Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.54 # Wanita bermuka dua


__ADS_3

"Menyingkir dari ku," Ucap Elvira lelah. Sky menatap wajah cantik Elvira, tak lama kemudian ia bergeser dari atas tubuh Elvira, ia berbaring dan memeluk tubuh istri Mark Harrold. Menghirup aroma wangi khas wanita cantik yang membuatnya tergila-gila. Wanita yang pernah menghabiskan malam panas dengan nya. Dan sekarang Sky benar benar ingin memiliki wanita cantik yang ada dalam pelukan nya ini.


"Ada apa..?"


Bisik Sky di telinga Elvira, Elvira sendiri memejamkan matanya menikmati hembusan nafas Sky pada lehernya.


"Keluar dari kamar ku, dan jangan menggangguku tuan." Sky tak mendengarkan ucapan Elvira, ia tetap tidur memeluk tubuh Elvira dan mengeratkan pelukannya.


Elvira sendiri yang lelah dan tak ingin berdebat hanya diam. Biarkan saja Damian dan Raline mengetahui kegilaannya. Lagi pula ia salah dan tak seharusnya membalas Mark dengan bercinta dengan orang lain dan pria itu ada bersamanya saat ini.


"Mark kau benar aku murahan dan ******."


Lirih Elvira dalam hati, entah apa yang ia inginkan saat ini. Ia membiarkan pria lain memeluknya, tapi hatinya masih sangat mencintai Mark. Tapi Mark mengecewakan nya berkali-kali.


Lewat tengah malam, Sky menatap wajah cantik Elvira yang sudah tertidur pulas. Bagaimana bisa ia mencintai wanita bersuami seperti Elvira. Padahal wanita ini sama sekali tak pernah ada dalam pikirannya. Jelas berbanding terbalik dengan dirinya yang selalu ingin gadis perawan yang selalu ingin ia tiduri.


"Aku mencintai mu Elvira."


Sky menghembuskan nafas perlahan, ia keluar dari kamar Elvira lewat jendela lagi. Tak ingin wanita itu marah dengan nya, Sky pergi meninggalkan Elvira yang tidur meringkuk di dalam selimut.


*


Pagi harinya Elvira membuka matanya dan menoleh ke samping. Menghembuskan nafasnya lega, jika pria itu sudah pergi dari kamar nya. Ia membuka selimut dan berjalan menuju kamar mandi.


Tak butuh waktu banyak Elvira sudah keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam walk in closed. Ia akan pergi pemotretan hari ini, menghindari stress yang menimpanya. Apa salahnya jika ia lebih baik menghibur diri dengan aktivitas seperti biasanya.


Biarkan semua mengalir seperti air, ia ingin menyendiri dulu dan berpikir jernih.


Elvira keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga. Berbelok ke arah meja makan dan di sana ia melihat wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga nya.

__ADS_1


"Rupanya kau masih bisa tersenyum lebar setelah menghancurkan ku Rosa. Kita lihat Rosa, kau atau aku yang akan menang. Kau pikir kau sudah berhasil menghancurkan ku. Aku yang akan menghancurkan mu lebih dulu Rosa."


Tangannya terkepal erat, mendekati Rosa yang duduk anteng di kursi. Seperti biasa di hari Minggu Rosa datang ke mension daddy nya untuk sarapan pagi.


"Hay El,.."


Sapa Rosa yang tak tau jika Elvira sudah mengetahui perbuatan nya dengan Mark suaminya. Elvira sama sekali tak menyahut sapaan Rosa. Ia mendekati Damian dan ibunya, mencium pipi keduanya.


Damian sendiri yang melihat wajah cantik putrinya yang terlihat lebih segar dari semalam menghembuskan nafasnya perlahan. Ia akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan putri nya. Ia tak akan pernah membiarkan Mark menyakiti putri semata wayangnya.


