
"Apa,"
Teriak Sky di sambungan telepon pada orang yang selalu mengikuti Elvira.
"Brengsek kenapa kau tak memberitahukan aku bodoh."
Tut...Tut...
Sky mengumpat orang kepercayaannya yang selalu mengikuti Elvira. Bagaimana mungkin dia baru memberitahukan padanya jika Elvira pergi berlibur dengan kapal pesiar.
"Wanita liar itu benar benar membuatku geram. Tiga hari mengurung dirinya dan keluar dari kamar langsung bersenang senang dengan banyak pria, awas saja kau."
Bibirnya menggerutu Elvira yang tak mengajaknya berlibur, begitu pikir Sky saat ini. Jelas saja Sky gondok dengan Elvira. Sudah tiga hari Sky tak bertemu dengan Elvira. Dan sekarang wanita itu pergi begitu saja bersenang senang dengan pria lainnya.
"Apa Mark juga pergi bersama Elvira, Calvin.?"
Calvin mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan tuannya. Bagaimana orang baru bercerai sudah pergi berlibur bersama.
"Apa kau tuli Calvin, kau juga bodoh, kenapa tak memberitahukan aku jika Elvira akan pergi berlibur sialan." Teriaknya di dalam mobil.
"Saya tidak tau tuan."
Nafas Sky memburu menahan emosi mendengar jawaban Calvin. Ingin sekali Sky melemparkan Calvin keluar dari mobilnya karna emosi. Tapi sayangnya ia juga membutuhkan Calvin.
"Harusnya aku memecatmu dari dulu."
Calvin tak mendengar, ia fokus pada setir kemudi mobilnya. Ia tak ingin membuat salah lagi dengan tuannya.
Sampai di pelabuhan Sky menyewa kapal yang akan membawanya menyusul Elvira. Calvin sendiri yang melihat tuannya menggelangkan kepalanya. Sejak kapan Ausky Luis bertingkah gila seperti ini. Seperti orang yang kebakaran, jika mendengar nona Elvira pergi bersama dengan seorang pria. Padahal mereka tak sedang menjalin hubungan.
*
"El banyak yang bertanya kenapa kau tak menjadi model lagi." Tanya Lara yang bergelayut manja di lengan pria di sampingnya.
Elvira hanya melirik sekilas, saat ini mereka berada diatas kapal sedang menikmati angin laut di malam hari.
"El sebenarnya aku ingin bertanya kenapa kau harus bercerai dari Mark. Bukankah kalian berdua saling mencintai, memangnya apa permasalahan yang sebenarnya. Gue sayang tau gak, udah hampir delapan tahun dan empat tahun menikah harus berakhir." Lanjut Kania.
Elvira jengah melihat Kania yang sesekali bercumbu dengan pria di sampingnya. Tak jauh berbeda dengan Sonia dan Lara. Mereka bertiga memang sama sekali tak kasihan padanya. Elvira tak tau jika mereka semua mengajak kekasih mereka masing masing.
"Aku menyesal pergi bersama kalian," Tak menjawab, ia justru mengeluh dengan tingkah sahabatnya.
__ADS_1
Mereka cekikikan mendengar keluhan Elvira, mengejek Elvira adalah hobi mereka.
Sedangkan Elvira menoleh pria remaja di sampingnya yang duduk sedikit jauh darinya. Menghembuskan nafasnya perlahan, ia gondok dengan Sonia. Apa maksudnya membawa anak ingusan ini ikut bersama mereka. Jika sahabatnya berpasangan dengan kekasih mereka. Lalu kenapa mereka mencarikan di brondong bahkan masih di bawah umur, ia yakin itu.
"Berapa usiamu.?"
"Tujuh belas kak.."
"Apa.."
Hahaha...
Elvira mendengus mendengar tawa renyah mereka semua yang mengejeknya.
"El aku kasihan padamu, makanya aku membawanya juga. Hanya dia yang mau menemani tante tante seperti mu."
Kata Sonia tanpa melihat raut wajah Elvira yang merah padam.
