
"Kenapa kalian hanya diam saja saat dia bilang pulang. Kalian memang bukan sahabat ku." Bibir Elvira tak berhenti mengoceh sepanjang keluar dari kapal.
Ia masih belum terima jika mereka justru pulang. Padahal Elvira sudah menyiapkan semuanya dan semua gagal gara gara Sky yang datang mengganggunya. Tapi jika tidak ada Sky juga ia pasti akan di makan hiu.
Elvira bergidik ngeri membayangkannya.
Sedangkan Sonia dan yang lainnya tak menggubris ucapan Elvira. Mereka lebih baik diam, bagaimana bisa mereka membantah perkataan Sky. Lebih baik Elvira yang mengomel seperti ini dari pada melihat tatapan tajam mata Sky.
Jangankan membantah ucapan Sky, bertanya pada Elvira saja mereka tak ada yang berani.
"Akk, apa yang kau lakukan.?"
Elvira memukul dada bidang Sky saat tubuhnya melayang di gendongan Sky.
"Diamlah sayang, kau bisa jatuh."
Elvira diam, tak lama mengalungkan tangannya pada leher Sky.
Sky keluar sambil menggendong Elvira, ia tak perduli dengan tatapan mereka yang menatapnya aneh.
"Aku bisa jalan sendiri, turunkan aku." Lirih Elvira, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sky yang menggendongnya. Elvira lupa pada ketiga sahabatnya yang berjalan mengikuti Sky dari belakang.
Sky tetap berjalan lebar menuju di mana mobilnya sudah terparkir. Ia masuk ke dalam bersama Elvira yang duduk di sampingnya.
Sonia dan sahabat menatap mobil yang membawa Elvira pergi dari pelabuhan.
"Apa El sudah mendapatkan pengganti Mark. Bahkan dia baru saja bercerai dari Mark, sudah mau menikah lagi. Sementara aku belum pernah menikah sama sekali."
"Kau pikir main togel.?"
Lara mendengus mendengar jawaban Sonia, ia berjalan pada kekasihnya dan mengalungkan tangannya pada kekasihnya.
Sonia menggelengkan kepalanya, ia menggandeng tangan kekasihnya dan pergi meninggalkan pelabuhan.
*
Di dalam mobil Sky menyandarkan kepala Elvira di pundaknya. "Tidurlah, jangan terlalu di pikirkan, semua akan baik baik saja. Mereka tak akan berani, mengatakan hal yang bukan bukan."
Elvira menoleh pada Sky, berulang kali ia mengontrol perasaannya sendiri. Masih belum percaya jika ia baru saja bercumbu lagi dengan Sky. Dan tubuhnya juga tak bisa menolak pesona Sky yang membuat dirinya gila. Sebenarnya apa yang ia rasakan, kenapa ia tiba-tiba saja menginginkan sentuhan. Apa karna ia sudah lama tak bercinta lagi, hingga tubuhnya haus belaian pria.
"Aku tak percaya," Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Sky mengantar Elvira pulang ke mension Damian. Damian dan Raline sendiri yang melihat putri mereka pulang mengerutkan keningnya. Mereka berdua mendekati Elvira dan Sky.
"Sayang kau tidak jadi liburannya.?" Tanya Raline bingung.
"Elvira jatuh ke air." Jawab Sky menatap wajah Elvira.
"Apa.." Damian dan Raline berteriak kaget.
"El kau tidak apa-apa sayang.?" Raline hampir menangis mendengar putri satu satunya terjebur di air laut. Begitupun dengan Damian, ia sangat khawatir pada Elvira. Tangannya merogoh saku celananya dan memanggil dokter pribadinya.
"Dad El tidak apa-apa.?"
"Tidak sayang, daddy tak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu. Raline bawa masuk El ke kamarnya."
Raline mengangguk dan membawa Elvira masuk ke dalam kamarnya. Elvira menoleh ke arah Sky, lalu berbalik lagi.
Sedangkan Sky yang melihat Elvira pergi ke kamarnya menatap Damian. Sky tersenyum melihat Damian yang menatapnya penuh tanda tanya.
"Aku juga sedang berlibur dan tak disengaja melihat Elvira dan sahabatnya. Jadi aku memutuskan untuk bergabung dengannya tuan." Damian mengangguk mengiyakan.
"Kalau begitu terima kasih sudah menolong putriku tuan Sky."
Sky berbalik dan pergi meninggalkan Damian yang menatapnya. Sky tau jika Damian pasti mencurigainya, Sky tak perduli. Ia akan mendapatkan apa yang ia mau.
*
Elvira menatap wajah tua yang sedang memeriksanya. Ia sudah berulang kali mengatakan pada ibunya jika ia tak perlu di periksa, tapi ayah dan ibunya tetap memanggil dokter ke mensionnya.
"Bagaimana dengan keadaan putri saya dokter.?"
Tanya Raline menatap wajah Elvira yang masih pucat.
Dokter tersenyum mendengar penuturan wanita yang tak jauh beda darinya.
"Ku pikir anda akan menjadi seorang Oma."
Raline menatap wajah pria di depannya ini. Sedangkan Elvira yang mendengar penuturan dokter pribadi ayahnya jantungnya hampir lepas dari tempatnya.
"Sebaiknya bawa nona muda ke rumah sakit, sepertinya nona hamil nyonya."
"Apa.."
__ADS_1
Damian yang mendengar penuturan dokter pribadinya itu diam. Ia menatap wajah Elvira yang diam saja.
Elvira yang mendengar penuturan dokter pribadi keluarganya hanya diam mematung, masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Selamat nona anda akan menjadi seorang ibu."
Ucapan pria paruh baya ini seperti petir yang menyambar tubuh Elvira. Elvira sungguh shock di tempatnya, ternyata benar ia hamil. Bukannya senang dan gembira ia akan menjadi seorang ibu, tapi ia justru shock dan tak senang.
Raline menatap wajah suaminya yang diam membisu duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang Elvira. Mereka sendiri bingung, Elvira dan Mark sudah bercerai.
"Apa kau yakin Elvira hamil.?"
Tanya Raline kembali, ia seolah tak percaya, bingung dengan keadaan yang menimpa putrinya.
"Sebaiknya nona segera di bawa ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan janin nona Elvira nyonya."
"Ya .."
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nyonya, nona selamat atas kehamilan anda, permisi."
Tak ada yang menjawab pertanyaan dokter pribadi Damian. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Baik Damian ataupun Raline sama sama bingung.
Apalagi Elvira, bukan hanya bingung tapi Elvira shock jika dia benar benar hamil. Apa yang harus ia lakukan saat ini.
*
Mark yang duduk di kursi kebesarannya mengusap wajahnya kasar. Ia tak boleh memikirkan Elvira lagi. Elvira bukan lagi miliknya dan mereka berdua bukan siapa siapa lagi sekarang. Dan ia harus fokus pada pekerjaannya.
"Tuan nona Elvira baru saja kecelakaan tuan."
Mark mendongak dan shock mendengar penuturan Rendra.
"Apa maksudmu.?" Teriak Mark.
"Nona Elvira baru saja jatuh ke air laut saat berlibur kemarin tuan."
Mark tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Elvira kecelakaan dan jatuh ke dalam laut, Elvira tak bisa berenang. Bagaimana dengan keadaannya saat ini.?
Mark berdiri dan pergi meninggalakan perusahaannya. Ia akan ke mension Damian, apapun alasannya ia harus bertemu dengan Elvira. Ia sangat menghawatirkan mantan istrinya.
Hayo bunda pilih mana Sky atau Mark nehh😘
__ADS_1