Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.43 # Kecurigaan Raline


__ADS_3

Damian dan Raline mengerutkan keningnya mendengar jawaban mereka berdua yang tak sama.


"Dad aku tak mengenalnya mungkin anda salah orang tuan.?" Jawab Elvira menatap tajam pada Sky. Sedangkan Sky sendiri tersenyum smirk melihat mata tajam Elvira padanya. Elvira mengepalkan tangannya melihat senyum pria bayarannya yang terlihat menyebalkan menurut nya. Ia tau jika pria ini mengejeknya.


"Aku mengenalnya tuan, apa anda sudah lupa nona.?" Dada Elvira seketika berdetak lebih kencang lagi. Ia menatap wajah tampan pria bayaran nya ini dengan wajah memelas nya.


"Maafkan putri ku tuan Luis, dia memang seperti itu. Mungkin dia hanya mengenal Mark saja, benar sayang.?"


Elvira tersenyum masam mengingat lagi tentang pertengkaran nya dengan Mark. Sementara Sky mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Damian. Rupanya Damian belum tau apa yang di lakukan Mark pada putrinya.


"Iya.." Jawab Elvira lirih.


Sedangkan Sky yang mendengar jawaban Elvira mengerutkan keningnya. Apa terjadi sesuatu dengan Elvira.


"Tuan kalau begitu saya permisi dulu, selamat sore, tuan." Damian mengangguk dan berdiri mengantarkan pria muda yang akan bekerja sama dengan nya. Sky melirik ke arah Elvira, ia tersenyum tipis jika Elvira sama sekali tak melihat ke arah nya.


Sky berjalan bersama Damian yang mengantarkan nya sampai di depan pintu. Setelah Sky pergi Damian berbalik pada istri dan putrinya.


"Apa dia rekan bisnis daddy.?" Damian mengangguk mengiyakan ucapan Elvira. Elvira hanya mendesah lirih. Ia lalu berpamitan pergi ke dalam kamarnya. Sedangkan Damian dan Raline hanya mengangguk. Mereka berdua bingung dengan putri nya, Elvira tak seperti biasa nya.


"Apa dia tak ada pemotretan hari ini,?" Raline menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan suaminya.


"Apa ada yang terjadi dengan putri kita, sepertinya dia banyak masalah hari ini? Apa dia bertengkar dengan Mark.?"


" Mana mungkin mereka bertengkar, Mark dan Elvira tidak pernah bertengkar. Tapi aku tidak tau jika soal anak."


Damian mendesah lirih mendengar nya. Ia sudah tau satu satunya alasan kenapa putri dan menantunya bertengkar adalah karna anak yang belum ada sampai sekarang. Ia sendiri juga tak tau sampai kapan akan memiliki cucu. Ia tak bisa mengekang Elvira yang begitu mencintai Mark Harrold. Padahal Damian tau jika Mark sangat lah egois dan terlalu mengekang Elvira.


Sedangkan di dalam kamarnya, Elvira masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuh lelahnya. Ia duduk di lantai dengan air yang mengalir membasahi tubuh nya.

__ADS_1


"Maafkan aku Mark, kau sudah mengecewakan aku terlalu dalam."


Lama Elvira duduk di lantai dingin hingga tubuhnya benar benar menggigil. Melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya dan membilas nya lalu berjalan mengambil handuk.


Keluar dari kamar mandi, ia mendapati ibunya sudah menunggu nya dan duduk di atas ranjang nya.


"Mom.."


Raline menoleh ke arah Elvira, tersenyum melihat Elvira yang berjalan masuk ke dalam walk in closed. Setelah memakai pakaian ganti Elvira keluar menghampiri ibunya.


"Apa apa sayang,?"


Elvira duduk dan memeluk tubuh Raline lalu mengecup pipi nya bertubi-tubi. Menyandarkan kepalanya di lengan tua ibunya.


"Apa kau ada masalah dengan Mark sayang, bicara dengan mommy El.?" Elvira menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan ibunya. "Tidak ada mom, aku hanya lelah." Jawabnya.


