
Mendengar penuturan Elvira, yang akan menikah dengan Sky. Sungguh Mark tak bisa melapangkan hatinya sendiri saat mendengar Elvira sendiri yang mangatakannya padanya.
"Mark aku akan pulang, mereka tak tau jika aku bertemu dengan mu."
Ucap Elvira merasa bersalah pada pria di depannya ini. Elvira tak ingin Mark terkena masalah lagi jika Damian mengetahui dirinya datang kemari.
"Ya.."
Mark hanya pasrah mendengar ucapan Elvira. Tak mungkin ia akan menahan Elvira dan putrinya bersamanya hanya karna bayi Elvira adalah putrinya. Ia dan Elvira sudah bercerai, dan ia tak bisa berbuat apa-apa.
Elvira membuka pintu ruang pribadi Mark dan menggendong putrinya kembali. Tapi sayangnya, Callista yang baru saja tertidur pulas harus terbangun karna Elvira yang membangunkan nya.
"Sutt.."
Mark yang melihat putrinya terbangun juga mendekatinya dan menepukkan bokongnya. Bukannya reda Callista justru menangis kencang. Hingga membuat Mark dan Elvira kelabakan menenangkan putrinya.
"Sayang,"
Elvira mengeluarkan salah satu aset berharganya dan menyodorkan pada bibir putrinya. Tapi Callista justru semakin menangis semakin kencang hingga segukan.
Mark yang melihat Elvira lagi lagi mengeluarkan aset berharganya tertegun. Tapi tak lama kemudian Mark tersadar saat mendengar suara kencang putrinya yang menangis keras.
"Biar denganku sayang."
__ADS_1
Mark mengambil putrinya dari tangan Elvira, dan menggendongnya. Mengayun Callista di tangannya, sambil menepuk bokong putrinya. Tak lama Callista tertidur kembali di tangan Mark.
Elvira menatap Mark yang menggendong putrinya. Entah apa yang Elvira pikirkan setelah melihat pemandangan seperti ini. Hingga tak terasa air matanya menetes dari matanya. Sebelumnya inilah yang Elvira inginkan bersama Mark Harrold. Tapi sayangnya, ia kecewa dengan penghianatan Mark padanya.
"Sayang, dia sudah tertidur. Siapa namanya El.?"
Tanya Mark membelakangi Elvira dan menatap wajah cantik putrinya di gendongannya. Tak mendapatkan jawaban dari belakang Mark bertanya lagi.
"Sayang siapa namanya.?"
Mark berbalik tak lama ia tertegun melihat mata Elvira yang memerah.
Elvira sendiri yang melihat Mark menoleh ke belakang mengusap matanya yang basah.
Mark tak menjawab pertanyaan Elvira, matanya tak berkedip menatap Elvira. Ya Elvira baru saja menangis, Mark tau itu. Seketika hati Mark sangat sakit melihat mata Elvira yang memerah menahan tangis.
Elvira yang salah tingkah saat Mark menatapnya tak berkedip segera berdiri dari duduknya. Ia mendekati Mark dan mengambil putrinya dari tangan Mark.
Mark masih diam saat Elvira mengambil putrinya di tangannya. Masih diam mematung melihat Elvira yang berada di depannya.
Sedangkan Elvira berbalik dan pergi meninggalkan Mark, setelah ia mengambil putrinya.
"Namanya Callista Emely daddy yang memberikan nama padanya." Ucap Elvira memunggungi Mark, setelah itu ia melangkah pergi keluar dari ruang pribadi Mark.
__ADS_1
Mark yang masih berdiri menatap punggung Elvira yang pergi meninggalkannya. Setelah melihat Elvira yang menjauh Mark mengusap air matanya. Mark tersenyum tipis, Callista Emely nama putrinya. Nama yang sangat cantik menurut Mark. Tapi sayangnya Mark tak bisa leluasa bertemu dengan buah hatinya. Ia harus menghargai Sky jika pria itu sudah menjadi ayah sambung putrinya. Mungkin saja Sky tak keberatan jika ia bertemu setiap hari. Tapi hatinya yang berat melihat Elvira dan putrinya menjadi milik orang lain. Ia sungguh sakit dan belum ikhlas.
"Maaf sayang,"
*
Elvira berjalan tergesa gesa menggendong putrinya di tangannya. Ia juga tak kalah sedih seperti Mark. Andai Mark tak pernah menyakiti dirinya sebelumnya,?
Elvira menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya.
Sampai di taman Elvira yang melihat baby sitter putrinya dan bodyguard nya bernafas lega. Ia mendekati mereka berdua dan mengajaknya pulang.
Sky yang baru keluar dari ruang pribadinya merogoh ponsel di saku celananya, menghubungi Elvira yang dari kemarin ia tak melihat wanita cantik itu dan putrinya. Pekerjaan dan ayahnya yang selalu menerornya membuat Sky tak bisa bertemu dengan wanita yang di cintainya dari kemarin.
"Sayang aku merindukanmu,"
Ucap Sky saat mendengar suara Elvira di sebrang telpon. Elvira sendiri yang mendengar penuturan Sky terkekeh kecil.
"Sayangnya aku sama sekali tak merindukanmu." Sky mendengus mendengar penuturan Elvira.
"Sayang.."
.
__ADS_1
.