Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.80# Sisi Elvira


__ADS_3

"Dad, bolehkah aku pergi sebentar saja."


Damian menoleh pada putrinya, begitupun dengan Raline. Mereka berdua mendesah lirih saat mendengar penuturan Elvira.


"Hanya sebentar saja dad," Senyum lebar Elvira pada kedua orang tuanya.


"Ya jangan terlalu malam pulangnya sayang."


Elvira mengangguk mengiyakan, tak lama Damian dan Raline pergi meninggalkan Elvira sendiri.


Melihat kepergian orang tuannya, Elvira berjalan kembali lagi ke ruangan dokter. Sampai di sana dokter Melisa mengerutkan keningnya saat mendapati Elvira yang kembali lagi.


Elvira menutup pintu ruang Melisa dan menguncinya. Ia juga memeriksa jendela ruangan Melisa. Elvira menghembuskan nafasnya perlahan, ia harus mengatakan ini pada wanita yang tak jauh beda dengan ibunya. Hanya wanita di depannya ini yang akan membantunya.


"Nona, apa ada yang ketinggalan.?" Tanyanya bingung, melihat di sekitarnya jika ada barang yang tertinggal milik keluarga Damian. Kerutan di dahi Melisa bertambah saat melihat Elvira yang menutup jendela lalu menutup gordennya. Ada apa...?


Elvira berbalik dan mendekati Melisa saat di rasa aman.


"Aku mau bertanya, apa aku bisa tes DNA untuk bayi yang aku kandung. Aku ingin memastikan sesuatu."


Tanya Elvira, ia yakin jika wanita di depannya ini tak akan berani membongkar rahasianya. Tak ada pilihan lain lagi selain wanita di depannya ini.


"Nona.."


Melisa shock mendengarnya, ia menatap tak percaya pada wanita cantik Elvira Jennifer putri Damian.


Elvira tersenyum masam melihat wajah shock Melisa yang menatapnya aneh. Ia yakin jika Melisa berpikiran macam-macam dengannya.

__ADS_1


"Bantu aku,"


Melisa masih tak bergeming di tempatnya, menatap wajah Elvira yang terlihat tak baik baik saja. Ia tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Berpikirlah sesukamu dokter, tapi bantu aku." Lanjut Elvira tak mengalihkan pandangannya. Elvira harus melakukan ini, ini menyangkut hidupnya dan bayi yang ada di kandungan ini.


Melisa mendesah lirih, ia menarik tangan Elvira dan mendudukkan Elvira di kursi.


"Nona, jangan terlalu di pikirkan, ingat anda tidak boleh stres. Bukankah anda sudah lama menantikan hal ini.?"


Elvira menatap wajah keriput yang masih terlihat cantik.


Melihat Elvira yang diam, Melisa mengangguk mengiyakan. Ia tau Elvira mungkin belum siap menceritakannya padanya.


"Tidak usah menceritakan pada saya, nona. Saya akan membantu anda, tapi bukan untuk tes DNA sekarang. Resikonya sangat besar, dan itu berdampak pada janin anda. Sebaiknya jangan melakukan tes DNA dulu nona. Lakukan saat bayi anda lahir nanti. Bukankah anda tak ingin terjadi sesuatu dengan bayi anda nona.?"


Ucap Melisa menatap wajah cantik Elvira. Elvira diam, mendengar penuturan wanita di depannya ini.


Lirih Elvira, menatap gambar hitam putih di tangannya. Ya ia tak tau harus bagaimana menghadapi permasalahannya saat ini. Benar kata Sonia, ia akan terkena masalah karna kebodohan nya sendiri.


Ausky Luis dan Mark Harrold dua pria yang secara bersamaan menaburkan benihnya pada rahimnya. Meski sudah lebih empat tahun menikah, dan belum di karunia anak. Tapi tetap saja Elvira tak bisa mengatakan jika bayi yang ia kandung adalah milik Sky, pria bayarannya. Begitupun sebaliknya, ia tak bisa mengatakan jika ia mengandung anak Mark mantan suaminya. Apalagi ia dan Mark sudah lebih empat tahun menikah dan belum di karunia anak.


"Ada, menjauh dari semuanya adalah pilihan yang tepat. Kembali lagi saat bayi anda lahir, lakukan tes DNA."


