Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.17 # Perasaan bersalah


__ADS_3

Sonia seolah tak percaya dengan tingkah sahabatnya. Ada apa dengan Elvira, sejak kapan dia berselingkuh dari Mark.


"El kau benar-benar gila, kau bisa menghancurkan rumah tangga mu sendiri El. Jangan bertindak gila El, Mark mencintai mu."


Sonia emosi sendiri melihat Elvira bahkan tak merasa bersalah sedikitpun.


"El.."


"Rumah tangga ku memang sudah hancur Sonia. Jika Mark tak melakukan ini aku juga tak akan bertindak gila."


Ucap Elvira menatap Sonia, matanya bahkan berkaca kaca, mengingat penghianatan Mark padanya. Sonia menatap iba pada Elvira, ia tak tau apa maksud Elvira. Masih tak percaya jika Mark menghianati Elvira, seperti nya itu tak mungkin.


"Sudahlah, aku akan menceritakan nya padamu nanti. Aku pusing dan tak bisa berpikir jernih."


Sonia menghembuskan nafasnya perlahan, ia menatap sahabat yang sudah lama ia kenal.


"Kau harus menceritakan nya pada ku nanti."


Elvira tak menjawab nya, ia berlalu meninggalkan Sonia sendiri. Pikiran nya kacau dengan ulahnya dan penghianatan Mark padanya. Mark sudah menghianati nya berselingkuh dengan wanita lain di belakang nya.


Rosa, dia akan membalas Rosa, ia yakin jika Rosa sudah dari dulu ingin menghancurkan rumah tangga nya. Dan wanita itu sudah berhasil menghancurkan nya. Tapi Elvira tak akan mundur sebelum menghancurkan Rosa juga. Ia akan tunjukkan jika Elvira lebih unggul dari Rosa.


*


Sedangkan Sky, yang baru saja masuk ke dalam kamar hotel milik nya mengumpat wanita liar itu.


Wanita itu adalah istri dari Mark Harrold bukan wanita ******. Lalu kenapa dia membayar nya untuk tidur dan memuaskannya, apa dia memang sudah biasa seperti itu. Ah rasanya tak mungkin jika putri Damian wanita nakal dan liar. Apa karna kaya dia sudah biasa seperti itu, tak puas dengan suaminya.?


Sky memijit keningnya yang pusing, berbagai macam pikiran buruk tentang Elvira hinggap di kepalanya.


"Ah sial, aku percaya jika wanita itu wanita liar dan penggoda. Itu sudah menjadi kebiasaan nya, bukankah dia kaya raya, mungkin tak puas dengan satu pria dan dia membayar pria lain di luar sana demi mendapatkan kepuasan. Wanita serakah dan liar, pandai menutupi kebusukan nya....


Cih....


Kau sungguh wanita yang licik nona, bagaimana jika suamimu tau kebusukan mu....

__ADS_1


Brengsek...."


Seolah tak terima jika Elvira sudah menikah, Sky mengusap wajah nya berkali-kali. Jika kemarin dia hanya mengira wanita itu adalah wanita liar dan ******. Sky masih bisa memandangnya jika itu adalah kebiasaan nya. Tapi setelah dia tau jika dia adalah istri dari Mark Harrold. Sky seakan membenci Elvira. Wanita sialan itu ternyata tak setia dengan ikatan pernikahan, benar benar wanita rendahan, begitu pikir Sky pada Elvira.


*


Sedangkan Elvira sendiri yang baru sampai di mension mewah orang tuanya bersama dengan Mark melemparkan tubuhnya di ranjang milik nya.


"El kau tak membersihkan dirimu.?"


Tak ada jawaban dari Elvira, Mark menggelengkan kepalanya. Ia berjalan menuju kamar mandi dan mengguyur tubuh nya dengan air hangat.


"Kenapa hari ini aku sangat sial sekali."


Elvira memejamkan mata nya menjemput mimpi indah nya. Tak perduli dengan Mark ataupun dirinya yang tak mengganti pakaian miliknya. Terlalu lelah dan banyak pikiran, apalagi saat bertemu dengan pria bayaran nya.