"Aku tak perlu di kasihani." Teriak Elvira gondok pada mereka.
"Kak jangan marah, nanti cepat tua loh."
"Diam.."
Mendengar mereka mengejeknya, Elvira berdiri dan berbalik.
"Berhenti di situ dan jangan mengikutiku." Sentak Elvira pada remaja yang berdiri mengikutinya. Bibirnya mengumpat mereka yang menindasnya. Bukannya bersenang senang mereka justru membuatnya menjadi pusing dan emosi.
"Awas saja aku akan membalas kalian semua." Gerutu Elvira masuk.ke dalam kamar.
Hap...
Ak...Hemm..
"Kenapa kau selalu berteriak sayang,"
Mata Elvira membola mendengar suara yang beberapa hari ini selalu mengusiknya. Elvira melepaskan kasar tangan Sky dari mulutnya lalu berbalik dan menatap wajah Sky.
"Kau, bagaimana bisa ada di sini,?" Elvira kaget melihat jika benar dia adalah Sky. Dari mana datangnya pria ini dan kenapa ada bersama mereka di sini.
Jika Sky mendatangi kamarnya dengan menjebol jendela kamarnya, lalu bagaimana dengan yang ini.
__ADS_1
"Itu hal yang mudah untukku, sayang."
Sky mendekatkan wajahnya pada Elvira. Elvira yang tau apa yang akan Sky lakukan padanya mendorong tubuh tingginya agar menjauhinya.
"Pergi dari sini tuan, sebelum mereka melihatmu."
"Kau pikir bagaimana aku bisa pergi dari sini sayang." Sky menggerutu bibirnya. Elvira melirik sekilas mendengar gerutuan Sky.
"Jika kau bisa ada di sini, itu artinya kau juga bisa pergi dari sini. Pergi dari sini, bagaimana jika mereka tau kau ada di sini brengsek." Sentak Elvira, yang lelah di ganggu terus dengan pria tak tau malu ini.
"Itu akan lebih baik sayang, jika mereka tau."
Nafas Elvira memburu menahan emosi yang memuncak. Bagaimana bisa pria ini tiba-tiba ada di sini. Apa Sonia yang mengajaknya, tapi tidak mungkin rasanya.
Brukk...
"Kau, brengsek apa yang kau lakukan."
Elvira berteriak saat tiba-tiba saja Sky mendorong tubuhnya dan menindihnya. Sky tak menggubris teriakan Elvira. Ia justru mendekatkan wajahnya pada Elvira.
"Kau tau, aku merindukanmu El, bagaimana jika kita bercinta di kapal ini Elvira."
"Kau pikir aku murahan, menyingkir dariku brengsek."
Teriak Elvira, ada sedikit rasa nyeri di perut bagian bawahnya saat Sky mendorongnya tadi. Tangannya berontak dan memukul mukul Sky agar menyingkir darinya.
"Diamlah sayang, mereka akan mendengar kita nanti, dan kau juga akan membangunkan nya sayang."
Jawab Sky menatap wajah cantik Elvira. Tak lama kemudian ia bangkit dari atas tubuh Elvira dan duduk di samping Elvira.
Sky merogoh saku celananya dan menarik tangan Elvira. Memasangkan cincin berlian di jari manis Elvira yang sudah kosong, tanpa cincin Mark di sana.
Elvira sendiri yang melihat ada cincin di jari manisnya melototkan matanya. "Apa apaan ini.."
"Jangan pernah melepaskannya El," Sky menatap tajam pada Elvira saat melihat Elvira yang hendak melepaskan cincinnya.
"Kau pikir anda siapa tuan, kau bukan kekasihku brengsek."
Elvira sudah lelah dengan pria di depannya ini. Ia sangat menyesal telah berhubungan dengan Sky. Pria ini sama sekali tak melepaskannya sedikitpun. Padahal Elvira hanya ingin sendiri dan menenangkan dirinya.
Jauh dari Mark dan juga pria bayarannya ini, ingin menata hatinya kembali yang hancur berkeping keping. Tapi Sky sudah mengacaukan segalanya.
__ADS_1
.