Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.117#Membawa pulang kembali


__ADS_3

"Bawa kami pulang bersamamu Mark."


Mendengar penuturan Elvira, Mark semakin menangis mendengar nya, ia tak percaya jika Elvira akan kembali ke dalam pelukannya. Mark menganggukkan kepalanya, ia tak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuknya yang di berikan Elvira padanya.


"Terima kasih sayang."


Ucap Mark masih memeluk perut Safira dan menangis. Mark tak perduli jika ia di katakan pria lemah sekalipun. Mark memang tak bisa hidup tanpa Elvira, apalagi mereka memiliki buah hati sekarang. Mark tak rela jika Sky mengambil mereka berdua.


Damian yang berdiri tak jauh dari sana bisa mendengar pembicaraan mereka berdua. Entah apa yang Damian pikirkan saat mendengar penuturan Elvira. Elvira masih mencintai Mark dan dia bisa apa. Tentu saja hanya bisa mendoakan Elvira dan cucunya. Ia sudah berjanji pada Elvira saat koma, ia akan menuruti semua keinginan Elvira. Dan ia yakin jika Elvira ingin ia merestui hubungannya dengan Mark. Damian juga yakin jika Elvira akan segera rujuk kembali dengan Mark demi putrinya juga.


Damian keluar dari persembunyiannya, berjalan menghampiri putrinya dan Mark. Dengan wajah dingin dan datar, Damian menatap Mark yang berjongkok di hadapan Elvira.


"Jangan pernah kau mencoba menyakiti putri ku lagi Mark Harrold. Aku akan langsung membunuhmu jika aku tau kau mempermainkan putri ku kembali, camkan itu."


Sarkas Damian pada Mark, ia lalu pergi meninggalkan Elvira dan Mark. Damian masih belum menerima perlakuan Elvira pada putrinya. Tapi mau bagaimana lagi, semua itu demi putri dan cucunya. Raline yang mendengar penuturan suaminya tersenyum tipis. Ia pikir Damian akan kekeh dengan pendiriannya selama ini.


Malam harinya Mark tak menghilangkan senyum lebar di bibir tebalnya. Saat ini Mark akan menjemput Elvira dan putrinya pulang ke mension mewahnya.


Mark sudah tak sabar membawa istri dan putrinya kembali lagi ke mension mewahnya. Helena yng melihat senyum lebar Mark terharu dan bahagia. Tak terasa ia juga mengusap air matanya yang basah melihat bagaimana bahagia Mark yang akan membawa pulang Istri dan putrinya kembali lagi ke mension.

__ADS_1


"Anak itu, bahkan lupa dengan ku yang berdiri di sini."


Helena menggelengkan kepalanya saat melihat Mark yang pergi tanpa pamit padanya. Keponakan nya itu ternyata sudah tak sabar ingin membawa Elvira dan putrinya pulang ke mari. Sungguh ia ikut bahagia melihat Mark yang kembali bahagia bersama istrinya.


Tak lama kemudian Helena menelpon asistennya untuk memerankan tiket pesawat terbang untuk dirinya kembali pulang ke negaranya.


Mark yang sampai di depan pintu mension Damian semakin tersenyum lebar saat melihat Elvira yang menggendong putrinya menunggu dirinya. Tak ada yang paling membahagiakan bagi Mark selain melihat pemandangan seperti ini.


Cup... Cup..


Mark langsung melabuhkan ciumannya pada pipi gembul putrinya dan mengambil alih Callista dari gendongan Elvira. Elvira sendiri yang melihat Mark tersenyum tipis. Ia tau bagaimana bahagianya Mark saat ini.


"Dad mom aku akan membawa pulang istri dan putriku."


Damian mendengus, ia berbalik masuk ke dalam mension kembali. Sedangkan Raline yang melihat suaminya hanya menghembuskan nafasnya perlahan. Tak beda dengan Mark yang melihat Damian pergi meninggalkannya. Mark tau jika sebenarnya Damian tak mengijinkan Elvira kembali lagi padanya. Tapi Mark akan buktikan jika ia bisa membahagiakan Elvira dan cucunya. Cukup satu kali ia melakukan kesalahan yang fatal dan Mark berjanji tak akan mengulanginya lagi.


Ia sudah tau arti kehilangan sesuatu yang berharga untuknya. Mark tak akan melakukannya lagi.


Elvira sendiri menatap nanar pada Damian, ia menghembuskan nafasnya perlahan. Ia yakin jika Damian akan kembali menerima Mark di kemudian hari. Ya Mark memang sangat mengecewakan daddy nya terlebih dirinya. Tapi Elvira akan mencoba membuka lembaran baru lagi dengan Mark Harrold. Terlebih mereka mempunyai seorang putri, yang membutuhkan kasih sayang yang lengkap.

__ADS_1


"Pergilah, bawa istri dan putrimu kembali, daddy masih kecewa denganmu Mark, kau harus bersabar menghadapinya. Bahagiakan putri dan cucuku, jangan sakiti mereka Mark Harrold."


Mark mengangguk mengiyakan ucapan Raline. Tak lama Mark berbalik dan menggandeng Elvira masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Babysitter putrinya duduk di jok depan bersama dengan supir pribadinya.


Sky yang melihat mobil Mark keluar dari mension Damian menggepalkan tangannya. Tatapan matanya yang menatap tak berkedip pada mobil di depannya yng melaju meninggal Mension Damian. Sky sungguh sangat menyedihkan melihat pemandangan seperti ini. Ternyata Elvira begitu mencintai Mark, terlihat Elvira mau kembali bersama Mark setelah pagi tadi Mark memohon padanya.


"Jalan.. "


Calvin melakukan mobilnya kembali mengukuti mobil yang membawa Elvira. Calvin sendiri sungguh tak percaya jika nona Elvira akan secepat ini kembali bersama Mark suaminya. Hingga membuat hati pria yang duduk di belakangnya semakin keras dan terlihat kecewa.


Calvin sendiri tak tau apa yang akan tuannya lakukan m Apa tuannya ingin berpamitan dengan nona Elvira atau tidak. Tapi sepertinya tuan Sky akan berpamitan dengan nona Elvira jika malam hari ini mereka akan kembali lagi ke negaranya.


"Hentikan mobilnya."


Titah Sky menatap mobil Mark yang berbelok dan masuk ke dalam gerbang pintu mension Mark. Entah apa yang Sky pikirkan saat melihat Elvira kembali lagi masuk ke dalam mension mewah suaminya. Yang jelas Sky sakit hati dan terlalu kecewa. Meski sadar jika itu adalah obsesinya pada Elvira, tapi Sky masih berharap Elvira akan menjadi miliknya. Tapi ternyata Elvira tetap menjadi milik Mark Harrold.


"Jalan.. "


.

__ADS_1


.


__ADS_2