
"Sayang.."
Mark menarik tangan Elvira dan menatap wajah Elvira memelas. Elvira sendiri menatap tajam pada Mark. Dia tak akan menangis di depan pria brengsek seperti Mark. Meski hatinya sakit dan teriris, Elvira tak boleh menunjukkan bahwa ia lemah di depan Mark.
"Kau memanggilku Mark..?" Nada dingin di tunjukkan pada Elvira saat berbalik menatap Mark datar. Masih tak percaya jika Mark akan menghianati nya lagi dan berbohong padanya lagi.
"Kau salah paham sayang, dia hanya sahabat ku. Dia kekasih Rendra kau bisa menelpon Rendra jika tak percaya El." Mark merogoh saku celananya dan akan menelpon Rendra, sahabat sekaligus orang kepercayaan nya di perusahaan. Ya tadi waktu di mobil Nada mengatakan jika dia adalah pacar dari Rendra, orang kepercayaan nya.
"Tidak perlu menelponnya, lagi pula itu bukan urusan ku dan aku tak mau tau."
Masih menunjukkan nada dingin pada Mark, Elvira ingin sekali menangis saat ini. Bagaimana bisa Mark berjalan dengan wanita itu jika dia adalah kekasih Rendra, lalu di mana Rendra saat ini.
"Sayang.." Hiba Mark lagi. Tapi tak lama kemudian Mark mengingat jika Elvira lah yang sebenarnya membuat rumah tangga nya berantakan. Nafas Mark memburu mengingat tentang Elvira yang bercinta dengan pria lain selain dirinya. Berselingkuh di belakang nya, tentu saja ia tak terima.
"El apa kau sengaja ingin melemparkan kesalahan mu padaku. Kau sengaja, iya kan El. Kau ingin menutupi keburukan mu dengan masalah sepele seperti ini, jawab aku Elvira.?"
Dada Mark naik turun menatap wajah Elvira yang berdiri di depannya.
Elvira manatap Mark tak percaya jadi Mark mengira dirinya seperti itu. Tangan nya terkepal erat, Mark ternyata tak ingin bertanya terlebih dahulu apa alasannya dan kenapa ia melakukan itu.
"Kau sangat keterlaluan Mark."
Mark berang mendengar Elvira mengatakan jika ia yang keterlaluan, ia menyeret Elvira masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan tak jauh dari sana Caca yang melihat semua nya hanya bisa berdoa semoga tak terjadi sesuatu dengan mereka. Ia sendiri tak tau apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa bisa tuan Mark dan nona Elvira bertengkar. Bahkan Caca baru melihat mereka bersitegang seperti ini selama ia bekerja bersama nona Elvira.
Mark melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mension mewahnya. Di perjalanan Mark sama sekali tak ingin membuka mulutnya, apalagi bertanya pada Elvira menginap di mana semalam. Mark yakin jika Elvira menginap di mension Damian. Begitupun dengan Elvira, sama sekali tak ada niat ingin membuka mulutnya.
Sampai di mension mewahnya, Mark turun dari mobil dan membuka pintu samping. Lalu menyeret Elvira masuk ke dalam mension dan mendorong Elvira ke sofa.
"Katakan padaku El, apa kau benar benar bercinta dengan pria bayaran mu.?" Teriak Mark masih belum terima dan percaya begitu saja.
"Ya aku bercinta dengan nya, di ranjang hotel." Ucap Elvira tajam pada Mark suaminya. Sedangkan Mark sendiri menggelengkan kepalanya, semalaman ia tak bisa tidur memikirkan Elvira. Dan Elvira dengan gampang nya mengatakan hal yang menyakiti nya. Elvira benar benar bercinta dengan pria lain di luar sana dan membayar nya.
__ADS_1
"Kau gila El.."
Mark berjalan menuju kamar pribadi nya, ia tak menggubris Elvira yang menatapnya. Mana mungkin ia menerima begitu saja jika Elvira sudah bercinta dengan pria lain nya.