Sedangkan Mark keluar dari kamar mandi, ia masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuh Elvira. Ia menatap wajah cantik Elvira, wanita yang sudah menemaninya beberapa tahun belakangan ini. Wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati. Entah kenapa ia bisa menghianati Elvira dengan bercinta dengan Rosa.


"Maafkan aku El, aku tak sengaja melakukannya."


"Kita sama Mark,"


*


Pagi harinya...


"Apa yang kau temukan,?"


Sky menatap datar pada Calvin, tangan kanan nya. Semalam ia sama sekali tak bisa memejamkan matanya mengingat putri Damian. Apa motif wanita itu mencari pria bayaran, saat dia sendiri punya suami. Apa milik Mark tak normal hingga wanita itu haus belaian pria lainnya.


"Malam itu adalah malam ulang tahun pernikahan mereka yang ke empat tuan. Nona Elvira memang sengaja memberikan kejutan untuk suaminya, tuan. Tapi tuan Mark sendiri tak datang dan dia datang terlambat. Mereka hanya mengatakan itu tuan."


Sky mengerutkan keningnya mendengar penuturan Calvin. Ulang tahun pernikahan, dia memberikan kejutan untuk suaminya.


Tak lama Sky tersenyum smirk, jika apa yang di pikiran nya benar itu artinya apa yang ada dalam pikirannya adalah salah.

__ADS_1


"Tuan Mark dan nona Elvira juga belum memiliki anak tuan."


Senyum lebar di bibir Sky terlihat oleh Calvin. ia bingung dengan tuannya. Bukankah semalam tuannya sudah menjelekkan putri Damian. Lalu kenapa sekarang justru dia tersenyum, apa tuan merencanakan sesuatu.


Calvin bergumam dalam hati sembari melirik ke arah tuannya.


"Tunggu saja nona, aku akan menjeratmu kembali. Bukankah kau sendiri yang mengundang ku masuk ke dalam kehidupan mu, jadi tunggu aku. Kau sudah mengacaukan segalanya, percintaan kita pasti akan menjeratmu kembali padaku nona."


Bibir Sky tak berhenti tersenyum lebar, ia yakin akan mendapatkan Elvira. Mark Harrold, mungkin saja pria itu sudah mengecewakan Elvira, Sky yakin itu.


"Dan aku tak akan melepaskan buruanku kali ini."


*


"Loh kau pulang ke mension mommy sayang,? Kenapa mommy tak tau kau pulang kemari, bagaimana dengan pestanya semalam sayang.?"


Raline kaget melihat putrinya ada di mension mewah nya. Elvira mendekati ibunya dan mengecup pipinya.


"Menyenangkan mom."


Jawab Elvira singkat, masih bergelayut manja di lengan Raline. Tak lama Mark menghampiri nya. Seperti biasa Mark mencium kening Elvira, ia tak sungkan meski ada mertuanya sekalipun.


"Maaf sayang, aku pergi dulu, ada meeting penting pagi ini."


Elvira hanya mengangguk mengiyakan, tak lama Mark berpamitan dengan ibu mertua nya dan pergi meninggalkan mension mewah milik Damian. Sedangkan Damian sendiri sudah pergi ke perusahaan nya.


"Apa kalian bertengkar El,?"


Elvira berjengit mendengar suara ibunya, ia menggelengkan kepalanya.


"Jangan berlarut larut, selesai kan masalah kalian berdua. Mommy dan daddy menyayangi mu El."


Elvira memeluk tubuh tua ibunya, ia tau apa yang di inginkan oleh wanita paruh baya ini. Cucu, Elvira belum memberikan nya cucu untuk kedua orang tuanya. Padahal di usia nya yang sekarang harus nya Elvira sudah memiliki anak. Tapi tuhan belum memberikan nya kepercayaan padanya.


"Jika aku sudah mengecewakan mommy dan daddy apa kalian akan memaafkan ku."Ucap Elvira di pelukan ibunya. Mengeratkan pelukannya, pada wanita paruh baya yang sudah melahirkan nya dan merawat nya.

__ADS_1


__ADS_2