Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.25 # Terong Afrika


__ADS_3

"Elvira.."


Sky meringis merasakan ngilu di pangkal paha nya. "Itu akibat nya jika kau berani macam macam dengan ku tuan." Tanpa rasa bersalah sedikitpun Elvira pergi meninggalkan Sky yang berada dalam kamar mandi.


Ia tak perduli dengan wajah Sky yang merah padam menahan sakit di kepala naga milik nya. Siapa suruh macam macam dengan nya. Dia pikir dia murahan apa? Selain malam bodoh itu ia tak akan menjadi murahan lagi.


"Huh gara gara Mark, aku berbuat bodoh dan murahan, Mark brengsek."


Dadanya bergemuruh menahan emosi pada pria yang berani menghianati nya. "Kita lihat saja Rosa, aku juga akan menghancurkan mu. Kalian berdua sudah bermain api di belakang ku huh. Elvira Jennifer tidak akan kalah dengan wanita murahan seperti mu Rosa."


Brakk..


Elvira menendang kursi sofa hotel meluapkan amarahnya yang di hianati suaminya sendiri. Apalagi dengan Rosa, wanita yang dulu selalu bersamanya. Mungkin saja Rosa mempunyai rasa dengan Mark sudah lama tapi ia tak menyadarinya, dan bodoh nya dia yang menawarkan Rosa sebagai sekertaris Mark waktu itu.


"Rosa brengsek, kau memang pantas di sebut pagar makan tanaman, aku akan membalasmu sialan."


Sky yang masih berada dalam kamar mandi tak menghiraukan teriakan Elvira. Milik nya benar benar sakit dan linu akibat Elvira yang memukul nya.


Sedangkan Sky sendiri yang merasakan sakit luar biasa, berjalan tertatih keluar dari kamar mandi.


"El.."


Elvira menoleh ke arah Sky, ia shock mendapati wajah pucat pasi Sky yang berkeringat.


"Kau kenapa, apa yang terjadi.?" Elvira panik dan menghampiri Sky. Sedangkan Sky sendiri mengumpat kebodohan Elvira dalam hati. Masih bertanya kenapa? bukankah dia yang membuat nya sakit.


"Telpon kan Dokter untuk ku El, aku seperti mau mati sayang."

__ADS_1


Hah..


"Kau mau mati, jangan jangan dulu mati, aku akan menelpon kan dokter untuk mu. Kau tak boleh mati di hadapanku."


Rahang Sky mengeras mendengar ucapan Elvira, tapi rasa sakit ini membuat nya tak bisa membalas wanita liar ini. Milik nya benar benar sakit luar biasa.


Sky bersandar di dinding samping kamar mandi. Ia tak kuat yang hanya sekedar berjalan ke arah kasur. Menatap kasur yang berantakan Sepri dan bantal yang sudah berhamburan di lantai. Sky tak tahu apa yang di lakukan Elvira pada kasur itu, ia tak perduli. Saat ini ia hanya perduli dengan masa depan nya, bagaimana jika dia lumpuh dan struk.


Setelah menelpon dokter Elvira berbalik dan kaget melihat wajah Sky yang semakin pucat. Apalagi pria itu bersandar di dinding, pandangan Elvira turun menatap milik Sky yang layu seperti kerupuk terkena air, lembek.


"Ih ya ampun tuan, jangan dulu mati, aku sudah menelepon dokter untuk mu."


Elvira mendekati Sky dan membenarkan celana bahan Sky menaikkan nya kembali seperti semula. Menutupi terong Afrika Sky yang layu dan mengenaskan.


"Oh ya ampun tubuhmu berat sekali tuan." Keluh Elvira dan memapah tubuh Sky berjalan ke ranjang dan membaringkan nya.


"Uh ya ampun kau berat sekali tuan."


Elvira memegang pinggang nya dan pundak nya, akibat menyeret tubuh besar Sky di atas ranjang. Sedangkan Sky sendiri tak perduli dengan wanita liar yang membawanya kemari. Sky masih memejamkan matanya menikmati linu pada milik nya.


"Huh kau menyusahkan ku tuan, tapi aku kasihan padamu. Bagaimana jika aku benar-benar mengandung anak mu, dan kau mati begitu saja, aku tak mau anakku menjadi yatim."


Oceh Elvira, sambil mengelap dahi Sky yang mengeluarkan banyak sekali keringat. Elvira tak menyangka jika Sky akan kesakitan seperti ini. Ia sedikit menyesal telah memukulnya.


Sky masih merintih merasakan sakit pada milik nya. Ia tak mendengar yang di katakan Elvira, jika ia mendengar pasti Sky akan sangat senang dan terbang ke awan awan. Tapi sayang nya Sky tak mendengar nya. Bukan karna tuli, tapi karna ia hanya fokus dengan rasa sakit yang di deritanya.


*

__ADS_1


Sky sama sekali tak menoleh ke arah Elvira, masih gondok dengan wanita liar ini yang kejam padanya. Memukul kepala milik nya keras tanpa perasaan.


"Dokter apa milik nya bisa sembuh,?"


Sky melirik ke arah Elvira, untuk apa wanita liar ini perduli dengan nya, menyebalkan.


"Kita lihat ya nona, dalam tiga hari ada perubahan tidak."


"Hey, apa maksud mu bodoh, kau ingin mengatakan jika milik ku akan cacat jika dalam tiga hari tak bangun brengsek." Sembur Sky pada pria berjas putih di depannya ini.


"Tidak tuan bukan begitu, semoga milik tu_"


"Berikan obat yang ampuh sialan, sembuh kan milik ku. Atau kau akan menerima akibatnya, brengsek."


Sky berang mendengar nya, mana mungkin milik nya tak akan berfungsi lagi. Sky menatap tajam pada Elvira, semua ini gara gara wanita liar ini yang membuatnya sengsara. Awas saja kau nona...


Elvira meringis melihat tatapan tajam Sky padanya. Menggaruk kepalanya yang tak gatal, salah tingkah dengan kebodohan nya pada Sky.


Tak lama kemudian dokter keluar dari kamar hotel, di antar Calvin sampai ke depan pintu.


Elvira mendekati Sky, tangan nya terangkat dan mendarat di kaki Sky. Memijit kaki Sky dengan tangan nya lentiknya. Sedangkan Sky sendiri melengoskan wajah nya, Sky tau jika wanita ini sedang merayunya.


"Menyingkir dari sana, aku tak butuh bantuan mu," Ketus Sky pada Elvira yang masih gondok dengan kelakuan wanita itu. Elvira mencebikkan bibirnya mendengar Sky mengusir nya. Ia bangkit dan berkacak pinggang pada Sky.


*


Hai hai, beri dukungan VOTE dan hadiah nya yah...😘

__ADS_1


Biar otor semangat nulisnya 🥺


__ADS_2