
Sampai di apartemen miliknya Sky melemparkan sepatu pantofel milik nya. Bibirnya masih menggerutu mengumpat Elvira. Wanita liar itu sungguh membuat nya bodoh dan malu.
"Awas saja aku akan mendapatkan mu nona." Rutuk Sky dan berjalan menuju kamar miliknya.
Sedangkan Calvin sendiri yang melihat tuannya menggeleng kan kepalanya. Ia lalu mengambil sepatu pantofel milik tuannya dan menyimpannya di rak sepatu.
"Tuan senang sekali menyiksaku."
Keluh Calvin berjalan ke arah dapur, membuat makan paginya yang sudah terlewat beberapa jam yang lalu.
Tak lama kemudian ponsel Calvin berdering, Calvin mengambilnya dan mendesah kasar. Bibirnya mengutuk mereka berdua yang suka sekali membuatnya sengsara.
"Selamat pagi tuan besar."
"Apa kau bersama dengan Luis Calvin, bilang padanya angkat ponsel dariku brengsek."
Tut...Tut...
Calvin mengusap wajahnya kasar, Haidher marah lagi padanya dan itu karna tuan Sky tak mengangkat ponselnya.
"Ada apa..?"
Calvin berjengit mendengar suara tuannya dari belakang. Sky berjalan mendekati kulkas dan mengambil air lalu menenggak nya.
"Tuan besar ingin anda menjawab telponya tuan."
Sky merogoh saku celananya dan menghubungi Haidher. "Kau selalu mengusik ku, kau tau jika aku tak perduli kau mencoret nama ku dari kartu keluarga mu, aku tak suka kau mengaturku, Haidher." Ucap Sky pada pria di seberang telpon nya.
"Kau sama sekali tak pernah mendengar ku Sky. Kau punya tanggung jawab mu, urus perusahaan dan pulang lah."
Haidher sudah lelah berdebat dengan Sky setiap hari hanya untuk meminta nya pulang dan mengurus pekerjaan nya. Hanya Ausky Luis keturunan selanjutnya dan tak ada lagi selain putranya.
"Aku tak butuh, aku sendiri sibuk dengan pekerjaan ku sendiri. Bukankah ada anak tirimu, berikan saja padanya aku tak perduli."
"Sky..."
Tut...Tut...
__ADS_1
Di belahan bumi lainnya Haidher mengumpat Sky, ia benar benar berang dengan putranya yang satu itu. Susah di atur, padahal dia sudah tua dan belum menikah.
Haidher memang menyuruh Sky pulang semata-mata bukan untuk mengurus pekerjaan dan perusahaan nya. Ia meminta Sky pulang karna ingin putranya menikah dan berkeluarga. Setidaknya ia akan punya cucu, lagi pula calon untuk putranya sudah ia siapkan.
"Kau pikir aku tak tau kau memintaku pulang Haidher. Kau saja yang menikah dengan nya, wanita itu sama sekali tak menarik untuk ku."
Calvin menatap tuan mudanya, entah sampai kapan mereka akan bertengkar terus seperti ini dan ia yang menjadi sasaran keduanya.
*
"El.."
Elvira menoleh ke arah pintu dan terlihat ibunya masuk ke dalam kamar nya. "Apa yang terjadi, kenapa kau pergi dari mension Mark. Apa Mark menyakiti mu,?" Elvira menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan ibunya.
"El hanya ingin menyendiri dulu mom, El baik baik saja. Mark tak melakukan apapun pada El, kami hanya bertengkar seperti biasanya."
Jawab Elvira berbaring di pangkuan Raline. Memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut tangan ibunya di kepalanya.
Elvira sendiri tak tau bagaimana rumah tangga nya dengan Mark selanjutnya. Biarkan saja mengalir seperti air, ia tak ingin pusing. Sedih dan tak ingin berakhir begitu, tapi Elvira terlalu kecewa dengan Mark. Berulang kali Mark membohonginya dan tak jujur padanya.
