
Malam harinya Mark dan Rosa masuk ke dalam Restauran. Mark merasa tak tega dengan Rosa yang baru saja di tinggal ibunya. Mark berencana mengantar Rosa, dan mengunjungi keluarga Rosa, ingin mengucapkan bela sungkawa pada keluarga nya. Tapi Rosa mengajaknya makan di sebuah Restauran, mau tidak mau Mark menuruti kemauan Rosa.
"Tuan anda ingin makan apa, bolehkah kali ini aku yang pilihkan untukmu tuan.?" Tawar Rosa menatap Mark memelas. "Terserah." Rosa tersenyum lebar pada pria yang duduk berhadapan dengan nya. Ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk nya. Baru pertama kalinya Mark mau makan malam dengannya dan itu tanpa Elvira.
Sedangkan Mark sama sekali tak perduli dengan Rosa. Ia masih menatap ponsel di tangan nya, menunggu telpon dari Elvira. Pikiran nya melayang dan merasa bersalah jika ia telah membohongi istrinya. Baru kali ini ia tak mengantar Elvira pergi pemotretan di luar kota. Biasanya ia tak pernah membiarkan Elvira pergi sendiri. Menghembuskan nafas nya perlahan, jika Elvira pasti akan baik baik saja.
Tak jauh dari Mark dan Rosa, Sky mengepalkan tangannya melihat mereka berdua duduk di meja bersama. Ia yakin jika Elvira tak tau suaminya sedang dinner dengan wanita lain di Restauran mewah.
"Dimana Elvira sekarang Calvin.?" Tanya Sky pada asisten nya. "Dia di luar kota sedang pemotretan tuan." Sky menoleh pada Calvin, mengerutkan keningnya mendengar penuturan asisten nya. Sky lalu berbalik lagi menatap Mark yang duduk bersama dengan sekertaris nya. Tentu saja Sky tau jika dia adalah sekertaris Mark.
"Kau memberiku kesempatan lebih besar Mark." Sky berdiri dan mengancingkan jas milik nya. Kemudian melangkah keluar di ikuti oleh Calvin di belakang nya. Ia berpikir bagaimana bisa Mark tak menemani Elvira, dia justru pergi bersama sekertaris nya makan malam berdua. Rupanya pria itu lebih mementingkan orang lain dari pada menemani Elvira. Wanita itu pasti akan kecewa jika tau suaminya sedang berdua dengan wanita lain. Dan ini tentu kesempatan Sky merebut wanita liar itu ke dalam pelukan nya.
"Kemana tuan,?" Tanya Calvin menatap tuannya dari balik kaca spion. "Menemaninya." Jawab Sky tenang, mata tajam nya menatap lurus ke depan. Tersenyum penuh misteri jika malai ini ia akan bertemu kembali dengan Elvira.
Sedangkan di dalam Restauran Mark terlihat enggan makan berdua dengan Rosa. Ia duduk gelisah di kursi yang ia duduki, menoleh ke kanan dan kirinya ia merasa jika ada orang yang mengenalnya dan melihatnya. Tapi tak ada siapapun yang ia lihat.
__ADS_1
Sedangkan Rosa, dia tak berhenti tersenyum lebar, sambil menunggu pesanannya milik mereka Rosa mencoba memecahkan suasana canggung keduanya.
"Tuan terima kasih kau sudah mau makan malam bersamaku, dan mengantarku."
Mark menoleh ke arah Rosa, menatap nya datar wanita yang pernah menyatu dengan nya. "Aku mengantar mu karna aku ingin bertemu dengan keluarga mu dan mengucapkan bela sungkawa ku. Sedangkan aku duduk disini itu karna kau yang mengajakku Rosa." Ucap Mark pada wanita yang duduk di depan nya.
Rosa meremas ujung rok sepan nya mendengar penuturan Mark yang tak bisa berbasa-basi dengan nya. Ia tak menyangka jika Mark akan mengatakan itu.
"Dan ini yang pertama dan terakhir Rosa. Aku tak mau Elvira menyangka macam macam dengan kita. Aku mencintai Elvira lebih dari apapun, dan hubungan kita tatak lebih dari atasan dan sekertaris. Tentang malam itu kau jangan pernah menganggap nya serius dan berharap lebih dariku. Karna aku menganggap itu adalah kesalahan terbesarku, aku tak akan pernah mengulanginya untuk yang kedua kalinya, karna aku sangat mencintai Elvira." Ucap Mark menatap datar Rosa.
Sky melangkah masuk ke dalam ruangan yang cukup besar, di mana Elvira berada. Ia berjalan masuk ke dalam lagi, mencari keberadaan Elvira. Dari jauh ia bisa melihat Elvira sedang berpose di depan kamera. Tapi tak lama kemudian tangan nya terkepal erat melihat seorang pria datang dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Elvira. Di tambah lagi Elvira berpakaian cukup minim, rahang Sky mengeras melihatnya.
"Kau membuatku cemburu nona." Ucapnya melangkah lebar mendekati Elvira.
Sonia yang menemani Elvira malam ini mengerutkan keningnya melihat sosok pria tinggi dan tampan berjalan lebar menuju ke arah nya.
__ADS_1
"Oh ya ampun siapa dia Ca, tampan sekali." Caca, asisten Elvira juga mengikuti arah pandang Sonia sahabat bos nya. Mereka berdua tertegun saat melihat wajah tampan Sky yang berjalan mendekati mereka berdua.
"Nona, seperti nya aku bermimpi, coba cubit aku,"
Sonia melirik ke arah Caca dan mencubit lengan nya. "Aw, nona kenapa anda mencubit ku," Seru Caca mengelus tangan nya yang terasa panas. "Kau yang minta di cubit, kenapa kau protes padaku." Caca meringis mendengar nya. "Nona dia mendekati kita, oh ya ampun, dia pasti ingin mengajakku kencan." Sonia tak menggubris ucapan Caca, ia merapikan rambut dan menyelipkannya di belakang telinga. Tersenyum lebar pada Sky, saat mendekatinya.
"Selamat malam tuan."
Sky tak menjawab sapaan keduanya, menoleh pun tidak. Matanya fokus menatap Elvira yang berpose berbagai macam gaya bersama dengan pria yang cukup muda darinya.
"Dia melewati kita nona,"
Bisik Caca pada Sonia, mereka berdua melihat punggung lebar Sky yang berjalan ke arah panggung.
Cup....
__ADS_1
.