Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.47 # Godaan


__ADS_3

Elvira menggeliat kan tubuh nya saat merasakan tangan besar menindih perutnya. Ia menyingkirkan tangan yang ia pikir milik Mark. Bergumam dengan suara serak khas bangun tidur.


"Mark berat, singkirkan tangan mu."


Sky mendengus saat mendengar suara Elvira memanggil nya Mark. Tak lama ia mendengar lagi Elvira memanggilnya suaminya. Sky geram, ia membalikkan tubuh Elvira dan menindihnya.


"Aw kau.."


Elvira yang kaget saat tubuhnya di tindih, memejamkan matanya saat melihat wajah tampan pria yang menindih nya.


"Sudah ingat siapa aku nona.?" Ucap Sky datar menatap wajah Elvira. Sedangkan Elvira langsung membuka matanya, mendengar suara datar Sky.


"Aku lupa jika kau yang bersamaku, ku pikir kau adalah suami ku."


Sky bangkit dari tubuh Elvira dan berjalan menuju kamar mandi. Bibirnya.mengutuk wanita cantik yang selalu mengira jika ia adalah Mark suaminya.


Sedangkan Elvira sendiri yang melihat kepergian Sky ke kamar mandi mendesah lirih. Bagaimana ia bisa tidur di ranjang yang sama dengan pria brengsek itu.


Mendudukan dirinya dan menatap kamar mandi. Tak lama Elvira turun dari ranjang nya.


"Oh sial..."


Elvira berlari ke kamar mandi dan menggedor pintu kamar mandi.


Dor Dor..


"Hey tuan, kau dengar cepat keluar dari kamar mandi. Apa kau tidak dengar,? oh ya ampun bagaimana jika mommy dan daddy tau dia ada di sini. Apalagi jika tiba-tiba Mark datang kemari, sial...Hey... Keluar, brengsek."


Teriak Elvira menendang pintu kamar mandi.


Clekk...


Elvira melototkan matanya melihat tubuh Sky yang penuh dengan busa, tanpa sehelai benangpun. Elvira mengusap dadanya menahan emosi nya yang siap meledak kapan saja pada pria tak tau malu di depan ini.

__ADS_1


"Ada apa kau mengagetkan ku Baby."


"Baby.."Pekik Elvira emosi.


"Masuk ke dalam dan bilas tubuh mu brengsek. Atau aku akan menghancurkan milik mu." Ancam Elvira menatap tajam pada Sky.


Brakkk...


"Wanita liar itu selalu mengancam ku, dia pikir telurku bisa dia goreng heh, menyebalkan." Sky membilas tubuhnya yang penuh dengan busa sabun. Takut juga dengan ancaman Elvira padanya.


Sedangkan di depan pintu kamar mandi Elvira bersandar di tembok. Memijit kepalanya yang pusing, karena pria bayarannya itu.


"Aku benar benar akan gila sebentar lagi mom."


Menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotornya saat melihat senjata Sky bergelantungan penuh dengan busa.


"Brengsek.."


Brakkk...


"Kau semakin membuatku tergila-gila dengan mu nona."


Ucap nya sendiri dan berjalan menghampiri pakaian nya.


Sedangkan Elvira yang berada di kamar mandi, mengguyur tubuhnya secepat mungkin. Ia tak ingin mommy dan daddy nya mengetahui pria itu ada di kamar nya. Tapi ia sendiri bingung bagaimana caranya mengeluarkan Sky dari kamarnya, sementara hari sudah pagi , tentu saja mereka akan shock melihat pria itu.


Keluar dari kamar mandi Elvira sudah mendapati Sky duduk di ranjang milik nya. Sky mengangkat wajahnya dan tersenyum jahat pada Elvira. Berdiri mendekati Elvira yang menatapnya tajam.


"Jangan macam-macam padaku brengsek." Ancam Elvira lagi, menatap waspada pada pria yang mendekati nya. "Hanya satu macam." Elvira mundur kebelakang saat Sky semakin dekat dengan nya.


Entah nasib sial Elvira pagi ini atau apa, handuk yang di pakainya merosot begitu saja sebelum tangan Sky meraih tubuh Elvira yang akan jatuh ke belakang.


Hap....

__ADS_1


"Kau,..." Wajah Elvira pucat pasi saat merasakan handuk miliknya melorot begitu saja.


"Suttt... Kau lihat kau sudah polos nona, kau ingin menggoda ku lagi, hemm." Ucap Sky pada Elvira, tangan nya mengusap naik turun punggung polos Elvira yang masih basah oleh air. Menghirup aroma sabun dan shampo di tubuh Elvira. Sedangkan Elvira seketika menegang mendapatkan elusan tangan besar Sky di punggung nya. Saat ini ia sama sekali tak memakai pakaian selembarpun. Hanya handuk yang sudah jatuh ke lantai.


"Kau sangat wangi Baby." Ucap Sky memindahkan tangan nya ke depan. Mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Elvira yang dari tadi menggoda nya.


Cup...


Ahh...


Lenguhan Elvira saat tangan Sky benar benar meremas buah kenyal milik nya. Sky tersenyum lebar, melihat wajah Elvira yang terpejam. Tangan nya masih aktif, pada buah yang menggantung milik Elvira. Entah apa yang Elvira rasakan kali ini, ia benar benar sudah lupa siapa pria yang sedang bersamanya.


Cup....


Tubuh Elvira semakin menegang, tak hanya tangan Sky, saat ini bibir Sky yang mendarat sempurna di pucuk kecoklatan miliknya yang mengeras. Tentu saja ini adalah sarapan pagi untuk Sky. Ia yakin jika Elvira sudah terlena dengan nya.


Ahh....


Tok...Tok...


*


Sedangkan di meja makan, Damian dan Raline mengerutkan keningnya saat tak mendapati putrinya turun dari kamarnya.


"Kemana putri mu Raline,?"


Raline menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan suaminya. Damian berdiri dari duduknya, berencana memanggil putrinya, tapi Raline menggelengkan kepalanya.


"Biarkan bibi yang memanggil nya,"


Damian mendudukkan dirinya lagi di kursi nya, sedangkan Raline mencari pelayan di dapur dan menyuruh pelayan agar memanggil Elvira di kamar nya.


"Jangan menyembunyikan sesuatu dari ku Raline, aku tak suka jika kau bohongi tentang Elvira."

__ADS_1


"Tanyakan saja nanti pada El,?" Damian mendesah lirih, ia sungguh sangat menyayangi Elvira. Putri satu satunya bersama Raline. Ia merasa jika saat ini Elvira sedang tak baik baik saja.


__ADS_2