
"Mark aku menunggu Rendra,?"
"Dia tak datang hari ini." Rendra memang tak akan datang hari ini, ia menyuruh Rendra pergi ke cabang perusahaan milik nya ada di pinggir kota. Mark berjalan lagi dan membuka pintu mobil nya. Nada yang melihat itupun membuka mobil Mark dan ikut masuk ke dalam.
"Kau apa yang kau lakukan, keluar dari mobilku." Geram Mark menatap tajam wanita yang tiba-tiba saja masuk ke dalam mobilnya.
"Maaf aku sudah dari pagi menunggu Rendra, bisakah kau mengantarku makan. Hanya mengantar saja, setelah itu kau bisa pergi lagi." Menghiba pada Mark, memang perutnya sakit dan perih belum terisi makanan sedikit pun.
"Aku tak mengenalmu nona, keluar dari mobilku sekarang juga."
Nada menatap memelas pada Mark, dan mengatupkan tangan nya di depannya, berharap Mark mau mengantarkan nya sebentar saja. Mark mendengus dan tak lama ia melajukan mobilnya, ia sudah lelah dengan masalah rumah tangga nya. Ia tak ingin menambah pusing kembali kepalanya.
*
Elvira menghentikan mobilnya di jalan yang sepi dan tak banyak kendaraan. Sedangkan Sky sendiri yang tak tau Elvira mau apa mengerutkan keningnya.
"Keluar dari mobilku.!"
"Kau menurunkan aku di sini Baby." Elvira menoleh pada Sky dan mengangkat sebelah alisnya saat mendengar pertanyaannya.
"Kau pikir aku akan menurunkan mu di jalan yang ramai begitu." Ketusnya.
Elvira keluar dari mobil dan berjalan ke samping di mana Sky duduk anteng di sana. Sedangkan Sky yang seperti orang bodoh masih tak mengerti. Elvira membuka pintu dan menarik tangan Sky keluar.
"Baby.." Masih bingung dan belum mengerti, Sky menatap wajah cantik Elvira dan bertanya tanya.
"Kau bisa berjalan dari sini mencari kendaraan tuan.!" Elvira berbalik dan cepat masuk ke dalam mobilnya. Menginjak pedal gasnya meninggalkan pria bayaran nya begitu saja. Ia tak mau jika orang lain tau siapa dia.
Sedangkan Sky sendiri mengumpat Elvira, saat sadar jika Elvira benar benar meninggalkan nya. Ia merogoh saku celananya dan menelpon Calvin. Berdiri seperti orang bodoh karna Elvira, wanita liar itu benar benar membuatnya menjadi gila.
"Awas kau Elvira.." Gerutu Sky berkacak pinggang. Berjalan mendekati pohon besar dan berteduh di bawah nya.
"Tuan butuh tumpangan.?" Sky berjangit dan menoleh ke sumber suara. Matanya terbelalak saat melihat dua manusia menghampiri nya. Dia seperti dirinya tadi, yang berdandan sangat aneh. Jelas saja Sky tau ia baru saja berdandan seperti manusia di depannya ini. Tapi ia tak memakai wig, dan manusia di depannya ini memakai wig.
__ADS_1
"Jangan mendekat ke arah ku bodoh." Teriak Sky menggelegar, hingga membuat keduanya berhenti dan mundur. "Pergi brengsek.." Umpat Sky menatap tajam keduanya.
Nafasnya memburu saat melihat ke duanya saling berbisik. Ia menjauhi manusia aneh dan mengumpat Elvira. Berjalan menjauhinya itu lebih baik dari pada harus bersama dengan manusia alien yang membuatnya ingin muntah.
Setengah jam kemudian ia melihat mobil Calvin menghampiri nya.
"Apa kau bodoh Calvin, kenapa kau lama sekali." Sembur Sky pada Calvin. Nafasnya naik turun dan menendang kursi di depannya, meluapkan emosi nya yang memuncak akibat kebodohan nya sendiri. Bagaimana ia bisa bertemu dengan manusia alien seperti mereka. Itu artinya ia tadi seperti mereka.
"Oh ya ampun Elvira.." Geram Sky.
