Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.32 # Rencana yang gagal


__ADS_3

Tubuh Mark semakin panas mendengar suara ******* Elvira. Tangan nya bergerilya ke sana kemari, pada tubuh polos Elvira. Begitupun dengan Elvira, tubuhnya semakin tertutup kabut. Ia juga membalas cumbuan Mark padanya. Hingga permainan mereka semakin panas, tapi tak lama kemudian suara pintu menghentikan aksi mereka berdua di ruang ganti.


Tok.. Tok...


"Sialan.."


Ucap Mark dengan nafas yang memburu menahan hasrat birahinya. Ia menoleh ke arah pintu dan berbalik lagi menatap wajah Elvira yang sama seperti dirinya.


Mark mencoba tak memperdulikan seseorang di balik pintu. Ia menyerang Elvira kembali dengan bibir nya dan tangan nya.


"Mark, kita tak bisa melakukan nya sekarang."


Ucap Elvira, dan Mark tentu saja mendengus dan mengumpat seseorang yang mengetuk pintu.


Elvira mengambil pakaian milik nya dan memakainya cepat. Sedangkan Mark sendiri membenarkan celana bahan milik nya yang sempat berbuka oleh tangan Elvira.


"Mark buka pintu nya."


Mark mendengus mendengar nya, ia berjalan ke arah pintu dan membukanya. Terlihat wanita, berpakaian kru berdiri di depan pintu.


"Ada apa,?"


Wanita itu menundukkan wajahnya takut, dan itu membuat Mark semakin marah dan emosi karna wanita di depannya ini sudah mengganggu nya.


"Apa kau tuli.." Bentak nya pada wanita ini.

__ADS_1


"Ada fans ingin bertemu dengan nona Elvira tuan." Mark memejamkan matanya mendengar nya, hanya karna fans ingin bertemu, ia dan Elvira gagal menyatu. Tak lama kemudian Mark membanting pintu kencang hingga membuat wanita di depan pintu itu terlonjak kaget.


Brakk...


"Ada apa.?"


Hanya Elvira pada suaminya yang terlihat marah. Mark mendengus ia menatap bibir seksi Elvira yang sudah terpoles oleh lipstik warna merah.


"Apa kau tak bisa mengatakan pada mereka sayang, jangan pernah menggangguku saat aku bertemu dengan mu El. Aku tak menyukainya, apalagi mereka hanya fans mu saja. Jika mereka orang ku aku sudah memecat mereka semua El. Aku menyesal telah mengijinkan mu menjadi model mereka."


Mark menggerutu bibirnya, ia tak terima jika ada yang mengganggunya saat sedang bersama Elvira.


Elvira sendiri juga bingung, sejak kapan mereka mengijinkan fans bertemu dengan nya. Apalagi dia sedang bersama Mark saat ini.


"Mungkin Caca juga lupa mengatakan pada mereka jika kau datang, yang mereka tau kau tak ada bersamamu Mark. Kau lebih mementingkan yang lainnya dari pada ku sekarang. Itu sebabnya mereka tak tau jika kau datang."


*


Sudah tiga hari berlalu semenjak kejadian di kamar mandi. Dimana Sky harus mengurung dirinya di kamar apartemen miliknya. Dan itu semua gara gara Elvira yang menjatuhkan harga dirinya.


Sky datang ke Club malam, ayah nya menghubungi nya jika ia harus bertemu dengan rekan bisnisnya di sebuah club'. Mengumpat pria tua yang seenaknya saja menyuruh nya ke sana kemari. Sky sebenarnya tak suka jika pria tua itu mengekangnya. Ia hanya ingin hidup bebas mencari mangsa yang ia pilih.


Sky tak terlalu fokus pada bisnis yang berpatokan pada satu meja. Ia lebih suka, berkeliaran bebas kemanapun, melebarkan sayapnya dengan caranya sendiri. Tiga puluh enam tahun Sky, melebarkan sayap tanpa bantuan orang tua. Itu sebabnya Haidher selalu menerornya kapan ia akan menetap dan menikah.


"Selamat malam tuan Luis."

__ADS_1


Sky mendudukkan dirinya di kursi sofa, ia tak menjawab sapaan pria paruh baya di depannya. Sedangkan pria tua itu hanya tersenyum tipis melihat Sky.


"Kau seperti ayahmu tuan Luis."


Ucapnya pada Sky, anak dari mantan rekan bisnisnya dulu. Ia tau siapa Ausky Luis, pria penjajah wanita yang masih polos dan tentunya hanya di jadikan teman ranjangnya saja.


Sky melirik sekilas, masih tak menjawab nya, sedangkan Calvin berdiri di samping tuannya.


"Ada apa kau ingin mengajak ku bertemu tuan.?"


Sky mengangkat satu kakinya ke atas tumpang tindih. Mengambil satu benda panjang bernikotin. Calvin dengan sigap menyalakan korek api untuk tuannya.


Devano tersenyum, ia menatap wajah tampan rupawan pria yang duduk di depan nya ini.


"Haidher temanku, kami dulu lama menjalin hubungan kerja sama. Tapi sudah sepuluh tahun terakhir kerja sama kita berakhir. Bagaimana jika aku menawarkan kerjasama kembali. Sepertinya akan sangat berpengaruh pada perusahaan ku, jika aku bekerja sama dengan pria muda dan berpengalaman seperti anda tuan Luis."


Sky mengangkat sebelah alisnya, lalu menipiskan bibir nya mendengar penuturan pria paruh baya di depannya ini.


"Bukankah kau yang untung, kau mengakui sendiri jika kau akan untung besar jika bekerja sama dengan ku tuan. Lalu apa keuntungan untuk ku.?"


Jawab Sky sombong, ia menatap ke sembarang arah melihat banyak wanita yang berkeliaran di mana mana. Sky masih penasaran dengan milik nya, ia belum pernah mencobanya lagi semenjak Elvira membuatnya menderita.


Bibir Devano terangkat tipis, mendengar nya. Mata nya melirik kemana arah pandang Sky.


"Pantas saja semua wanita banyak yang tergila gila padamu tuan. Tak hanya tampan, kau juga sangat pemilih rupanya."

__ADS_1


"Jika masih ada berlian, kenapa harus memilih batu kali tuan."


Ucap Sky tersenyum pada pria di depannya ini. Devano bungkam, ia tak menyangka jika anak dari Haidher akan bicara pedas seperti ini. Rupanya Ausky Luis sangat pemilih.


__ADS_2