Ralien hanya menatap Elvira dan Rosa, ia merasa mereka berdua sudah tak dekat seperti dulu lagi. Apa yang sebenarnya terjadi, mereka terlihat sangat asing.


"Sepertinya kau kurang tidur Rosa.?"


Rosa tersenyum tipis mendapatkan pertanyaan dari sahabat nya. Ia memang kurang tidur dan tak bisa tidur karna Mark sudah memecat nya. Bagaimana ia bisa tidur, sedangkan dari kemarin ia tak melihat pria yang di cintai nya itu dan dia adalah suami sahabatnya Elvira.


Mark benar benar sudah memecatnya, pria itu tak memberikan kesempatan untuk nya.


"Aku baik baik saja, belakangan ini aku banyak sekali pekerjaan kantor. Itu sebabnya aku kurang tidur." Jawab Rosa melirik lagi ke arah tangga, dan Raline melihat mata Rosa yang melirik ke arah tangga. Ada apa....


Begitupun Elvira yang melihat arah pandang Rosa mengepalkan tangannya, ia tau Rosa mencari Mark.


"Kau cari siapa Rosa.?"


Hah...."Tidak ada.."


Elvira mengangguk mengerti, Rosa gugup dan gelisah mencoba bersikap seperti biasanya. Ia tak ingin semua orang curiga padanya jika ia mencari keberadaan Mark.


"Rosa maaf jika kemarin dulu kami tak datang saat ibumu meninggal." Ucap Raline penuh rasa bersalah, sedangkan Damian sama sekali tak mementingkan hal itu. Ia tak berlalu menyukai sahabat putrinya.

__ADS_1


"Tidak apa aunty, ibu meninggal mendadak. Wajar saja jika aunty tak tau, aku juga tak memberitahukan pada aunty. Aku terlalu shock dan tak tau harus bagaimana."


Elvira hanya melirik sekilas ke arah Rosa. Ia melanjutkan makan paginya, memasukkan roti panggang kedalam mulutnya.


" El kau mau kemana?"


"Pemotretan bersama Noah, ada apa.?" Jawab Elvira lalu meminum susu di gelas milik nya.


"Dengan siapa, apa kau akan pergi sendiri, atau pergi bersama dengan Mark. Tumben suamimu tak terlihat.?" Damian mengepalkan tangannya saat mengingat Mark lagi. Ia menatap wajah cantik putrinya yang duduk di sampingnya.


Ia belum sempat menanyakan nya pada Elvira, apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana bisa ia pulang membawa koper dan pergi dari Mension Mark.


"Aku akan pergi sendiri, apa kau ingin ikut bersamaku.?"


Tanya Elvira menatap datar pada Rosa, dadanya bergemuruh melihat wajah tak berdosa Rosa. Ingin sekali ia menampar wajah Rosa dan menjambak nya. Tapi ia yakin suatu saat ia akan membalas wanita bermuka dua ini.


"Maaf aku harus bekerja di kafe,"


Elvira tak bertanya lagi, ia berdiri dan mencium pipi ibu dan daddy nya.


"Kau mau berangkat sayang?" Elvira menggangguk mengiyakan. "Hati hati, telpon daddy jika ada yang mengganggu mu sayang." Elvira menatap Damian dan mengangguk lagi.


Rosa menatap Elvira yang berjalan menjauh, masih bertanya tanya kemana Mark pagi ini dan kenapa tak bersama Elvira, apalagi sarapan bersama keluarga Damian.


Ingin bertanya pada kedua orang tua Elvira tapi takut jika mereka menyadari sesuatu dan bertanya lebih padanya.


"Aunty aku pulang dulu,"


"Ya baik baik sayang, apa kau membawa mobil Rosa, jika tidak biar supir yang mengantarmu."

__ADS_1


"Tidak aunty aku membawa mobil," Raline mengangguk mengiyakan, tak lama ia melihat Rosa yang berjalan menjauh.


.


__ADS_2