
Calvin menundukkan kepalanya saat mendengar tuannya memarahinya. Ia sendiri juga bingung, tak tau apa apa, baru datang tuannya mencacinya bahkan mengancam akan membunuhnya.
"Apa kau bodoh Calvin,"
Nafas Sky memburu menahan emosi, asisten nya ini sangat bodoh, hingga Elvira kabur begitu saja. Sky menyalahkan Calvin yang tak becus mengawasi Elvira, padahal Elvira kabur karna dia sendiri yang terlalu lelap tertidur. Terkena dengan elusan tangan lentik Elvira pada milik nya.
"Maaf tuan..."
Sky berjalan meninggalkan Calvin, milik nya yang masih linu dan sedikit nyeri sungguh membuatnya bodoh. Hingga Elvira membodohi nya lalu kabur begitu saja. Sky juga mengumpat dirinya sendiri, tak biasanya ia tidur pulas dan tak mendengar suara Elvira yang membuka pintu. Apa karna elusan Elvira yang membuatnya tidur pulas, hingga ia tak tau apa apa.
"Wanita itu memang sangat licik, awas saja kau Elvira. Kau sudah membuatku sakit dan sekarang kau membuatku bodoh, kurang ajar."
Calvin mengikuti langkah tuannya dari belakang. Tak hanya Sky yang merasa aneh, ia pun juga merasa aneh, bagaimana nona Elvira bisa kabur dari tuannya. Apa yang nona Elvira berikan pada pria di depannya ini hingga Ausky Luis bisa terlena dan tak tau dia pergi.
"Nona Elvira sangat hebat." Gumam Calvin di belakang Sky.
*
Mark memarkirkan mobilnya di depan studio di mana Elvira sedang pemotretan iklan. Ia berjalan lebar masuk mencari keberadaan Elvira. Tak jauh dari sana ia melihat asisten istrinya, Mark menghampiri Caca.
"Di mana istriku ?"
Caca berjengit kaget, saat mendengar suara khas berat milik suami nona nya. Caca menoleh melihat suami nona Elvira sudah berada di samping nya.
"Nona di dalam tuan," Mark masuk ke dalam ruang ganti begitu saja tanpa menunggu Caca menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
Caca sendiri menggelengkan kepalanya. Ia yakin jika pasangan suami istri itu akan menghabiskan waktu bersama. Caca sudah hapal dengan pasangan satu itu. Tak jarang ia mendengar suara ******* keduanya di mana pun mereka berada. Pasti hari ini pun akan sama, seperti yang sudah biasa mereka lakukan. Padahal sejak kemarin ia dan sahabat nonanya bingung mencari keberadaan nona Elvira yang entah bermalam di mana. Untung saja nona Sonia menemukan nona Elvira.
Caca pergi meninggalkan nona nya, ia tak ingin mendengar suara laknat yang membuat kuping nya panas.
*
Mark melihat Elvira yang sedang mengganti pakaian milik nya. Mark mendekat perlahan, ke arah wanita cantik yang sedang membuka pakaian nya. Wanita yang sangat Mark cintai dari dulu.
Elvira tersentak kaget saat merasakan tangan melingkar di pinggang ramping nya. Ia tau tangan ini pasti tangan Mark, Elvira sudah tau bagaimana rasanya sentuhan Mark padanya.
Cup...
"Aku merindukanmu El, kau tak menelponku sama sekali sayang. Apa kau marah padaku, karna aku tak mengantar mu sayang. Maaf sayang jika aku salah padamu El.?"
Elvira tak menjawab nya, ia hanya menggelangkan kepalanya pada Mark. Matanya terpejam saat merasakan tangan Mark bergerilya ke sana kemari. Apalagi saat bibir Mark kembali mendarat di punggung polos nya.
Cup...
"Aku merindukanmu sayang." Ucap Mark serak dan penuh nafsu pada wanita yang berada dalam pelukan nya. Tangan nya mengelus paha Elvira naik turun, membangkitkan gairah sang istri seperti biasa. Tak hanya punggung dan tengkuk Elvira yang mendapatkan bibir Mark. Tapi telinga Elvira juga sama, Mark mencium dan menyesap nya.
"Mark aku lelah."
Deg....
Jantung Mark seperti mau lepas mendengar penolakan Elvira. Baru kali ini Elvira menolak sentuhan nya. Tak lama kemudian Mark membalikkan tubuh Elvira. Menatap wajah cantik Elvira yang ia cintai. Ada apa dengan Elvira, kenapa ia menolak nya. Sebelum nya Elvira tak pernah menolak sentuhan nya. Mereka akan bercinta di manapun mereka berada, saat mereka menginginkan nya.
__ADS_1
Elvira menghembuskan nafasnya perlahan, ia menatap mata Mark yang menatapnya. Ia yakin jika Mark curiga padanya dan bertanya tanya. Tak lama kemudian ia mengalungkan tangannya pada leher Mark. Ia tak ingin Mark curiga padanya terlebih dahulu, sebelum Mark terlebih dahulu yang mengakuinya. Elvira mendekatkan wajahnya mengecup pipi kanan Mark.
"Kau tau, aku terlalu kecewa padamu Mark, kau tak mengantarku dan tak menemaniku. Lalu kau tiba tiba saja merindukan ku, dan ingin bercinta dengan ku, huh. Aku tak mau, aku marah dengan mu, kau lebih memilih pekerjaan mu dari pada aku Mark." Oceh Elvira menyembunyikan kekecewaannya terhadap suami nya. Ia masih menunggu Mark mengaku padanya. Mengakuinya tentang perselingkuhan nya dengan Rosa.
"Maaf sayang, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku, aku sendiri pulang lewat tengah malam, lembur di kantor, maaf."
Rasa kecewa Elvira semakin bertambah mendengar penuturan Mark. Lagi lagi Mark berbohong padanya, bukankah Mark mengajak Rosa makan malam di Restauran mewah lalu mengantarkan nya pulang. Meski ia sendiri yakin jika semua itu adalah kemauan Rosa dan bukan kemauan Mark, tapi Elvira tetap kecewa pada Mark. Apalagi Mark tak mengaku padanya dan memilih berbohong padanya.
"Apa kau yakin, semalam lembur Mark.?"
Deg....
Jantung Mark seperti mau lepas mendengar pertanyaan Elvira padanya. Apa Elvira tau sesuatu,?
"Biasanya kau akan membawa pulang pekerjaan mu ke mension. Tapi kau sama sekali tak membawanya pulang beberapa hari lalu." Tanya Elvira, memancing Mark kembali.
Mark menghembuskan nafasnya lega, ia pikir Elvira mencurigainya. Tak lama kemudian ia menggelengkan kepalanya, tak mungkin Elvira tau sesuatu darinya.
"Kau pikir aku bohong sayang, hemm.?"
Cup....
Mark menyambar bibir Elvira rakus, ia tak ingin Elvira mencurigainya lebih dalam lagi. Ia tak ingin menyakiti Elvira dengan mengatakan jika ia pernah bercinta dengan Rosa.
Tinggalkan jejak lagi bunda 😁
__ADS_1