Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.107# Hati yang hancur


__ADS_3

Elvira terkekeh lagi mendengar rengekan Sky padanya. Entah apa yang ia pikirkan setelah bertemu dengan Mark. Apalagi saat melihat Mark yang menggendong putrinya.


"Sayang apa kau mendengar ku.?"


Tanya Sky di sebrang telpon, yang tak mendengar suara Elvira. Lamunan Elvira buyar saat mendengar suara Sky yang mengagetkannya.


"Ya.."


Sky mengerutkan keningnya mendengar jawaban Elvira padanya. Tak lama ia menutup sambungan teleponnya bersama Elvira.


Sky menghembuskan nafasnya perlahan, matanya terpejam merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Sky tau jika Elvira baru saja bertemu dengan Mark tadi. Tapi Sky tak tahu jika Callista adalah putrinya.


"Apa kau masih mencintainya El,?" Gumam Sky lirih.


Sky menekan dadanya yang sakit, ia yakin jika Elvira sebenarnya masih mencintai Mark Harrold. Entah kenapa Sky merasa jika Elvira memang sangat mencintai Mark.


"Itu artinya aku yang kalah Mark Harrold, Elvira masih mencintai mu."


Sky terkekeh masam, sungguh hatinya sangat sakit. Tak bisa memiliki wanita yang sangat di cintainya. Ia pikir ia bisa memiliki Elvira sepenuhnya. Ternyata hati Elvira masih terpaut oleh Mark Harrold.


"Aku berharap kau akan mencintai ku El."


Gumam Sky lirih. Memejamkan matanya menikmati rasa sakit yang menyerangnya. Jika Elvira memilih Mark apa yang bisa ia lakukan, selain menerima keputusan Elvira. Memaksa memiliki pun hanya akan memberinya rasa sakit yang tak berujung. Sky tak ingin mencintai dengan rasa sakit, ia ingin mencintai dengan hati dan cinta tulus.


*


Sedangkan Elvira sendiri mengerutkan keningnya saat Sky menutup sambungan teleponnya. Biasanya Sky akan berjam jam menelponya, tapi baru beberapa menit Sky sudah menutup sambungan teleponnya.


"Apa Sky tau," Gumam Elvira.


"Nona, sudah sampai."

__ADS_1


Elvira berjengit kaget mendengar suara baby sitter putrinya. Tak lama kemudian Elvira keluar dari mobil bersama putrinya yang berada di gendongannya.


Melihat anak dan cucunya pulang Raline mendekati Elvira dan mengambil Callista di tangan Elvira.


Cup...


"Cucu Oma baru jalan jalan,"


Ucap Raline pada cucunya dan membawanya bersamanya. Elvira sendiri mengikuti ibunya dari belakang. Elvira menatap punggung ibunya yang berjalan lebih dulu bersama putrinya.


"Mom.."


Panggil Elvira pada ibunya, Elvira ingin berbagi kegundahan hatinya, hanya ibunya yang mengerti dirinya. Raline menoleh dan menatap wajah Elvira.


"Ana, bawa Callista kekamarnya."


Wanita yang menjadi babysitter Calista mengangguk dan mengambil anak majikannya, lalu membawanya naik ke atas dimana kamarnya berada.


Raline menatap Elvira yang berdiri di depannya, tak lama ia mendekati Elvira dan membawa Elvira ke kamarnya.


Tanya Raline, setelah mengunci pintu kamarnya. Elvira masih bungkam mendengar pertanyaan ibunya. Hingga Raline bertanya lagi padanya, Elvira baru membuka mulutnya.


"Dia putri Mark mom."


Raline menatap wajah cantik Elvira, Raline sudah menduga semua itu jika Mark Harrold adalah ayah kandung cucunya.


"Tanya hatimu El, berikan yang terbaik untuk putrimu, terutama untuk dirimu sendiri. Mommy dan daddy hanya bisa mendoakan mu sayang."


Raline memeluk tubuh putrinya, ia tau jika Elvira bimbang dengan semua ini. Elvira mungkin tak bisa menyakiti hati kedua pria yang pernah bersamanya.


"Ya terima kasih mom." Elvira terisak dalam pelukan ibunya. Ia akan membuat keputusan yang terbaik untuk semuanya. Untuk dirinya dan untuk putrinya.

__ADS_1


*


Elvira berjengit kaget saat mendapati tangan besar melingkar di pinggang rampingnya. Ia tau itu tangan milk Sky, siapa lagi hanya Sky yang belakangan ini keluar masuk kamarnya. Entah apa yang Sky katakan pada kedua orang tuanya hingga Damian dan Raline selalu mengijinkan Sky masuk ke dalam kamarnya.


"Aku merindukanmu El."


Cup...


Sky melabuhkan bibirnya di pundak Elvira yang terbuka. Memeluk tubuh Elvira erat, menyalurkan semua perasaannya pada Elvira jika ia mencintainya. Sungguh Sky juga sangat ingin memiliki Elvira sepenuhnya. Menjadikan Elvira miliknya dan kekasih hatinya.


Baik Elvira maupun Sky masih diam belum mengeluarkan suaranya.


"El apapun keputusan mu, itu yang terbaik. Aku mencintai Callista dan dirimu."


Elvira berjengit mendengar penuturan Sky. Ia berbalik menatap wajah tampan Sky yang sangat dekat dengannya. Hatinya berdebar kencang melihat tatapan mata Sky padanya. Tidak mungkin Sky tau sesuatu...


"Sky..."


Cup...


Sky manautkan bibirnya pada bibir Elvira. Andai Elvira bukan miliknya setidaknya Sky sudah menunjukkan betapa besarnya cintanya pada Elvira. Sky akan dengan senang hati menerima keputusan Elvira jika dia tak memilihnya. Ia hanya bisa menunjukkan bahwa dia sangat mencintainya.


Hingga sepuluh menit kemudian Sky baru saja melepaskan tautan bibirnya dari bibir Elvira. Elvira masih tak membuka mulutnya, sat Sky melepaskan tautan bibir mereka.


"Aku mencintaimu El."


Elvira memeluk Sky, entah apa yang Elvira rasakan mendengar ungkapan Sky padanya kali ini.


"Aku tau kau baru bertemu Mark El, apa Callista putri Mark Elvira.?"


Deg...

__ADS_1


.


.


__ADS_2