Tak jauh beda dengan Elvira, Mark juga sama mengurung dirinya di kamar miliknya dan Elvira. Bibirnya yang pecah dan sakit sama sekali tak di rasakan oleh Mark.
Tangan nya mengambil, ponsel miliknya dan mengirim pesan untuk Elvira. Mark menatap ponsel di tangan nya dan menekan tombol, ponsel Elvira sama sekali tak aktif.
"Kita sudah lebih delapan tahun bersama El, aku tak mau kehilangan mu. Maafkan aku yang salah dan melampiaskan nya padamu. Aku minta maaf, pulanglah. Aku sama sekali tak mencintai wanita itu. Aku terbawa suasana El, sungguh aku minta maaf."
Mark benar benar menyesali perbuatannya, marah dengan Elvira yang tak rela jika Elvira juga membalasnya perbuatannya. Mungkin Elvira juga sama, dia di kuasai oleh amarah. Dan membalasnya dengan membayar pria untuk bercinta dengan nya.
*
Malam harinya,...
Sky menatap kamar Elvira yang berada di lantai atas. Ia melirik ke sana kemari dan mencari celah agar ia bisa masuk ke dalam kamar Elvira lagi.
Srek...Srek..
Sky menyembunyikan tubuhnya di antara pilar besar saat mendengar suara sepatu milik penjaga mension yang berjalan mendekati nya.
__ADS_1
Dengan cekatan Sky melompat di antara pilar dan naik ke atas. Penjaga yang berada di bawah nya sama sekali tak tau keberadaan Sky yang naik ke atas seperti laba-laba.
Bruk..
Sky tersenyum lebar dan mengambil pisau lipatnya, lalu mencongkel jendela kamar Elvira.
Tak...
Senyum Sky semakin lebar saat mendapati Elvira tidur di ranjang milik nya. Sky tau jika Elvira pergi dari mension Mark. Ia tau Elvira dan Mark bertengkar dan pergi dari mension mewah Mark Harrold.
Mendekati ranjang Elvira dan berbaring di samping wanita liar yang ingin ia rebut dari Mark. Sky sudah bertekad akan merebut Elvira menjadi milik nya. Wanita liar yang pernah menghabiskan malam panas bersama nya di ranjang hotel.
Akk... Hemm...
Elvira berteriak saat merasakan tubuhnya di peluk oleh seorang dan di bungkam mulutnya
"Stt... Kenapa kau suka sekali berteriak, ini aku Sky." Ucap Sky berbisik mesra di telinga Elvira. Tangan nya melepaskan mulut Elvira dan memeluknya erat.
"Kau, apa yang kau lakukan brengsek, bagaimana bisa kau masuk lagi ke kamar ku, sialan." Elvira bangkit dan duduk di ranjang, menoleh ke arah jendela. Ia yakin jika pria itu masuk lewat jendela kamarnya.
"Aku merindukanmu El,"
Sky membaringkan lagi tubuh Elvira dan menindihnya dengan tubuh besarnya. Elvira yang kaget memekik keras dan langsung di bungkam oleh bibir Sky. Sky ******* bibir Elvira atas dan bawah, lalu melesakkan lidahnya masuk kedalam rongga mulut Elvira dan mengobrak abrik lidah dan gigi Elvira.
Bug...Bug..
Sky melepaskan bibirnya saat Elvira menggigit bibir nya. Ia menatap wajah cantik Elvira di bawah lampu remang. Nafas Elvira memburu menahan emosi. Ia menatap tajam wajah pria brengsek yang menindih nya.
"Menyingkir dariku tuan,"
Masih mengatur nafasnya yang memburu menahan emosi dan hasrat yang tiba-tiba muncul. Elvira mendorong tubuh tinggi besar Sky yang menindih nya.
"Ku mohon, menyingkir lah dariku tuan. Pergi dari sini, jangan sampai mereka mengetahui mu ada di kamar ku."
Elvira sudah lelah hari ini, dari pertengkaran nya dengan Mark dan melihat Mark yang bersitegang dengan daddy nya, ia benar benar ingin sendiri. Tapi pria brengsek ini selalu mengganggunya.
.
__ADS_1
.