
Terdengar suara asing di telinga Sonia dan itu bukan suara Mark. Tak lama kemudian Sonia mengeratkan giginya emosi pada Elvira. Semalam ia mencari keberadaan nya dan ternyata benar jika Elvira sedang bersama dengan seorang pria dan sedang bersenang-senang.
"Elvira.."
"Diamlah Sonia, semalam aku tak tau jalan pulang dan aku bertemu dengan orang gila dan dia sakit, itu sebabnya aku membawanya ke rumah sakit. Aku tak tega melihatnya yang mengigau dan memanggil sayang sayang terus padaku."
Sementara Sky yang mendengar penuturan Elvira menatap tajam pada nya. Elvira acuh, ia tetap melanjutkan bicara nya dengan sahabatnya di sambungan telepon. Hingga sepuluh menit berlalu Elvira mengakhiri sambungan telepon nya.
"Kau mengatakan aku gila,"
Ucap Sky menatap tajam pada Elvira. Sedangkan Elvira melirik sinis, ia berjalan mendekati sofa dan mendudukkan dirinya di atas sofa. Mengangkat sebelah kakinya tumpang tindih di hadapan Sky. Terang saja Sky bisa melihat paha mulus Elvira yang hampir saja memperlihatkan gundukan kecil yang tersembunyi di tengah paha Elvira. Karna Elvira belum memakai pakaian dalam.
"****, sialan,"
Umpat Sky pada milik nya yang tak merespon. Nafasnya naik turun membayangkan bagaimana jika senjata ampuhnya tak bangun juga.
"Aku akan mengikatmu di ranjang milik ku jika dia tak bangun nona." Elvira menoleh dan mengangkat sebelah alisnya. Menipiskan bibir nya mengejek Sky yang menatapnya tajam.
"Ck... Mungkin itu adalah hukuman untuk mu tuan. Bukankah milikmu itu selalu merampas harta paling berharga seorang wanita, kupikir itu adalah karma untuk mu."
__ADS_1
Nafas Sky memburu mendengar celotehan Elvira, tapi tak lama kemudian Sky tersenyum penuh kemenangan.
"Kemari, bantu aku menyembuhkannya, jika tidak ingin karir dan nama keluarga mu hancur nona." Ancam Sky pada wanita yang duduk cantik di sofa. Senyum penuh kemenangan Sky tunjukan pada Elvira yang menatapnya.
Elvira mengumpat Sky ia berjalan mendekati Sky dan duduk di sampingnya.
"Kau selalu membawa keluarga ku untuk mengancam ku sialan." Elvira bangun dan mendekati Sky. Bibir merah jambunya tak berhenti mengomel dan mengutuk Sky. Duduk di samping pria yang terbaring pasrah.
"Kau seperti mau mati tuan, tak seimbang dengan tubuh besar mu. Ku rasa hanya telur mu saja yang retak, tapi kau seperti bayi yang tak bisa apa-apa, menyebalkan." Sky tak menggubris ucapan Elvira, mata tajam nya menatap bibir Elvira yang mengumpat nya.
"Elus dia,"
"Elus yang sakit," Elvira menggangguk mengiyakan, tapi tak lama ia memekik keras, hingga membuat Sky berjengit kaget mendengar pekikan keras Elvira.
"What..."
Pekik Elvira kaget mendengar penuturan Sky. Matanya melotot tajam pada pria bayarannya ini. "Kau, jangan gila, aku tak akan pernah melakukan nya. Kau pikir aku_"
"Terserah padamu."
__ADS_1
Potong Sky cepat. Gigi Elvira gemerutuk mendengarnya. Tak lama kemudian ia mendesah lirih, tangannya terulur dan mendarat tepat di tengah paha Sky. Mengelus benda tumpul yang ia pukul tadi, dan mau tidak mau ia harus menuruti keinginan pria gila yang terbaring di sampingnya.
"Bukan dari situ, dari dalam. Jangan berani memukulnya lagi, jika kau tak ingin Damian hancur." Elvira mengeratkan giginya emosi lagi lagi pria gila ini membuatnya ikut gila bersamanya. Elvira mengatur nafasnya yang memburu menahan emosi pada nya.
"Kau benar benar mencari kesempatan heh." Jawab Elvira memasukan tangan nya ke dalam selimut. "Itu benar nona, bukankah kau yang membuatnya sakit, jadi kau yang harus membuatnya sembuh juga." Jawab Sky dengan santai, sama sekali tak malu jika milik nya yang lemas dan seperti jeli di elus oleh tangan lentik Elvira.
Elvira mendesah, ia membuka sedikit celah selimut dan tangan kanannya masuk ke dalam. Mencari keberadaan tombak Sky yang meleleh seperti es lilin. Mengerutkan keningnya saat tangan kanannya menyentuh benda lembek dan kenyal. Menusuk nusuk dengan jari telunjuknya dan tak lama dia mengkerut . Elvira terkikik geli membayangkan milik Sky saat ini. "Jangan di tusuk." Sembur Sky menatap Elvira yang mempermainkan nya. Dia pikir miliknya mainan apa.?
Elvira melirik sinis ke arah Sky, bibir nya mencebik, mengumpat pria bayaran nya.
"Elus yang lembut," Ucap nya lagi, memejamkan matanya menikmati elusan tangan lentik Elvira pada milik nya. Masih dongkol jika milik nya masih belum merespon dan bergerak. "Seperti ini." Sky mengangguk mengiyakan ucapan Elvira.
"Awas saja jika dia tak bisa berdiri sendiri, kau harus bertanggung jawab." Ancam Sky pada Elvira.
Elvira mendengus mendengar nya, tak lama kemudian ia mengangkat sudut bibirnya, menatap wajah Sky.
"Masih besar punya Mark."
"Apa.."
__ADS_1