
Sementara di kota X..
Tak ada kata lelah bagi seorang pria yang menunggu Elvira keluar dari mension mewah Arga. Tapi nyatanya Elvira sama sekali tak menunjukan batang hidungnya dan keluar dari mension mewah Arga.
Hingga seminggu berlalu, ia masih setia mengintai mension Arga.
Masuk sebagai tamu, sudah dia coba, tapi nyatanya, mereka tak mengijinkan masuk saat Arga sendiri yang tak mengijinkan siapapun masuk ke dalam.
Arga sendiri memang tak pernah mengijinkan siapapun masuk ke dalam mension mewahnya. Sebelum ia yang mengatakan sendiri pada penjaga gerbang. Mereka akan menolak siapa saja yang ingin bertamu, tanpa persetujuan Arga.
"Tuan.." Ia iba melihat tuannya tak lelah menunggu Elvira keluar mension.
"Benar benar tak ada caranya masuk,"
Keluhnya pada pria di sampingnya, pantas saja Elvira bersembunyi kemari, ternyata Elvira sengaja menghindari mereka semua.
"Tuan belum makan, makanlah terlebih dahulu tuan."
"Ya.."
Berbalik pergi meninggalkan mension Arga. Ia sudah mengabaikan kesehatannya sendiri, demi bertemu dengan Elvira. Wanita yang sudah sangat ia rindukan dan sangat di cintainya.
*
Satu jam berlalu, Arga dan Melisa membawa Elvira ke rumah sakit. Arga sendiri yang mengendarai mobilnya menuju rumah sakit terbesar di kota X.
Hari ini adalah hari dimana Elvira akan melahirkan sesar. Elvira sama sekali tak diizinkan keluar dari Mension mewah Arga. Arga sendiri sudah pulang sejak kemarin karna istrinya menelponnya jika hari ini Elvira akan operasi sesar.
Di mobil, Elvira sama sekali tak membuka suaranya. Menatap jauh ke depan, tangannya tak berhenti mengusap perutnya yang membuncit.
__ADS_1
Melisa dan Arga yang duduk di depan hanya mendesah lirih. Mereka berdua tak tega melihat wajah Elvira yang menatap kosong.
"El, menurut mu dia babygril atau babyboy.?" Tanya Arga mengalihkan perhatian Elvira. Melirik wanita hamil yang duduk di kursi belakang.
Elvira memang tak mengijinkan Melisa mengetahui jenis kelaminnya. Elvira ingin kejutan saat ia melahirkan nanti.
"Menurut om Arga,?" Tersenyum tipis.
"Menurut Om pasti babygril, biar cantik seperti ibunya, ia gak sayang." Menoleh sekilas ke arah Melisa. Melisa sendiri mencebikkan bibirnya, dan itu membuat Elvira terkikik geli. Melisa menatap wajah cantik Elvira yang tersenyum terpaksa.
Menghembuskan nafasnya perlahan, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan baik baik saja.
*
Elvira menatap wajah Arga yang berdiri di depannya sambil menelpon anak buahnya di sebrang telpon, Elvira bisa mendengar itu. Sedangkan Melisa sendiri berganti pakaian. Ya Melisa akan membantu Elvira melahirkan bersama dengan dokter di sini.
"Ada apa sayang..?"
Tes...
Elvira membekap tubuh tinggi Arga dan menangis. Melisa sendiri yang sudah berganti pakaian dokter menatap keduanya. Tak terasa air matanya juga ikut meleleh melihat Elvira menangis di pelukan suaminya.
"Sejak kapan Elvira sedih dan pintar menangis. Apa yang di pikirkan wanita hamil itu, oh Tuhan." Gumamnya lirih mengusap pipinya yang basah, tak tega melihat Elvira yang rapuh.
"Aku merindukan daddy." Lirihnya.
Arga berjongkok mengambil tangan Elvira dan mengusap pipi Elvira dengan kedua tangannya.
"Dengar kau akan segera memiliki baby, daddy dan mommy mu pasti akan senang percayalah. Semuanya akan baik baik saja El, mereka tak marah padamu El."
__ADS_1
Elvira mengangguk mengiyakan ucapan Arga. Ia tersenyum lebar melihat Arga, entah kenapa Elvira merindukan sosok seorang pria di depannya. Pria yang belakangan ini ia rindukan.
"Ayo El, kita masuk ke dalam,"
Tiba tiba saja Melisa mengagetkan Elvira dan Arga. Arga berdiri dan mengelus kepala Elvira, melemparkan senyum lebarnya pada wanita hamil yang sudah ia anggap sebagai anak.
"Semuanya akan baik baik saja."
Ucap Melisa mendorong kursi roda Elvira. Elvira menggangguk mengiyakan, ia mengusap pipi yang basah dan tersenyum pada Melisa.
"Tunggu..."
Elvira menoleh saat mendengar suara yang tak asing di telinganya. Begitupun dengan Arga dan Melisa, mereka menoleh ke sumber suara. Dahi mereka mengkerut saat melihat seseorang yang agak jauh berdiri dari mereka.
"Sky.." Lirih Elvira menatap tak berkedip pada Sky.
Ya Ausky Luis, melihat mobil Arga keluar dari Mension mewahnya, Sky tak membuang waktu. Ia mengikuti mobil yang di kendarai Arga masuk ke dalam rumah sakit terbesar di kota X. Sky tau jika di dalam mobil Arga ada Elvira. Wanita yang di carinya selama ini.
Saat Sky turun dari mobilnya, ia kehilangan jejak Arga dan Elvira yang entah kemana. Sky tak putus asa, ia mencari keberadaan Elvira dimanpun. hingga dari jauh ia bisa melihat Elvira yang duduk di kursi roda. Sky berpikir, untuk apa Elvira duduk di kursi roda. Kakinya melangkah lebar mendekati Elvira, begitu dekat ia shock saat mendengar jika Elvira akan melahirkan sekarang. Bukankah usia kandungan Elvira baru delapan bulan. Sky tau karna ia diam diam menghitung saat ia bercinta dengan Elvira.
",El..."
Sky mendekati Elvira, tak perduli tatapan orang keduanya yang menatapnya shock dan kaget. Jelas saja Melisa dan Arga kaget melihat pria ini adalah Ausky Luis. Setau mereka Ausky Luis adalah pebisnis asal Amerika yang sedang melebarkan sayapnya di berbagai negara termasuk Berlin.
Pria muda tampan dan berkarisma, tubuh tinggi dan wajah bak dewa Yunani ini mengenal Elvira. Apa hubungannya dengan Elvira, kenapa dia mengenal Elvira juga.?
"Mungkinkah.."
Gumam Melisa melirik ke arah suaminya. Begitupun dengan Arga, ia juga berpikiran sama dengan istrinya. Mereka berdua menatap Elvira dan Sky bergantian.
__ADS_1
Cup...Cup..