, aku tak membutuhkan mu lagi di sini."


Sky menatap datar pada pria plontos di depannya ini.


"Tuan.."


"Keluar ku bilang, kau tau aku bisa saja membunuhmu karna kau mau menipuku Jordan. Keluar..."


Jordan terkesiap mendengar bentakan keras Sky, tak lama ia keluar dari perusahaan milik nya sendiri. Ia tak menyangka jika uang yang Luis berikan adalah uang hasil penjualan perusahaan nya sendiri, tapi bodoh nya ia tak mengetahui hal itu. Ia pikir pria itu meminjamkannya padanya dan menanamkan saham milik nya, ternyata Ausky Luis sudah menipunya. Dan pria itu tau jika ia berniat menjual perusahaan miliknya. Tapi pria itu sudah lebih dulu mengetahui niatnya. Dari mana dia tau jika ia berniat menjual nya.


"Brengsek.."


*


"Kau sudah menipunya Luis."


Ucap Devano pada Sky, ia tak menyangka jika pria di depannya ini lebih licik.


Sky menoleh pada Devano, ia tak perduli tanggapan pria paruh baya di depannya ini. Menipiskan bibir nya melihat wajah pria paruh baya yang duduk tak jauh darinya.


"Kau pikir kau bisa merebutnya dari ku tuan. Aku tetap lebih unggul darimu tuan Devano."


"Kau terlalu sombong Luis." Ucap Devano menatap tajam pada Sky.


Sky tersenyum smirk melihat wajah merah padam Devano yang menatap nya. "Kau mengincar nya bukan, tapi sayang nya aku lebih dulu yang mendapatkannya. Satu lagi, bukan aku yang menipunya, tapi kaulah yang mengiming-imingi nya agar menjualnya padamu. Padahal kau sendiri sudah tau jika akulah pemilik yang sebenarnya tuan Devano."


Devano mengeraskan rahangnya, ia bangkit dan pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Sky. Ia tak menyangka jika putra Haidher lebih licik dan juga cerdas dari nya.


Sky tersenyum smirk, tak ada yang bisa merebut nya darinya jika sudah menjadi miliknya.


*


Elvira menatap wajah Mark datar. Tangan nya terkepal erat melihat Mark sudah merendahkan nya dan melukainya.


Mark sendiri melangkah ke kamar mandi, dengan tubuh polosnya. Sampai di kamar mandi ia menjambak rambut tebal nya sendiri saat melihat tatapan benci Elvira padanya.


Mark terduduk di kloset, menyesali perbuatannya pada Elvira. Ia terbawa suasana, emosi nya memuncak mendengar jika Elvira menghabiskan malam panas dengan pria lainnya.

__ADS_1


"Maafkan aku El, aku tak bisa mengontrol emosiku."


Mark menyesal telah melakukan semua ini pada Elvira. Ia menyetubuhi Elvira tanpa bertanya pada nya apakah Elvira menikmati nya atau tidak. Yang ada dalam pikirannya, ia bisa memuaskan Elvira agar Elvira tak bercinta lagi dengan pria lain di luar sana.


Elvira bangun dari ranjang nya, ia berjalan ke arah lemari pakaian milik nya. Mengambil pakaian ganti dan memakainya. Ia keluar dari kamar yang membuat hati nya hancur dan tercabik cabik. Mark sungguh tega padanya, ia tak menyangka jika Mark akan melakukan semua ini padanya tanpa bertanya apa alasan nya.


Mark keluar dari kamar mandi, ia tak mendapati istrinya di kamar nya. Berjalan mengambil pakaian nya dan memakai nya tergesa-gesa. Keluar dari kamar dan berlari keluar pintu mension.


"Kau mencari siapa Mark.?"


Mark berbalik, ia bernafas lega melihat Elvira masih berada di mension mewah nya.


"Maafkan aku El,"


Cih....


"Ingat Mark, aku sudah mengatakan nya berulang kali padamu. Aku bukan wanita yang bodoh yang bisa kau permainkan Mark. Kau tak bertanya kapan aku bercinta dengan pria lain yang ku bayar Mark."


"Elvira, jangan memancing kemarahan ku lagi, apa kau bisa."


Teriak Mark menggema di seluruh mension mewah milik nya. Ia sungguh tak terima mendengar jika Elvira bercinta dengan orang lain selain dirinya.


Elvira tersenyum masam, Mark sungguh egois. Menghembuskan nafasnya perlahan jika ia bukanlah wanita yang bisa Mark permainkan.


"Apa sebenarnya yang kau lihat dariku Mark. Kau pikir aku adalah wanita murahan bukan. Ya aku wanita murahan dan semua itu karna aku membalas mu."


Mark mengerutkan keningnya mendengar penuturan Elvira. Ia menatap tajam pada wanita yang sudah menemaninya beberapa tahun terakhir ini. Dan dia bilang dia membalasnya.


"Kau melemparkan tubuhmu pada orang lain, tapi kau mengatakan jika kau membalas perbuatan ku. Kau tak perlu mencari pembelaan Elvira, kau memang tak puas dengan satu pria."


Plakk...


Kali ini Elvira yang menampar wajah Mark, Elvira sudah sangat terhina dengan penuturan Mark padanya. Terang saja ia emosi mendengarnya, lagi dan lagi Mark menghinanya.


"Malam ulang tahun pernikahan kita, apa kau ingat Mark. Aku menunggumu berjam jam, menunggu suaminya yang bercinta dengan sekertaris nya, benar bukan."


Deg....

__ADS_1


.


.


__ADS_2