
Mark yang sampai di parkiran menghentikan langkahnya kembali. Ia menggelengkan kepalanya, jika ia tak bisa mengabaikan Elvira. Ia tak perduli jika Damian menolaknya sekalipun dan tak mengijinkan ia bertemu dengan Elvira. Ia hanya ingin bertemu dengan Elvira dan bayinya. Tak perduli jika Sky ingin menikahi Elvira sekalipun. Ia ingin bertemu dengan Elvira dan putrinya.
Mark kembali lagi melangkahkan kakinya masuk ke dalam, menuju ruangan Elvira. Ia harus menebalkan wajah dan telinganya jika Damian akan meneriakinya dan mengusirnya. Yang saat ini ia inginkan adalah bertemu dengan Elvira. Ia harus bertemu dengan Elvira dan putrinya. Lagi pula Elvira baru saja sadar dari komanya.
Sampai di depan pintu kamar rawat Elvira, samar samar Mark mendengar penuturan Sky kembali. Mark perlahan mendekatinya, jantungnya berdebar kencang mendengar penuturan Sky lebih jelas di telinganya. Sky ingin menikahi Elvira, ya ia tau jika Sky ingin menikahi Elvira. Tapi yang membuat Mark sesak tak lain adalah mendengar jawaban Elvira yang membuat kakinya lemas.
"Ya.."
Deg....
Tes...
Mark mengusap matanya yang terasa sangat panas. Hatinya sungguh sakit mendengar kata Elvira pada Sky. Mark berbalik dan pergi dari sana mengurungkan niatnya untuk bertemu Elvira yang sadar dari komanya.
Ternyata hatinya tak sekuat yang ia bayangkan. Bagaimana ia akan menebalkan wajah dan telinganya jika hatinya saja sangat sakit mendengar nya. Tak rela dan tak ikhlas jika Elvira akan menikah dengan orang lain. Apalagi ia mendengar sendiri Elvira yang menyetujui nya.
"Ternyata aku tak sekuat itu El, aku masih sangat mencintaimu Elvira."
Rintih Mark bersandar di dinding yang jauh dari kamar Elvira. Terisak sendiri meratapi nasibnya, jika dia benar benar kalah, Elvira akan menikah dengan Sky. Ausky Luis, pria yang Elvira bayar untuk membalasnya dengan bercinta seperti dirinya.
Tak lama Mark berjalan lebar kembali lagi ke parkiran mobilnya. Ia masuk ke dalam dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mension mewahnya.
Sampai di mension Mark naik ke atas di mana kamarnya berada.
Prang... Prang.. Brakkk... Prang...
Mark menghancurkan seisi kamar miliknya yang tersisa. Ya yang tersisa, karna sebelumnya Mark sudah menghancurkan kamar miliknya saat Elvira baru saja pergi dari mension. Dan Mark belum membeli lagi isi kamarnya.
__ADS_1
Dan sekarang Mark menghancurkan lagi isi kamarnya. Lemari yang berada di dalam walk in closed tak luput dari amukan Mark.
"Elvira,"
Terkekeh kecil dan terduduk di lantai dingin dalam walk in closed. Meratapi nasibnya sendiri dan kekalahannya. Sudah tak ada lagi harapan untuknya, ia tak bisa bersaing lagi dengan Sky saat mendengar jawaban Elvira pada Sky.
"Aku benar benar tak bisa hidup tanpamu Elvira."
*
Kembali lagi ke rumah sakit....
"Ya.."
Jawab Elvira pada Sky, pria yang pernah tidur dengannya. Pria yang ada saat ia tersakiti dan membutuhkan seseorang di sampingnya. Ausky Luis, pria yang baru ia temui dan orang baru tentunya di kehidupannya. Tapi Ausky Luis yang sudah membuat dirinya terhibur dan nyaman bersandar di pundaknya, meski hanya sebentar.
Sebenarnya Damian masih marah dengan Sky ataupun Mark. Tapi putrinya sendirilah yang menyetujuinya. Biar bagaimanapun ia sangat menyayangi Elvira. Apapun yang Elvira inginkan sebisa mungkin Damian turuti.
"Ya, aku akan menikah denganmu, tapi aku perlu memastikan terlebih dahulu Sky. Tes DNA, aku ingin mengambil keputusan yang benar kali ini. Aku ingin tes DNA sebelum menikah dengan mu. Aku tak ingin menyesal di kemudian hari dan aku juga tak ingin kau mengungkitnya jika dia bukan putrimu."
Sky menatap mata Elvira dan mengangguk mengiyakan ucapan Elvira.
Apapun akan Sky lakukan untuk Elvira. Sky tak ingin mengecewakan Elvira, apalagi sampai menyakiti hati Elvira.
"Apapun hasilnya nanti, aku akan menikahimu El. Aku mengajak mu menikah bukan semata-mata demi putri mu. Tapi aku mengajakmu menikah karna aku sangat mencintaimu Elvira."
Ucap Sky menatap mata cantik Elvira yang menatapnya. Elvira sendiri juga menatap mata tajam Sky. Mencoba menyelami hatinya lewat tatapan mata Sky padanya.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian Elvira tersenyum pada Sky.
Damian sendiri yang mendengar penuturan Sky menghembuskan nafasnya perlahan. Damian tak menyangka jika Ausky Luis akan sangat gigih ingin menikahi Elvira.
Raline sendiri yang melihat putrinya merasa iba. Raline tau jika Elvira sebenarnya bimbang dengan semua ini. Ia yakin jika Elvira tak ingin membuat keputusan secepat ini. Tapi pria di depannya ini sungguh benar benar menyakinkan Elvira agar menikah dengannya. Semoga Elvira mengambil keputusan yang tepat dan benar jika dia menikah dengan Sky.
"El aku akan pulang, dan aku akan kembali lagi besok."
Sky mendekati Elvira dan mengecup kening Elvira di hadapan Damian dan Raline. Sky tak perduli dengan tanggapan orang tua Elvira. Ia benar benar sangat merindukan wanita cantik di depannya ini. Jika di perbolehkan Sky akan membawa Elvira pulang sekarang juga. Tapi sayangnya Elvira pasti tak mau apalagi Damian pasti akan murka dengannya.
Sedangkan Damian yang melihat pemandangan seperti itu mengeraskan rahangnya. Ia gondok dengan pria muda di depannya ini yang tak tau malu. Dia pikir ia dan Raline tak bisa melihat.
Elvira melirik sekilas ke arah Damian. Ia sungguh tak menyangka jika Sky akan menciumnya di hadapan orang tuanya.
Tak lama Elvira tersenyum tipis, bukankah ia dari dulu sudah tau jika Sky pria yang tak tau malu dan nekat.
Sky mendekati putri Elvira dan mencium pipi bulat yang rapuh di dalam bok. Kemudian ia berbalik dan pergi meninggalkan Elvira dan semua orang. Sky akan kembali lagi besok, tes DNA, seperti yang Elvira inginkan sebelum menikah dengannya. Apapun akan Sky lakukan untuk mendapatkan hati Elvira Jennifer. Wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama nya.
*
Hallo Mak dukung terus otor receh berkarya.
Hadiah dan gitf jangan lupa ya ❤️❤️
Selamat membaca 😘
Maaf jika bab kurang panjang sudah empat hari jaringan susah di negri otor 😭
__ADS_1