
Sampai di depan mension Damian, seperti biasa Mark tak di biarkan masuk ke dalam. Mark bahkan memohon pada penjaga agar membiarkannya masuk sebentar saja. Tapi sayangnya penjaga tak bergeming sedikitpun.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Elvira, sebentar saja." Hiba Mark.
"Maaf tuan.."
Penjaga menundukkan wajahnya, mereka berdua sebenarnya tak tega melihat wajah Mark Harrold, tapi mau bagaimana lagi tuan besar tak mengijinkan pria ini masuk ke dalam.
Mark melangkah lagi masuk ke dalam mobilnya. Ia mengusap wajahnya kasar, mengingat mereka sama sekali tak membiarkan nya masuk.
"Apa mereka sangat membenciku, aku tau aku salah. Aku hanya ingin bertemu Elvira."
Mark menyalakan mobilnya kembali dan pergi meninggalkan mension Damian. Mark berpikir, ia akan kembali lagi besok, sampai Damian mengijinkan ia bertemu dengan Elvira.
Sedangkan di dalam kamar Elvira, ketiga orang yang masih diam membisu ini sibuk dengan pikirannya masing masing. Apalagi Elvira, apa yang harus ia katakan pada ayah dan ibunya jika ia bingung bayinya milik siapa. Mengatakan pada Mark, bagaimana jika bukan milik Mark. Mengatakan pada Sky bagaimana jika bukan juga milik Sky dan milik Mark. Apalagi mereka tak tau jika ia pernah bercinta dengan Ausky Luis.
"Istirahatlah besok kita akan kerumah sakit."
Damian membuka mulutnya setelah sekian lama bungkam. Biar bagaimanapun juga Elvira harus pergi ke rumah sakit. Memastikan apa benar Elvira hamil atau tidak, walau ia membenci Mark, dia tetap cucunya.
*
Setelah melihat kedua orang tuanya keluar dari kamarnya. Elvira memejamkan matanya.
"Apa yang harus aku lakukan.? brengsek, kenapa aku harus bodoh seperti ini."
Elvira menyambar ponsel miliknya dan menghubungi Sonia. Sahabat satu satunya yang tau tentang kegilaannya.
"Ada apa, aku mengantuk El."
"Aku hamil.."
Sonia yang mendengar penuturan Elvira mengerutkan keningnya. Tapi tak lama ia berteriak kencang hingga membuat terlinga Elvira berdengung.
"Apa hamil,.."
Elvira menggosok telinganya, bibirnya menggerutu mendengar suara teriakan Sonia di telinganya.
"Kau hamil El, jangan bercanda El. Apa kau pikir aku percaya padamu, aku tak percaya jangan mengada-ada."
Cerocos Sonia di telinga Elvira, dan Elvira hanya bisa mendesah lirih.
__ADS_1
"Itu benar.." Lirih Elvira.
"Oh ya ampun Elvira... kau akan terkena masalah. Jangan sampai tuan Luis dan Mark yang mengaku sebagai ayahnya. Bagaimana dengan daddy mu El, oh ya ampun aku pusing mendengarnya. Memangnya berapa usia kandungan mu El." Cerocosnya lagi tanpa jeda.
"Belum tau, besok baru akan pergi ke rumah sakit. Dokter daddy yang bilang jika aku kemungkinan hamil. Dan aku memang sudah telat delapan hari, itu artinya dia tak bohong." Jawab Elvira lirih, memijit kepalanya yang pusing.
"Aku pusing mendengarnya El."
"Aku harus bagaimana.?"
Sonia yang mendengar suara lirih Elvira kasihan dan juga geram. Bagaimana mungkin Elvira bertindak bodoh seperti itu. Elvira pasti sangat shock dan juga bingung. Apalagi dia sudah bercerai dari Mark.
"Tidurlah El, kau sudah lama menantikan ini, jangan sampai kau stres. Kau akan baik baik saja, percayalah."
"Hemm.."
Tut.. Tut..
