Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.14# Pesta


__ADS_3

Mark dan Elvira masuk kedalam casino. Mereka berdua terlihat sangat mesra, bergandengan tangan menunju tempat pasta sahabat nya.


Mark sendiri melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Elvira. Sesekali bibir nya tak berhenti mengecup pipi Elvira.


"Mark, mereka sudah berkumpul, ayo."


Mark mengangguk mengiyakan ucapan istrinya. Ia berjalan mengikuti langkah Elvira yang lebih dulu meninggalkan nya.


"El,..Kau terlambat sayang."


Sonia salah sahabat Elvira pemilik pesta malam ini menyambut nya. Mereka berdua saling menempel kedua pipi mereka.


"Uh sorry, aku terlambat, seperti biasa pria menyebalkan itu mengganggu ku."


Bisik Elvira pada sahabatnya dan di balas dengan tawa renyah mereka semua.


"Mark, kau seperti anak ayam yang selalu mengekor pada El. Cobalah kau lepaskan El, bisa saja dia akan bosan padamu kau mengikuti nya terus menerus." Ucap Sonia.


"Bukan begitu seharusnya, Mark coba saja kau lepaskan istri mu, aku yakin malam ini Elvira menjadi rebutan banyak pria kaya." Temannya yang lain menimpali nya.


Mereka semua tertawa renyah saat melihat wajah Mark yang masam. Mark sendiri yang sudah biasa dengan candaan mereka hanya menggelengkan kepalanya. Itu sudah bukan hal yang baru di telinga nya. Memang Mark jarang sekali membiarkan istrinya keluar sendiri. Ia akan selalu mengikuti nya kemanapun Elvira pergi.


"El, ayo sini."


Elvira mengangguk, tak lama kemudian ia menoleh ke arah Mark.


"Ya aku tau kau sudah gatal ingin berjoget, pergilah."


Elvira tersenyum kegirangan mendengar Mark lagi lagi mengijinkan nya.


"Uh Mark, kau semakin tampan,"

__ADS_1


Rayu Elvira pada suaminya, sedangkan Mark sendiri hanya mendengus mendengar nya. Tangan Mark menarik tangan Elvira kembali.


"Ingat jangan mengabaikan aku jika aku menunggu mu di sini. Biasanya kau selalu lupa jika kau sudah berkumpul mereka."


Dengus Mark, menatap mata cantik Elvira.


"Ya aku tidak akan melupakan mu Mark,"


Cup...


*


Sementara di ruang VIP lainnya, Sky yang sedang berpacu dengan keringat pun tak menghentikan gerakannya. Padahal wanita di depannya ini sudah meringis dan merintih akibat hujaman Sky.


"Damn it...."


Sky mengumpat dirinya sendiri saat milik nya yang tak puas dengan wanita yang di bawah kungkungan. Tak hilang akal Sky membalikkan tubuh wanita itu dan lagi lagi mencoba mencari kepuasan dalam dirinya. Bayang bayang wanita yang membayar nya benar mengacaukan kesenangan dan membuat nya kesal.


"Aku akan menangkap mu nona, kau sudah mengacaukan segalanya, benar benar sial."


Ia melepaskan lagi milik nya dan mengambil tisu lalu mengelap miliknya yang terkena noda darah. Lalu membuang sarung miliknya sembarang arah.


Selin sendiri masih bingung, saat melihat pria di depannya ini justru mengakhiri percintaan panas mereka dan menyudahinya menoleh ke arah Sky.


"Tuan, ada apa, tuan belum menyelesaikan nya."


Tangan Selin mendarat pada milik Sky yang masih berdiri kokoh. Meskipun sakit dan perih di pusat inti tubuhnya, ia tak ingin pria ini membatalkan perjanjian dengan ayahnya.


"Pergilah aku sudah selesai dengan mu nona dan singkirkan tangan mu dari milik ku."


Selin langsung menarik tangan nya dan menunduk. Sedangkan Sky mendengus, ia lalu menyembunyikan milik nya lagi pada tempat persembunyian.

__ADS_1


Berjalan keluar dari ruang VIP, tangan nya memijit kepalanya yang pusing. Pusing jika milik nya sama sekali tak merasakan puas. Sungguh baru pertama kalinya Sky merasa jika ia benar-benar tak puas bermain dengan wanita yang masih bersegel. Dari dulu ia akan puas dan bangga saat milik nya muntah pada milik yang sempit. Tapi tidak kali ini, ia sudah lelah bergerak tapi milik nya sama sekali tak puas. Dan tak ada tanda tanda jika permainan nya sangat menggairahkan, yang ada hanya rasa lelah dan jenuh.


Sampai di luar mata tajam nya menyipit saat tak sengaja melihat wanita cantik berpakaian seksi di antara kerumunan banyak orang. Sky tak mungkin salah mengenalinya dia adalah wanita liar yang membayarnya. Apalagi saat melihat dia mencium bibir pria yang membelakanginya.


"Brengsek.."


Nafasnya naik turun menahan emosi pada wanita liar itu yang sudah menggandeng pria lainnya. Tentu saja Sky cemburu melihat Elvira mencium bibir seorang pria. Ia yakin jika pria itu adalah temannya malam ini.


"Rupanya kau sudah mendapatkan mangsa malam ini nona. Kau sudah mengacaukan pikiran ku dan sekarang kau sedang bersenang-senang dengan pria lainnya, awas saja kau nona."


Senyum penuh misteri di bibir Sky saat melihat Elvira malam ini. Mana mungkin ia akan melepaskan wanita liar itu begitu saja.


"Kita lihat nona, bukan pria itu yang akan memuaskan mu, tapi aku, Ausky Luis."


Sky berjalan mendekati Elvira, tangan nya menyambar topi di kepala waiters yang berjalan melewati nya. Tak perduli jika pria itu memanggil nya.


*


Sedangkan Elvira mendatangi teman temannya dan berjoget bersama para sahabat nya. Mark sendiri yang melihat istrinya sudah bercampur dengan teman-teman mendengus. Ia berbalik dan mencari tempat duduk.


Mengangkat satu kaki nya tumpang tindih menatap wajah cantik Elvira yang tertawa bersama dengan teman temannya.


"Maafkan aku El, aku menghianatimu."


Mark mengusap wajah nya kasar, ia masih di bayangi dengan penghianatan yang ia lakukan bersama dengan Rosa sekertaris nya.


"Aku akan mengatakan padamu nanti El."


Mark masih berpikir jika Elvira akan memaafkan nya.


Padahal Elvira menunggu Mark mangakui perbuatan nya. Kenapa ia sudah menghianati nya di malam ulang tahun pernikahan mereka. Hingga Elvira berbuat gila, membayar pria bayaran untuk membalaskan sakit hatinya.

__ADS_1


__ADS_2