
Clekk...
"Yakk..."
Sky menurunkan kembali tangannya yang akan mengambil lingerie milik Elvira saat mendengar suara teriakan Elvira. Sky menoleh pada wanita liar yang berdiri di depan pintu.
"Kau seperti macan tutul yang kehilangan taringnya nona." Ucap Sky menatap wajah Elvira.
Sedangkan Elvira sendiri merasa geram dengan pria bayaran nya. "Mau apa anda mengambilnya tuan.?" Matanya memicing tajam ke samping. Sky berdecak dan membuka lemari lagi tak perduli dengan Elvira yang berteriak keras pada nya.
"Kau apa yang kau lakukan, hah.?" Teriak Elvira tak terima jika pria bayaran nya ini memegang lingerie milik nya.
"Pakailah Baby sekarang, aku akan menunggu mu."
Sky memberikan lingerie pada pemilik nya dan keluar begitu saja tanpa menoleh sedikitpun pada Elvira yang menatapnya tajam.
"Kau pikir kau siapa berani menyuruh ku memakai pakaian seperti ini. Aku bukan pelacur yang bisa kau suruh apa saja sialan."
Elvira membuang lingerie nya dan berjalan keluar. Di luar ia tambah emosi melihat pria itu sudah melepaskan pakaian milik nya dan hanya menyisakan boxer.
"Kau, apa yang kau lakukan sialan.?" Teriak Elvira menggema di seluruh kamar nya. Mendengar suara keras Elvira Sky berdecak dan membaringkan tubuhnya. ,"Aku tak bisa tidur jika memakai pakaian ku Baby." Sky menatap wajah Elvira. "Pakailah lingerie nya kenapa kau belum mengganti pakaian mu."
"Kau pikir aku wanita murahan hah, keluar.dsn pakai pakaian mu brengsek."
Sky mendesah, mendengar Elvira terus berteriak padanya. Ia tak perduli dengan Elvira membaringkan tubuhnya dan memejamkan kan matanya.
Sedangkan Elvira masih belum percaya dengan apa yang di lihat nya. Memijit kepalanya yang pusing dan lelah berteriak terus padanya.
__ADS_1
Berjalan ke arah kursi sofa dan membaringkan tubuhnya di sana. Menatap langit langit kamar milik nya jika apa yang terjadi padanya adalah mimpi. Ia masih baik baik saja dengan Mark dan Mark tak pernah mengkhianati nya. Tapi nyatanya semua itu bukanlah mimpi.
"Apa pernikahan kita akan berakhir begitu saja Mark. Kau sudah keterlaluan padaku kali ini. Tak cukup kah kau mengekang ku selama ini. Aku lelah dan ingin seperti mereka."
Elvira berjengit kaget saat melihat wajah Sky tiba tiba di depan matanya.
"Kau..."
"Tidur di ranjang atau aku akan keluar memberitahukan Damian jika_"
"Brengsek.."
Teriak Elvira berjalan ke ranjang nya dan membaringkan tubuhnya di ranjang milik nya. Sedangkan Sky tersenyum penuh kemenangan pada Elvira. Ia berjalan mendekati Elvira dan mendudukkan bokong nya.
"Hey kau apa yang kau lakukan, apa kau ingin tidur bersama ku." Teriak Elvira waspada menatap Sky. Sedangkan Sky sendiri mengangkat sebelah alisnya mendengar teriakkan Elvira padanya.
"Kau terlalu tegang El, padahal dulu kau lincah sekali bergerak di atas tubuh ku." Ejek Sky pada Elvira.
"Kau.."
"Aw, diamlah El, kau akan menyakiti nya lagi. Apa kau ingin mencoba nya lagi. Semenjak dia sakit dia belum pernah di manja dengan siapapun El." Kata Sky saat mendapatkan sikutan dari Elvira.
"Diam kau brengsek," Teriak Elvira lelah mendengar ocehan pria bayaran nya ini pada nya. Nafas nya masih memburu menahan emosi, bagaimana bisa pria ini seenaknya saja masuk ke dalam kamarnya dan bertingkah semaunya.
"Bagaimana jika tiba-tiba saja Mark datang.?" Keluh Elvira, memejamkan matanya. Ia tak tau harus apa, yang pasti sangat menyesal telah melakukan hal yang bodoh. Bercinta dengan pria lain selain Mark di ranjang hotel mewah. Apalagi ia yang begitu agresif memuaskan pria yang tidur memeluknya.
"Aku bisa gila." Gumam Elvira lagi.
__ADS_1
Dan Sky mengeratkan pelukannya pada Elvira, mencium punggung Elvira yang terlihat, meski tak memakai lingerie tapi Elvira memakai pakaian minim yang seperti biasanya.
"Tidurlah sayang, aku tau kau sangat lelah dan mengantuk El." Bisik Sky di telinga Elvira. Sedangkan Elvira tak menjawab, ia diam sambil mulai memejamkan matanya. Lelah berteriak yang membuatnya emosi, bahkan tenggorokan nya juga sangat sakit.
Mendengar dengkuran halus Elvira Sky, menghembuskan nafasnya perlahan. Ia mengeratkan pelukannya pada wanita liar yang sudah membawanya masuk ke dalam lingkaran rumah tangga nya. Sky tak akan mundur sebelum mendapatkan apa yang ia mau. Mark Harrold kah yang sudah memberikan banyak kesempatan untuk nya. Sebelum nya Sky ingin melupakan wanita yang membuat nya tak bisa tidur. Tapi Mark yang sudah menghianati Elvira lebih jauh.
*
Sedangkan di belahan bumi lainnya, Sonia dan kawan kawan sedang asik berlibur.
"Apa El sedang tak baik baik saja, wajah nya seperti di tekuk."
Ucap Kania menyedot jus jeruk di di tangan nya. Sonia mengedihkan bahunya acuh, ia pura pura tak tau tentang Elvira dan Mark. Lagi pula bukan urusan nya jika ia berbicara pada mereka semua. Elvira tetap lah sahabatnya dan akan seperti itu. Entah bodoh atau apa Elvira malam itu bisa bisa nya dia bertindak nekat membayar pria dan bercinta dengan nya di ranjang hotel.
"Apa mereka bertengkar dan Mark sudah tau, El memang kelihatan sedih seperti nya." Sonia menggelengkan kepalanya.
"Sonia, coba kamu telfon lagi tuh, aku merasa dia menyembunyikan sesuatu dari kita."
Ck...
"Mana mungkin, sudah kebiasaan dia paling juga karna Mark."
Kania memutar bola matanya jengah mendengar penuturan Sonia. "Siapa tau El mau nyusul besok."
Sonia tak menggubris ucapan Kania, ia berjalan mendekati teman temannya dan melompat ke dalam air.
Ia tak ingin Kania banyak bertanya tentang El, takut dia keceplosan dan membongkar kegilaan Elvira pada yang lainnya. Biarkan saja Kania memikirkan tentang Elvira dia tak akan berani menelpon Elvira karna di sana sudah larut malam.
__ADS_1