
"Aku tak suka kau masih memanggilku tuan, sayang."
Elvira melirik sekilas pada Sky, bibir nya mencebik melihat senyum di bibir pria yang menurut sangat menyebalkan.
"Kau tau, kau sangat cantik hari ini."
Goda Sky menatap Elvira yang menekuk wajahnya. Sedangkan Elvira menjauhkan wajahnya saat melihat wajah Sky yang semakin dekat padanya.
"Menyingkir dari hadapanku,"
Elvira melengoskan wajah nya saat Sky benar benar gila dengan tingkah nya. "Kau jangan gila." Elvira terbelalak melihat tubuh Sky yang semakin dekat dengannya.
Prang...
Tangan Sky dengan sigap memeluk tubuh Elvira. Elvira yang gugup, tak sengaja menjatuhkan gelas di atas meja. Hampir saja dia terjengkang kebelakang jika Sky tak menahan pinggang nya.
"Kau bisa jatuh sayang,"
Cup....
Elvira terbelalak saat merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya. Sedangkan Sky sendiri tak perduli dengan tatapan tajam Elvira padanya. Bibirnya ******* lembut bibir Elvira dan menyesap nya.
Tak lama kemudian Sky melepaskan tautan bibir nya saat merasakan Elvira hanya diam saja.
"Apa kau bodoh El,"
Nafas Elvira kembang kempis menghirup udara sebanyak banyaknya mengisi rongga paru paru. Ia tak menyangka jika Sky akan menciumnya di tempat umum seperti ini.
"Apa yang kau lakukan bodoh, kau akan menjatuhkanku, begitu huh."
Sky mengerutkan keningnya mendengar penuturan Elvira. Tak lama ia mendengus jika Elvira mengira ia akan menjatuhkan namanya, ia pikir Elvira mengatakan akan menjatuhkannya di lantai.
"Kau selalu menuduh ku,"
Dengus Sky, melirik ke arah Elvira, tangan nya menyuapkan sendok ke dalam mulutnya. Elvira menatap sengit pada Sky, entah kenapa ia bodoh dan gila bisa bercinta dengan pria di depannya ini.
Tak lama Elvira menghembuskan nafasnya perlahan. Menggelengkan kepalanya jika semua ini akan baik baik saja. Ia hanya ingin sendiri dulu, semoga saja besok akan lebih baik lagi.
__ADS_1
Hingga makan siang mereka berdua berakhir, baik Elvira dan Sky tak ada yang bersuara lagi, mereka berdua sama sama menikmati makanan yang masuk ke dalam mulut.
"Ayo.."
Elvira menarik tangan nya dari tangan Sky, melototkan matanya kembali pada Sky yang seenaknya saja menggandeng tangan nya.
"Jangan membantahku nona, atau aku akan mengatakannya pada Damian saat ini juga."
Sky menggandeng tangan Elvira lagi dan keluar dari ruang VIP kafe. Sky tau jika Elvira ingin protes dan memakainya.
Elvira sendiri memejamkan matanya dan menunduk, ia tak mengerti bagaimana bisa Sky bertindak gila seperti ini. Bagaimana jika ada wartawan yang akan menyebarkan gosip tentang dirinya.
Sedangkan Sky sendiri tak perduli, ia yakin jika tak ada yang berani menyebarkan gosip tentang nya.
"Maaf tuan Sky, kita bukan pasangan kekasih yang harus bergandengan tangan."
Elvira menyentak tangan nya dan pergi mendahului Sky.
Sedangkan tak jauh dari sana Mark yang kebetulan keluar dari ruang VIP juga, tak sengaja melihat Elvira dan Sky keluar dari ruang VIP. Yang membuat Mark bingung dan bertanya-tanya sejak kapan Elvira dekat dengan Luis. Apalagi sampai bergandengan tangan.
Mark menatap punggung Elvira yang menjauh, Mark mengikuti langkah mereka dan tangannya terkepal erat saat Elvira dan Luis masuk dalam mobil yang sama.
"Apa yang kau mainkan di belakang ku El."
Tak lama Mark merogoh ponsel di saku celananya. Menekan tombol hijau dan menempelkan di telinganya.
"Ada apa,"
"...."
"Ya kirim kan padaku,"
Klik.
Mark membuka ponsel di tangan nya saat Gavin mengirimkan foto yang akan di luncurkan besok, seperti biasa, Elvira yang menjadi modelnya. Tak lama Mark meremas ponsel di tangan nya saat melihat gambar yang Gavin kirim padanya.
"Apa maksudmu Elvira,"
__ADS_1
Nafasnya memburu menahan emosi, bagaimana bisa Ausky Luis menjadi pasangan Elvira kali ini. Dan sejak kapan Ausky Luis mau menjadi model iklan untuk nya. Dan siapa yang memintanya menjadi model iklannya.
"Apa kau ingin merebut Elvira dari ku Luis, jangan pernah bermimpi, Elvira milik ku dan akan seperti itu sampai kapanpun. Tak ada yang bisa merebut Elvira dariku, termasuk kau sekalipun Luis."
*
Di dalam mobil Elvira sama sekali tak ingin berbicara. Ia mengerutkan keningnya saat melihat mobil berbelok.
"Kita mau kemana..?"
Tanya Elvira bingung, menatap jalan yang di lalui nya. Elvira menoleh saat tak mendapati jawaban dari samping.
"Kau..."
Berjengit kaget dan memundurkan wajahnya saat wajah Sky benar benar sangat dekat.
Tangannya mendorong dada Sky dan melengoskan wajah nya. Sedangkan Sky sendiri tak perduli Elvira menolak nya.
"Kau selalu menggodaku El,"
Cup....
Jantung Elvira seperti mau lepas saat melihat wajah Sky yang semakin dekat dengannya. Apalagi Sky baru saja mencium kening nya. Dadanya berdebar-debar, seperti ada yang aneh, tak lama ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodoh nya. Kedua tangan nya mendorong lagi dada Sky.
Sedangkan Sky, setelah mengecup kening Elvira, masih tetap diam dan menatap wajah Elvira yang sangat dekat.
"Kau membuat ku tergila gila."
Elvira menoleh lagi kearah Sky, menatap wajah tampan yang sangat dekat dengannya. Rahang tegas dengan bulu yang kasar, hidung mancung, serta alis tebal yang sangat hitam.
Bagaimana bisa Elvira mengingat saat bercinta dengannya dan bergerak liar di atas tubuh polos seorang Sky. Elvira pikir dia orang biasa dan bukan orang yang cukup berpengaruh, tapi nyatanya dia bukan lah orang sembarangan.
"Apa maumu,?" Tanyanya pada Sky yang masih sangat dekat dengan wajahnya.
"Mendapatkan mu."
.
__ADS_1