Calvin diam, ia juga heran dengan tuan nya. Menelpon setengah jam yang lalu dan harus sampai di tempat tujuan dalam lima menit, padahal ia membawa mobil bukan pesawat terbang. Tuannya benar benar aneh dan menyebalkan.
Dug....Dug...
"Tuan kita bisa kecelakaan."
"Brengsek..." Masih belum terima dengan semua yang terjadi, ia benar benar sangat bodoh dan mau saja di bodohi oleh Elvira.
"Awas kau nona."
*
Memasuki kafe, ia melihat Mark suaminya sedang bersama dengan wanita lain nya. Elvira meremas setir kemudi mobilnya sendiri. Matanya memerah menahan amarah pada Mark. Dadanya terasa sakit jika Mark benar benar melupakan nya. Semalam ia tak pulang dan Mark tak mencarinya sama sekali, lalu sekarang dia berjalan dengan wanita cantik, dan itu bukan Rosa. Elvira tak tau siapa dia, yang pasti mereka seperti terlihat sangat akrab dan sudah saling mengenal lama.
Cih...
"Kau sudah mengecewakan aku terlalu dalam Mark, tak perduli dengan siapa wanita itu. Elvira Jennifer bukan wanita yang gampang kau permainkan begitu saja Mark Harrold."
Tangan nya terkepal dan keluar dari dalam mobil nya. Mengikuti langkah Mark yang masuk ke dalam kafe.
"Nona.."
Caca mengagetkan Elvira yang mengikuti langkah Mark. Mark sendiri yang tak tau ada asisten istrinya juga tak kalah kaget. Ia yakin jika itu suara Caca yang memanggil Elvira. Mark menoleh ke belakang dan matanya membulat sempurna melihat Elvira berdiri di depannya.
__ADS_1
"El.."
Wanita di samping Mark mengerutkan keningnya mendengar jika Mark memanggil nama El. Ia menoleh kebelakang dan mendapati wanita cantik dan seksi berdiri tak jauh dari mereka.
" Mark apa kau mengenalnya,?"
Wajah Mark pucat pasi mendengar penuturan wanita yang bersamanya.
Elvira mengangkat sebelah alisnya, mengejek Mark dan wanita di sampingnya ini. Berjalan mendekati mereka berdua dengan gaya arogan nya. Caca sendiri bingung dengan nona nya dengan suaminya. Bukankah mereka datang bersama, ah Caca lupa jika tuan Mark berjalan bersama wanita di sampingnya dan nona Elvira di belakangnya.
"Apa tuan Mark berselingkuh dari nona Elvira." Gumam Caca dalam hati, menatap takut pada mereka. Apa ia harus pergi dari sini....
Elvira tersenyum sinis menatap wajah Mark dan wanita di sampingnya. Sedangkan Mark sendiri menggelengkan kepalanya jika Elvira pasti salah paham dengan nya.
"Sa_"
"Nona, apa kau tak mengenalku, sayang sekali kau tak mengenalku. Jika kau mengenalku kau tak akan berani berjalan dengan pria beristri." Ucap Elvira menyindir Mark dan hanya meliriknya sekilas. Matanya menatap wajah cantik di samping Mark.
"Sayang..."
Elvira lagi lagi mengangkat sebelah alisnya tersenyum mengejek pada Mark.
"Mark memang nya siapa dia.?" Tanya Nada pada Mark. Tak lama Elvira berdecih mendengar pertanyaan wanita yang bersama Mark.
Cih...
"Kau kampungan nona.." Nada melototkan matanya mendengar penuturan Elvira. "Kau.." Menatap Elvira emosi yang berjalan menjauh.
Elvira pergi meninggalkan Mark dan wanita yang bersamanya. Ia tak ingin membuat keributan di depan umum. Sebenarnya ia tak perduli dengan imejnya, tapi Elvira perduli dengan Damian dan tak ingin membuat daddy nya malu.
Sedangkan Mark sendiri, yang melihat Elvira pergi meninggalkan nya mengejar Elvira dengan langkah lebar nya keluar dari kafe.
"Sayang.."
__ADS_1
.
Sedih banget aku gak ada yang nyawer bunga sama kopi 🤧