Elvira menyimpan kembali ponsel miliknya, ia membaringkan tubuhnya yang lelah. Ya ia sudah menantikan kehadiran buah hatinya. Empat tahun ia menunggunya dan ia tiba tiba saja hadir, tentu ia tak akan menyia-nyiakan kehadirannya.
Menyentuh perutnya yang masih rata, memejamkan matanya jika semua pasti akan baik baik saja.
*
"Ya.." Jawab Elvira lirih, berjalan mengikuti ibunya turun ke bawah.
Sampai di rumah sakit, Elvira dan kedua orang tuanya berjalan ke arah dokter spesialis kandungan. Damian sudah menelpon kepala rumah sakit jika mereka akan datang kemari.
"Tuan Damian, nyonya, nona, mari silahkan."
Mereka bertiga sudah di sambut oleh dokter yang akan memeriksa Elvira. Elvira sendiri yang masih takut hanya berdiri di samping Ibunya.
"Nona ayo kita lihat si kecil dulu."
Ajak dokter pada Elvira yang berdiri mematung di samping ibunya yang sudah mendudukan dirinya. Dokter sudah tau jika anak dari Damian ingin memeriksa kandungannya.
"I_ya.."
Damian dan Raline berpikir jika Elvira pasti shock mendengar jika dia hamil saat sudah menjadi janda. Tapi yang sebenarnya yang di pikirkan Elvira lebih dari itu.
Elvira berbaring di ranjang yang lumayan tinggi. Ia memejamkan matanya saat merasakan dingin di perutnya yang rata. Tak lama Elvira merasa ada sesuatu yang menempel di perutnya.
__ADS_1
"Nona coba lihat, apa anda bisa melihatnya, dia masih sangat kecil, baru sebesar biji kacang polong."
Elvira diam, jantungnya serasa mau lepas dari tempatnya, saat melihat gambar di layar monitor yang menampilkan warna hitam putih. Tak terasa setitik air matanya jatuh begitu saja. Ia benar benar hamil dan akan menjadi seorang ibu.
"Nona apa anda bisa melihat yang ini.?"
"Iya.."
Elvira mengusap pipinya yang basah, tak lama dokter menggelap perut Elvira dengan tisu dan menutup kembali perutnya.
"Ayo nona, sudah selesai."
Srekkk...
Damian dan Raline yang bisa mendengar suara dokter tadi tersenyum tipis saat melihat wajah dokter yang keluar dari dalam. Mereka berdua mengalihkan pandangannya pada Elvira yang keluar dari dalam juga. Damian dan Raline bisa melihat mata Elvira yang basah.
" Bagaimana dengan janinnya dokter,?" Tanya Raline, saat melihat dokter yang duduk di depannya.
"Baik nyonya, perkembangannya juga cukup baik. Janinnya baru empat Minggu, jadi nona Elvira harus ekstra hati-hati. Harus banyak istirahat dan jangan terlalu lelah. Trisemester pertama sangat rentan terhadap goncangan, jadi nona harus banyak istirahat."
Raline dan Damian mengangguk mengiyakan ucapan wanita di depannya ini.
"Ini saya beri vitamin untuk nona, nona bisa kembali lagi satu bulan kemudian,"
Elvira yang duduk di samping ibunya hanya mengangguk pasrah.
*
Sky yang berada di dalam apartemen miliknya, mengetuk ngetukkan tangannya di meja. Elvira hamil, empat minggu, miliknya atau milk Mark.
Calvin yang berdiri di samping tuannya sendiri juga tak kalah bingung. Apalagi nona Elvira, wanita yang sedang mengandung dari benih siapa.
"Persiapkan pernikahan ku Calvin, aku akan segera menikahi Elvira. Aku tak ingin Elvira yang menanggungnya sendiri."
Ucap Sky tiba tiba pada Calvin.
"Bagaimana jika dia bukan milik anda tuan.?"
Sky diam, tapi tak lama ia menggelengkan kepalanya.
"Elvira dan Mark sudah lama menikah, aku yakin dia milik ku."
__ADS_1
.
.