
Elvira berbalik dan menatap tajam Mark, sedangkan Mark sendiri yang melihat tatapan tajam Elvira padanya menggelengkan kepalanya.
"Sayang, dia rekan bisnis ku, aku tak menyembunyikan sesuatu dari mu El, percayalah." Nafas Elvira memburu mendengar jika Mark masih mengelak dan berbohong padanya. Tak lama kemudian Elvira berjalan ke arah ranjang dan kembali tidur. Ia sudah lelah mendengar ucapan Mark yang selalu saja berbohong dan menutupi kesalahannya.
"Padahal jika kau mengaku, aku juga akan mengakui kesalahanku Mark."Lagi lagi Mark menyangkalnya. Ia sendiri juga tak tau apa maksud Elvira, tapi ia tak ingin melihat Elvira hancur karna penghianatan nya. Lagi pula mana mungkin Elvira akan berbuat gila, Mark yakin jika Elvira hanya mencintai nya.
"Tidak ada sayang."
Ucap Mark, tapi tak lama kemudian ponsel Mark berdering kembali. Mark menatap ponsel di tangan nya dan menatap punggung ramping Elvira.
"Angkat lah, itu dari rekan bisnis mu bukan, itu pasti penting Mark."
Ragu ragu Mark menekan tombol hijau di ponselnya. Tapi tak lama kemudian Mark berpikir jika semua itu adalah karna ingin membantu keluarga Rosa.
"Tuan tolong saya, mereka kembali lagi menghancurkan rumah kami malam malam."
Prang...
Terdengar suara benda pecah di sebrang telpon. Mark hanya memejamkan matanya, mendengar nya. Ia tak tega melihat ayah Rosa yang sudah tua itu, mereka pasti menghancurkan rumah nya. Padahal Mark sudah melunasi hutang keluarga Rosa.
Mark tak tega melihat pria tua yang menjadi ayah Rosa. Kemarin saat ia datang kesana, mereka bahkan tak segan segan melukai pria tua itu. Ia yakin jika malam ini mereka juga melukai nya.
"Tuan.."
"Ya aku akan datang."
Tangan Elvira terkepal erat mendengar jika Mark lagi lagi akan meninggalkan nya demi Rosa. Wanita itu ternyata sudah berhasil menghancurkan rumah tangga nya.
"Sayang, aku tinggal dulu ya, ada rekan bisnis ku yang tiba tiba datang dan mengajakku bertemu El." Mark mengambil pakaian milik nya dan mengerutkan keningnya saat tak mendapati kemejanya.
"Sayang di mana kemejaku El,"
__ADS_1
"Basah.."
Ucap Elvira datar tanpa menoleh sedikitpun pada Mark. Sedangkan Mark hanya mengangguk mengiyakan. Ia sama sekali tak curiga bagaimana kemeja nya bisa basah.
Mark hanya memakai jas milik nya, ia bisa memakai kemeja yang ada di mobilnya nanti. Mendekati Elvira dan mengecup kening Elvira.
Cup..
"Aku janji akan kembali lagi jika semuanya sudah selesai El."
Elvira tak menjawab nya, ia hanya meresapi sakit hati yang selalu di permainkan oleh Mark. Tak lama ia mendengar suara pintu yang tertutup.
"Rosalinda, aku akan membalasmu sialan, Mark brengsek."
Nafas Elvira memburu, ia bangun dan mengambil ponsel miliknya. Keluar dari kamar tempat nya menginap dan bercinta beberapa jam yang lalu bersama dengan suaminya. Ternyata Mark sudah keterlaluan padanya, meninggalkan nya lagi demi Rosa.
Padahal mereka hanya menginap satu malam di sini dan setelah itu akan kembali pulang. Tapi Mark membuat hati nya hancur lagi. Apa tujuan Mark membawanya kemari. Makan malam romantis dan bergumul di atas ranjang kecil penginapan. Elvira sendiri tak tau jika Mark akan mengajak nya kemari. Dan sekarang pria itu meninggalkan nya begitu saja. Hatinya benar benar sangat sakit.
"Jika kau akan meninggalkan ku, lalu kenapa kau harus mengajak ku kemari Mark. Tak bisakah kau prioritaskan aku lagi seperti dulu. Kemana cinta mu yang besar padaku Mark, apa semua sudah hilang Mark. Kau tega padaku, padahal aku ingin melupakan semuanya Mark, tapi kau semakin mengabaikan ku." Isak Elvira membuka pintu kamar nya.
Elvira memekik kaget saat tubuhnya di panggul seseorang. Tangan nya memukul punggung lebar pria yang memanggulnya.
Bug.. Bug..
"Hey turunkan aku brengsek, oh my God aku pusing sialan."
Brukk...
"****...'
Elvira mengumpat, saat tubuhnya di lempar begitu saja di ranjang. Matanya terbelalak melihat pria di depannya ini.
__ADS_1
"Kau sialan, brengsek apa mau mu."
Nafas Elvira naik turun, melihat pria bayaran nya ini. Sky tak menggubris umpatan Elvira, ia berbaring dan memeluk tubuh Elvira dan membawanya ke dalam pelukan. Elvira berontak memukul dan menendang Sky. Sky membiarkan Elvira mengamuk padanya, ia tau jika Elvira sangat kecewa dengan sikap suaminya.
Tak lama kemudian Elvira berhenti berontak, lelah dan sakit tangannya yang memukul tubuh Sky. Matanya berkaca-kaca mengingat penghianatan Mark padanya dan selalu mengabaikan nya. Padahal Elvira hanya ingin Mark tak mengabaikan nya. Ia ingin seperti dulu, kemanapun bersama dan saling terbuka.
"Kau sudah puas."
Sky mendekat dan memeluk Elvira, Elvira terisak menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sky. Tak ada yang tau bagaimana rapuhnya hati Elvira saat seseorang telah berhianat padanya.
Menjadi istri yang menginginkan bayi berada dalam rahimnya. Tapi Mark selalu menolaknya, Mark tak ingin mengikuti bayi tabung. Padahal Elvira sudah berulang kali memohon pada Mark jika ia ingin menjadi ibu. Tapi Mark selalu menolaknya, alasannya jika Mark tak ingin dia sakit karna alat dokter yang masuk kedalam miliknya.
"Dia mengabaikan ku lagi,"
Sky memejamkan matanya mendengar suara serak Elvira. Ia yakin jika Elvira sebenarnya wanita yang rapuh. Tapi demi menghindari hinaan dan pandangan rendah orang lain Elvira bersikap pemberani.
Sky tak menjawab, ia mengeratkan pelukannya pada Elvira dan mengusap punggung yang bergetar menahan tangis.
"Dia jahat padaku,"
"Aku bersamamu El,"
Elvira diam ia memejamkan matanya, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria bayaran nya ini. Sampai sekarang Elvira tak tau siapa nama pria yang memeluk nya.
Hingga setengah jam berlalu Sky mendengar dengkuran halus Elvira. Sky menjauhkan wajahnya pada Elvira, menatap mata Elvira yang masih meninggalkan jejak air matanya yang masih mengalir.
Cup...
Kecupan lembut di mata Elvira yang basah, ia tak menyangka jika Elvira akan serapuh ini. Ia tau apa yang di inginkan Elvira.
"Huh aku lebih suka melihat mu yang seperti singa betina." Gerutu Sky melihat mata basah Elvira. Mengusap pipinya yang memerah akibat menangis.
__ADS_1
"Kau memberiku celah untuk merebutnya Mark Harrold."
.