"Jangan berbohong pada mommy, matamu tak bisa berbohong pada kami sayang. Ada apa? apa Kalian bertengkar lagi.?"


"El Mark menampar mu.?"


Deg..


Elvira kaget, ia meraba pipinya sendiri dan menggelengkan kepalanya. Lupa jika ia baru saja mandi dan tentu saja foundation yang di pakainya luntur. "Tidak mom, El tadi terlalu lama di kamar mandi." Kilah Elvira. Dan Raline tak percaya begitu saja. ,ia tau bekas apa itu.?


"Mommy bukan anak kecil El, jangan sampai daddy mu tau. Katakan pada mommy apa yang terjadi.?"


Raline menatap wajah cantik putrinya, ia yakin jika itu bekas tamparan tangan.


"Mom El mohon, semua ini salah Elvira. Mark memang pantas melakukan ini pada El." Raline melototkan matanya mendengar penuturan Elvira. Ia bangkit dari duduknya, tapi Elvira mencegah ibunya agar duduk kembali.

__ADS_1


"Plis mom, jangan katakan apapun pada daddy, aku yang salah di sini mom." Raline masih mengontrol emosi nya yang memuncak. Dari dulu ia dan Damian tak pernah membentak Elvira apalagi sampai menyakiti nya seperti ini.


"Mom.."


Raline mendesah lirih mendengar suara memelas Elvira padanya. Ia mengangguk mengiyakan ucapan Elvira, mengelus pipi Elvira yang memerah.


"Apa kesalahan mu sampai Mark menampar mu El,?" Elvira menatap manik mata ibunya, menggelengkan kepalanya. "Aku akan mengatakan nya pada mommy dan daddy, tapi nanti El ingin menenangkan diri dulu mom." Raline mengangguk mengerti. "Jangan katakan sama daddy mom." Hiba Elvira pada ibunya.


"Ya.. Istirahatlah di kamar, mommy akan keluar."


Raline berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Elvira di kamar nya.


Elvira mendesah lirih saat melihat punggung ibunya menghilang di balik pintu. Membaringkan tubuhnya di ranjang empuk milik nya. Tak lama kemudian sahabat nya menelponnya.


"El kau tak ingin menyusul kami.?" Elvira menatap layar ponselnya yang ramai dengan para sahabat nya yang sedang berlibur.


"Tidak.." Terdengar suara sorak di belakang Kania, terlihat Sonia juga tak kalah mengejeknya. " Kenapa wajah mu El, apa kau terlalu iri dengan kami. Sudah ku bilang, kau terlalu bekerja keras Baby. Kau perlu liburan seperti kami El, benarkan Sonia.?...


Yap betul, kau lihat saja wajah nya yang di tekuk seperti itu, ayolah El kami masih lama disini sayang. Jika kau.menyusuk kami kami akan memperpanjang liburan nya."


Elvira mendengus mendengar penuturan Sonia. Tak lama ia mematikan ponselnya dan membuangnya asal. Ia tau mereka mengejeknya yang tak ikut liburan bersama mereka.


"Mereka sama sekali bukan sahabat ku, tertawa di atas penderitaan ku, sial."


Elvira membanting tubuhnya hingga terlelap begitu saja.


Hingga waktu makan malam Elvira belum juga menunjukkan batang hidungnya.


"Di mana El, sayang.?"

__ADS_1


"Di kamar nya mungkin dia tertidur." Jawab Raline seadanya. Damian mengangguk mengiyakan. "Apa dia tak ada pemotretan hari ini, tak biasanya dia ada di mension. Biasanya dia paling sibuk di bandingkan dengan ku. Akhir akhir ini dia sering ada di mension, apalagi di datang kemari tanpa Mark, apa terjadi sesuatu dengan Elvira, sayang.?" Raline menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Damian. Ia tak berani mengangkat wajahnya takut jika Damian mengetahuinya jika ia berbohong padanya.


__ADS_2