
Elvira berjengit kaget saat mendengar suara pintu di ketuk, begitupun dengan Sky yang kaget dan menggigit ujung kecoklatan milik Elvira.
"Yakkk.."
Buk...
"Maaf sayang aku tak sengaja." Sky merasa bersalah saat menggigit ujung milik Elvira.
Elvira melotot kan matanya saat sadar apa yang ia lakukan dengan pria di depannya ini.
"Brengsek,"
Mengumpat dirinya sendiri yang terlena dengan rayuan Sky pada, ia melepaskan diri dari Sky dan mendorong tubuh tinggi Sky. Mengambil handuk milik nya yang teronggok di lantai begitu saja. Sedangkan Sky yang melihat tubuh polos Elvira menelan ludahnya cekat.
"Sial..."
Sky mengumpat saat milik nya tiba tiba saja mengembang melihat body Elvira yang terpampang nyata di depannya.
Sedangkan Elvira sudah tak perduli, biarkan saja ia menjadi wanita murahan di depan pria ini, bukankah ia sudah menjadi wanita murahan sejak tidur dengan nya.
Tok... Tok..
Setelah memakai handuk, Elvira membuka pintu kamarnya dan melongok kan wajahnya.
"Ada apa bibi,?" Tanya Elvira saat melihat pelayan mension Damian di depan pintu kamar nya.
"Nona di tunggu tuan dan nyonya besar sarapan nona." Ucapnya menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Bilang pada mommy aku akan terlambat, aku baru bangun bibi." Pelayan mengangguk mengerti dan tak lama pergi meninggalkan kamar nona nya. Sedangkan Elvira berbalik dan sudah mendapati Sky yang berdiri di depannya dan tanpa permisi mencium bibir nya.
Elvira berontak dan memukul dada bidang Sky. Sky tak perduli dengan rontaan Elvira, ia tetap membungkam bibir Elvira dan melesakkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Elvira, tapi Sky melepaskan Elvira saat lidah nya di gigit oleh Elvira.
"Kau brengsek.."
Nafas Sky memburu menahan hasrat birahinya yang semakin meningkat. Tak perduli dengan pukulan tangan Elvira padanya. Nafas Elvira memburu menahan emosi, tak ia menatap wajah pria brengsek di depannya ini.
"Diam di sini atau aku akan menghancurkan milik mu tuan. Kau tau telur mu sudah retak, kemungkinan besar dia gampang pe_"
"Kenapa kau suka sekali mengancam ku, ya aku akan diam di sini." Potong Sky cepat mendengar ancaman Elvira padanya lagi. "Dia benar benar wanita liar, ingin memecahkan milik ku, yang ada dia yang akan rugi nanti nya."
Elvira tak menghiraukan gerutuan Sky, ia masuk ke dalam walk in closed dan memakai baju milik nya. Mengutuk dirinya yang selalu tergoda dengan pria bayaran nya. Ia tak menyangka jika hidup nya akan bertemu dengan pria menyebalkan seperti nya.
Keluar dari walk in closed, Elvira menatap tajam wajah tampan Sky.
"Lepas pakaian mu dan ganti dengan itu.!"
Sky mengerutkan keningnya mendengar perintah Elvira. Ia berjongkok mengambil pakaian yang di lemparkan Elvira padanya, tak lama ia melototkan matanya melihat baju yang di yakini milik Elvira.
"Kau menyuruhku memakai gaun milik mu Baby. Kau pikir aku apa, aku pria tulen, jangan macam-macam denganku., mana aku sudi mamakai pakaian seperti ini.?"
Sky shock dan menggelengkan kepalanya, menolak mentah-mentah permintaan Elvira padanya. Melemparkan gaun di tangannya dan melotot tajam pada Elvira.
"Kau pikir bagaimana kau akan keluar dari kamar ku hah.?"
Teriak Elvira berjalan menuju meja rias, tak perduli dengan tatapan tajam Sky padanya. "Pikir kan telur mu, aku bisa saja berteriak dan mengatakan kau penyusup di kamar ku." Lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Ya berteriak lah, aku yakin Damian yang akan ma_" Jawab Sky tak kalah keras, yang benar saja dia harus memakai baju Elvira.
"Tak masalah, aku masih bisa hidup normal, tapi bagaimana dengan telur yang pecah." Potong Elvira cepat, menaburkan bedak di pipinya dan memakainya lipstik merah terang di bibirnya. Tak perduli dengan umpatan pria di belakangnya. Ia yakin jika pria itu akan menuruti perintah nya.
"****.. Kau pintar mengancam ku nona."
Sky melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya dan membuangnya asal menggantinya dengan gaun milik Elvira, bibirnya tak berhenti mengumpat Elvira. Sedangkan Elvira tersenyum smirk, berbalik menatap tubuh tinggi Sky yang ditekuk.
Wajah Sky merah padam melihat senyum terkembang di bibir Elvira padanya. Ia yakin jika Elvira sedang menertawakan nya. Elvira menatap tubuh tinggi Sky dari atas sampai ke bawah. Ingin sekali ia tertawa terbahak melihat nya. Tapi ia tak ingin pria ini marah dan akhirnya membongkar kegilaan nya.
"Ayo sini, kau sangat seksi tuan,"
Senyum Elvira semakin lebar berjalan mendekati Sky , tak perduli dengan wajah merah padam Sky yang siap meledak. Mengelus dada bidang Sky yang naik turun menahan emosi.
"Kau akan mendapatkan hukumanmu nona." Mata tajam Sky menatap tajam pada wanita liar di depan nya ini. Entah kenapa ia menurut pada Elvira, padahal bukan hal yang besar ia keluar dari sini. Ia bisa keluar dari sini tanpa orang lain tau. Tapi entah hari ini, Sky terlihat bodoh dan menurut pada Elvira. Memakai gaun milik Elvira begitu saja. Jelas saja jika Calvin atau orang lain tau ia bisa malu sampai di dasar bumi. Apalagi jika rekan bisnisnya yang tau, jatuh harga dirinya seketika.
Apa ia juga sudah gila dan tergila gila dengan Elvira.
"Tak masalah, ayo kau harus terlihat cantik di depan Daddy dan mommy ku. Jangan sampai mereka curiga padamu tuan. Pikirkan telur mu yang sudah retak itu."
Elvira menarik tangan Sky dan mendudukkan nya di depan meja riasnya.
"Apa yang kau lakukan El..?"
.
.
__ADS_1