Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.118# Masih berharap


__ADS_3

"Jalan.. "


Calvin menginjak pedal gasnya kembali menuju ke bandara. Meninggalkan kota berlin, kota yang hampir satu tahun Sky tinggali. Kota yang membuat hati Sky hancur berkeping-keping. Kota yang meninggalkan jejak luka yang begitu dalam bagi Sky.


Mencintai tapi tak di cintai, ingin memiliki tapi yang ingin di miliki menginginkan pria lainnya. Sungguh kota berlin membuat kenangan yang begitu indah dan suram bagi Sky. Dan Sky sebisa mungkin tak akan pernah datang ke mari walau dengan alasan apapun. Sky masih tak bisa mengendalikan dirinya jika bertemu dengan Elvira. Wanita cantik bertubuh proporsional yang membuatnya tergila gila. Wanita yang sudah membuat jejak luka hati yang begitu dalam.


"Berbahagialah, aku tak akan mengganggu keluarga kalian lagi."


*


Sedangkan Mark yang melihat mobil di belakangnya yang mengikutinya hanya diam saja. Mark tau jika mobil itu adalah milik Sky. Mark menoleh ke arah Elvira yang sedang menyusui di dalam mobil. Callista terbangun dan haus, itu sebabnya Elvira terpaksa membuka sumber kehidupan untuk putrinya.


Sampai di depan pintu gerbang, Mark yang turun terlebih dahulu membuka pintu mobil untuk Elvira.


"Sayang bolehkah aku pergi terlebih dahulu. Ada aunty Helena di dalam, bisakah aku pergi sebentar saja."


Elvira menatap wajah Mark yang menatapnya, tak lama kemudian Elvira mendekati Mark dan mencium bibir Mark. Hingga membuat Mark kaget saat Elvira mencium bibirnya setelah perpisahan mereka yang hampir satu tahun ini.

__ADS_1


Cup...


Elvira menyesap bibir tebal Mark dan tak lama kemudian Elvira melepaskan tautan bibirnya kembali. Menatap wajah Mark yang diam mematung saat ia menciumnya.


"Cepatlah kembali.. "


Mark masih diam mendengar suara Elvira tepat di telinganya. Entah apa yang Mark pikirkan saat mendengar suara Elvira. Tak lama Mark terkesiap saat Elvira meninggalkan nya sendirian dan masuk ke dalam mension.


"Ya aku akan cepat kembali sayang.."


Teriak Mark setelah melihat punggung Elvira menghilang di balik pintu mension mewahnya. Sedangkan Mark masuk ke dalam mobilnya dan menginjak pedal gas mobilnya. Bibirnya tak berhenti tersenyum lebar. Sungguh Mark sangat bahagia Elvira bersikap seperti itu padanya.


*


Sky duduk di kursi tunggu dia dalam bandara. Menunggu pesawat miliknya yang akan membawanya kembali ke kota asalnya. Sky menundukan wajahnya, tak lama ia menghembuskan nafasnya perlahan. Masih sangat sakit yang Sky rasakan saat ini. Sky berharap jika ia tak di kota ini sakit hatinya akan hilang dan ia bisa kembali lagi seperti biasanya. Tapi entahlah, terlalu kecewa dan sakit hati sungguh membuatnya menjadi pria paling menyedihkan.


"Tuan.. "

__ADS_1


Calvin menyadarkan Sky dari lamunannya, ia menoleh pada pintu. Berharap ada seseorang yang sangat ia rindukan datang menghentikan kepulangan. Tapi lagi lagi Sky harus menelan kekecewaan saat sadar jika semua itu hanya mimpi. Sky tersenyum masam mengingat kembali jika Elvira sudah benar benar kembali pada Mark dan tak memilihnya. Sakit hati dan kecewa yang Sky rasakan sungguh menyiksanya. Hingga Sky sebagai pria pun harus menempuh jalan dengan menghindari sumber rasa sakit yang selama ini membelenggunya.


"Ya aku tau." Jawab Sky pada Calvin, tak lama Sky berjalan masuk ke dalam dan menyerahkan tiket pesawatnya. Sky tersenyum tipis, jika mengingat kebodohannya lagi. Sengaja tak meminta anak buahnya untuk menjemputnya dengan pesawat terbang miliknya. karna Sky berharap yang tidak mungkin. Sky masih berharap jika Elvira akan datang di bandara. Tapi lagi lagi Elvira tak datang dan membuat dirinya semakin bodoh.


Calvin yang melihat tuannya merasa sangat kasihan. Sungguh Calvin juga merasa jika tuannya sangat menginginkan nona Elvira. Calvin sendiri tak tau apa yang tuannya pikirkan. Mencintai atau obsesi, keduanya adalah hal yang hampir mirip. Calvin yakin jika tuannya sangat terobsesi pada nona Elvira. Sejak pertama kalinya bertemu dengan nona Elvira, ia yang sering mendengar jika tuannya akan merebutnya dari suaminya. Hingga tuannya menjadi seperti ini dan sungguh terlihat sangat menyedihkan


akibat cinta yang tak melihat tempat.


Melabuhkan cintanya pada wanita yang salah. Wanita yang sudah membayarnya beberapa jam untuk bercinta dengannya. Bercinta untuk membalaskan sakit hatinya pada suaminya. Dan tuannya lah yang menjadi korbannya mungkin. Itulah yang Calvin pikirkan. Ia sungguh sangat kasihan pada tuannya. Entah bagaimana kehidupan Ausky Luis nantinya setelah merasakan kekecewaan yang begitu dalam. Padahal tuannya baru pertama kalinya mencintai seseorang. Tapi cinta itu sungguh menyakitkan.


Apa Sky akan mengenal cinta lagi atau sudah berakhir dan menutup dirinya dari wanita. Calvin tak tau dan tak ada orang yang tau. Hanya Ausky Luis yang tau isi hatinya. Calvin berharap tuannya tak menggila lebih jauh alagi dari sebelumnya. Ia hanya tak bisa membayangkan nya saja.


Calvin berjalan mengikuti langkah tuannya setelah menyerah tiket pesawat terbang pada petugas. Tapi tak lama seseorang menghentikan langkah Sky yang akan masuk ke dalam.


"Ausky Luis.. "


.

__ADS_1


.


Tunggu babang Sky mak 😁


__ADS_2