Brakk...
Mark menghancurkan pintu kamarnya sendiri, emosi dan tak bisa berbuat apa-apa. Tak lama Mark turun lagi ke bawah mendatangi Elvira.
Elvira yang masih di ruang tamu tersenyum tipis melihat Mark datang menghampirinya.
"Siapa pria yang bersamamu El,?" Tanya Mark menatap tajam pada Elvira. "Jawab aku El, siapa pria yang bersamamu dan bercinta dengan mu." Teriak Mark di depan wajah Elvira lagi.
Nafasnya memburu menahan emosi lagi jika mengingat Elvira bercinta dengan orang lain selain dirinya.
"Aku tak tau.."
Jawab Elvira menatap wajah Mark, Elvira memang tak tau dan lupa siapa namanya. Kemarin pria itu pernah mengatakan padanya siapa dia tapi ia benar benar lupa. Dan lagi dia rekan bisnis Daddy nya, tapi Elvira benar benar lupa siapa namanya.
" Aku tak tahu Mark."
"Elvira.."
Prang...
Elvira berjengit kaget saat mendengar suara pecahan kaca di sampingnya dan Mark yang melakukan nya. Dia menendang meja hingga hancur berkeping keping.
"Katakan pada ku El, siapa dia.?" Bentak nya lagi.
"Kau tidak tuli Mark, aku tidak tau siapa dia.?" Elvira tak kalah berteriak keras pada Mark, dia memang tak tau namanya.
"Kau ******...."
Deg...
__ADS_1
Tubuh Elvira menegang di tempat nya, matanya berkaca-kaca mendengar jika Mark tega mengatakan itu padanya.
Sedangkan Mark sendiri juga tak kalah shock dan mematung. Bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti itu pada Elvira, sementara dirinyalah yang mengambil milik Elvira untuk pertama kalinya.
"El.."
Ucap Mark bergetar bibirnya, menatap wajah cantik Elvira penuh rasa sesal. Tangan nya terangkat ingin memeluk tubuh istrinya, tapi Elvira lebih dulu menampik tangan nya.
"Kau benar, aku memang wanita murahan Mark, sudah berapa kali kau mengatakan nya Mark, apa kau puas."
Elvira melangkah menaiki anak tangga dan berjalan ke kamar miliknya. Sampai di kamar nya ia mendesah lirih, Mark menghancurkan pintu kamarnya. Tak lama Elvira masuk ke dalam kamar nya dan mengambil koper milik nya. Memasukan barang penting milik nya, lalu berdiri menghela nafasnya perlahan. Menatap nanar kamar yang sudah ia tempati bersama Mark empat tahun lebih, dan hari ini Elvira akan meninggalkan kamar miliknya.
"Maaf Mark,.."
Elvira menarik koper dan berjalan menuju ruang tamu. Ia menatap Mark yang duduk menundukkan wajahnya.
"Maaf..."
Mark mendongak saat mendengar suara Elvira di depannya. Matanya melotot melihat Elvira dan koper di tangannya. Menggelengkan kepalanya, jika semua ini tak benar.
"El..."
Hiba Mark menatap memelas pada Elvira. Ia tak bisa hidup tanpa Elvira di sampingnya. Bagaimana bisa Elvira akan pergi meninggalkan nya dan keluar dari mension mewah nya.
"Tidak sayang, aku tak mengijinkan mu pergi dari sini Elvira. Jangan seperti ini El, kau tau aku, maafkan aku El."
Lagi lagi Mark menghiba pada Elvira dan menarik lengan nya. Ia lalu mengambil koper milik Elvira dan menyembunyikan nya di belakang tubuhnya.
Elvira mendesah lirih melihat Mark yang tak menginginkan nya pergi, tapi ia benar benar ingin sendiri dulu dan tak ingin bertemu dengan Mark yang sudah mengecewakan nya.
.
.
__ADS_1