Menatap mata Elvira yang terlihat memiliki beban pikiran. Ia mengusap pundak Elvira dan mengangguk mengiyakan.


"Bagaimana dengan daddy dan mommy.?" jawab Elvira lirih.

__ADS_1


"Lakukan apa saja, dan pergi dari mension."


Elvira menatap wajah wanita di depannya ini. Melisa tersenyum dan memeluk tubuh Elvira. Semua orang tau jika Elvira gadis yang suka berontak dan keras kepala. Tapi sebenarnya Elvira memiliki hati yang lemah lembut dan tak seperti tampilannya. Ia tau semua itu hanya kedok Elvira untuk menutupi kekurangannya.


Ya kekurangan dirinya yang sebenarnya.


Elvira sudah lama mengidap miom di dalam rahimnya. Sejak usianya remaja, miom itu terlihat. Tapi Elvira membiarkannya begitu saja. Hingga usianya dewasa dan menikah dengan Mark Harrold. Elvira baru mengeluh jika ia ingin mempunyai anak. Dan tentu semua itu tak mudah, mengingat miom itu sudah terlihat dan cukup besar. Itu sebabnya Elvira tak kunjung hamil.


Dinding rahim Elvira lah yang sebenarnya tak mampu menampung benih dari Mark. ****** yang Mark berikan, tak sampai pada rahim Elvira karna terhalang miom. Tapi tidak dengan sekarang, Tuhan tiba tiba saja memberi kejutan untuk wanita cantik di pelukannya ini.


Itu sebabnya ia dulu menyarankan Elvira dan Mark proses bayi tabung, karna dengan proses itu benih keduanya akan di letakkan pada rahim Elvira tanpa melalui proses jalannya ****** sampai pada dinding rahim Elvira.


Melisa sudah berulang kali mengatakan pada Elvira jika Elvira harus mengangkat miom di rahimnya, tapi Elvira tak ingin orang lain tau kekurangannya dan Elvira sangat membenci hal itu. Hanya obat yang di berikan pada Melisa yang selalu Elvira konsumsi.


Elvira menangis di pelukan Melisa, ya ia tak tau harus bagaimana lagi untuk saat ini. Bingung sendiri dengan kebodohannya. Ia harus bagaimana menghadapi permasalahan yang menimpanya. Di satu sisi, ia sangat bahagia karna hamil. Tapi di sisi lainnya, Elvira sangat bingung dan tak tau harus bagaimana.


"Pulanglah terlebih dahulu, besok aku akan menjemputmu, percayalah padaku." Mengusap punggung Elvira yang rapuh.


"Ya.."


Elvira mengusap pipinya yang basah, ia tersenyum melihat Melisa yang di balas dengan senyum Melisa. Wanita yang sudah lama, merawat dirinya dan merahasiakan tentang kekurangannya.


"Jangan bersedih, semua akan baik baik saja, ingat baby kamu nona."


Elvira menggangguk mengiyakan ucapan Melisa. Tak lama ia keluar dari ruangan Melisa dan berjalan keluar. Melihat Elvira yang keluar Melisa menghembuskan nafasnya perlahan. Ia kasihan dengan putri Damian, empat tahun menikah dengan Mark Harrold. Bolak balik datang kemari hanya untuk memeriksa kandungan dan kesehatannya.


Ternyata semua itu tak cukup tangguh bagi wanita cantik seperti Elvira. Entah kebodohan apa yang wanita itu lakukan. Yang jelas ia tau Elvira, wanita itu butuh kasih sayang yang sesungguhnya. Merahasiakan sakitnya bertahun tahun agar tak di gunjingkan orang lain dan terlihat baik baik saja. Tapi nyatanya, itu membuat rumah tangganya dengan Mark Harrold kesepian.

__ADS_1


Melisa sudah tau bagaimana Elvira. Wanita itu sungguh menginginkan buah hati di rahimnya. Tapi Elvira sangat keras kepala, masih kekeh tak ingin orang lain tau tentang kekurangannya. Tapi sepertinya Tuhan memberikan Elvira keajaiban. Tapi lagi-lagi ia yakin jika Elvira sudah melakukan kesalahan dan ia tak tau apa.


*


__ADS_2