
Elvira merintih kesakitan, Mark benar benar gila menghujam nya tanpa henti. Ia bahkan berulangkali memohon pada Mark agar menghentikan nya.
"Mark pelankan sedikit, kau menyakiti ku Mark." Hiba Elvira, pada Mark. Dan Mark tak menghiraukan ucapan Elvira. Ia tetap bergerak naik turun di atas tubuh Elvira. Tak perduli dengan ringisan Elvira dan rintihan Elvira.
"Bukankah ini yang kau inginkan El, kau tak puas dengan ku. Kau mencari pria lain untuk memuaskan hasrat mu kan El. Jadi mulai sekarang kau tak perlu mencari pria lain karna aku akan memberikan nya untuk mu. Kau akan puas dengan permainan ku El."
Elvira meremas kain sprei bermotif milik nya. Hatinya sakit mendengar penghinaan Mark pada nya. Tak hanya melukai fisik nya tapi Mark sudah melukai hati dan merendahkan harga dirinya.
Elvira sama sekali tak merasakan nikmat bercinta dengan Mark saat ini, yang ada hanya rasa sakit hati padanya. Mark sudah merendahkan diri nya, Mark sendiri tak bertanya, kenapa ia melakukan semua itu.
Elvira menatap wajah Mark yang bergerak di atas tubuh polos nya. Tersenyum tipis jika pria yang bergerak naik turun itu sudah membuat nya hancur dan melukainya. Mark sudah menggores cinta nya padanya dengan perlakuan nya. Bukan karna tamparan yang ia terima darinya, tapi sakit karna Mark telah menjatuhkan harga dirinya.
Hingga satu jam lamanya erangan panjang Mark mengakhiri percintaan panas mereka. Mark ambruk di atas tubuh polos Elvira. Nafasnya memburu menikmati sisa-sisa pelepasan nya bersama Elvira.
Sedangkan Elvira diam, ia sama sekali tak mendesah atau pun melenguh saat pelepasan menghantamnya. Kecewa pada Mark yang sudah melukai nya.
"Apa kau belum puas El, aku akan memuaskan mu lagi."
Mark menindih lagi tubuh Elvira. Elvira menggelangkan kepalanya, ia mendorong tubuh tinggi Mark.
"Mark aku lelah, jangan lagi."
Mark masih tak menghiraukan ucapan Elvira padanya. Mark menyatukan milik mereka berdua kembali dan bergerak naik turun di atas tubuh polos Elvira. Tak perduli dengan penolakan Elvira padanya.
Elvira sungguh membenci Mark saat ini, begitu rendahkah dirinya?, hingga suaminya sendiri telah menyakiti nya sedemikian rupa padanya.
Aku membencimu Mark...
*
__ADS_1
"Tuan, tuan besar menelpon, beliau ingin anda kembali."
Cih,....
"Bilang padanya, aku tak butuh hartanya, aku lebih kaya darinya. Pria tua itu mau mengekang ku, mimpi saja."
Ucap Sky bersandar di sofa ruang tamu milik nya. Ia sama sekali tak berniat pulang dan mengikuti perintah ayahnya.
" Bagaimana dengan Jordan, hari ini.?"
"Tuan Devano ada di perusahaan Jordan tuan, mereka berdua akan menandatangani berkas penjualan perusahaan nya Jordan."
"Rupanya pria tua itu juga mengincarnya."
Sky bangkit dan berjalan lebar menuju perubahan Jordan. Jordan pasti tak menyangka dan akan shock dengan kedatangan nya, apalagi jika mendengar isi perjanjian nya nanti.
Calvin mengikuti langkah tuannya dari belakang, ia sendiri juga baru tau jika Devano mengincar perusahaannya Jordan.
*
Devano menoleh ke belakang dan matanya melotot melihat Sky sudah berada di belakang nya. Apalagi Jordan, tubuhnya gemetar ketakutan melihat Luis datang ke perusahaan nya.
"Tuan Luis." Jordan bangkit dan berjalan mendekati Luis. Tapi Luis mengabaikan nya, ia menatap Jordan yang duduk di sofa, tak lama ia juga mendudukan dirinya di samping Devano.
"Tidak usah gugup Jordan, aku datang untuk melihat bagaimana perusahaan mu." Jordan gelagapan mendengar penuturan Luis. Ia menoleh ke arah Devano yang duduk di samping nya.
"Tuan.."
"Apa aku perlu mengulanginya lagi tuan Jordan. Bagaimana dengan isi kerja sama kita." Jordan tercekat mendengar nya. Ia menggelengkan kepalanya jika perusahaan ini memang milik nya.
__ADS_1
"Tuan kau tak bisa seperti itu, perusahaan ini tetaplah milik ku. Bukankah aku sudah memberikan keperawanan putriku untukmu tuan."
Sky terbahak mendengar penuturan Jordan padanya. Sedangkan Devano yang melihat Sky mengeraskan rahangnya. Rupanya Ausky Luis sudah lebih dulu mengincar nya.
"Calvin, berikan berkasnya."
Jordan melototkan matanya mendengar nya, apa maksudnya, berkas bukankah berkas kerja samanya ada bersamanya.
"Kau kaget tuan Jordan, aku tak sebodoh yang kau pikirkan." Sky melemparkan berkas di tangannya pada meja dan melihat wajah shock Jordan. Dan Jordan langsung membuka isi perjanjian nya.
"Ini tidak mungkin, kau sudah menipuku," Teriak Jordan pada Sky, yang di balas dengan kekehan Sky.
Sementara Devano sendiri masih menatap wajah tampan Sky. Rupanya pria muda ini ternyata licik juga, ia pikir putra Haidher tak seperti Haidher, ternyata dia lebih licik dari Haidher.
"Apa kau ingin menjualnya pada tuan Devano, sementara akulah pemilik yang sebenarnya tuan Jordan. Kalian bisa masuk penjara jika menjual dan membeli properti milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik nya."
Ucap Sky tersenyum lebar, berdiri dan berjalan mendekati meja kerja Jordan dan mendudukkan dirinya di kursi kebesaran nya, yang sebentar lagi menjadi miliknya.
"Tuan Luis apa maksudnya ini,?"
"Bukankah kursi ini milik ku tuan Jordan. Kau sudah lebih dulu menjualnya padaku, jadi kursi ini adalah milikku, bukankah begitu tuan Devano."
Ucap Sky tanpa merasa bersalah sedikitpun. Menoleh pada Jordan yang pucat pasi mendengar nya. Jordan tak menyangka jika Ausky Luis, menipunya.
"Kau tak bisa seenaknya saja tuan Luis, perusahaan ini tetap milikku dan aku yang berhak menjualnya pada siapapun juga."
"Kau lupa kau pernah menandatangani berkas penjualan nya di casino tuan. Selain berkas yang kau bawa, kau juga membubuhkan tanda tangan mu di kertas milik ku, apa kau benar benar lupa.?"
Jordan mengepalkan tangannya mendengarnya. Ausky Luis sudah menipunya.
__ADS_1
.