
Plakk...
Raline melayangkan tangannya pada wajah Elvira hingga Elvira memalingkan wajahnya. Tangan Raline bergetar saat sadar apa yang ia lakukan pada Elvira. Seumur hidupnya baru kali ini ia menampar pipi Elvira. Emosi dan kecewa membuat Raline hilang kendali pada Elvira.
Elvira sendiri memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan ibunya. Ia tak marah saat ibunya menampar nya. Ia pantas mendapatkan dari ibunya.
Elvira menoleh lagi pada Raline, menatap wajah tua yang masih sangat cantik.
"Mom, maaf.."
Bibirnya bergetar menahan tangisnya saat melihat mata ibunya berkaca kaca. Sakit sekali rasanya Elvira melihat mata cantik ibunya meneteskan air matanya.
"Katakan pada mommy El, apa yang mommy dengar adalah bohong Elvira.?"
Raline menatap kosong jauh kedepan, ia seperti tak percaya jika Elvira sendiri tak tau siapa ayah dari bayi yang di kandungnya.
"Benar mom, aku tak tau dia milik siapa.? Ausky Luis atau Mark Harrold. Aku tak bisa seperti mommy yang hanya setia dengan satu pria mom, Maaf.."
Raline tak bisa membendung air matanya saat Elvira terduduk dan mendekap kakinya.
Mereka berdua sama sama menangis, meratapi kebodohan Elvira.
"Bagaimana dengan daddy mu Elvira,"
Raline melepaskan tangan Elvira dan berbalik pergi.
"Mom.."
Elvira menggelengkan kepalanya saat melihat ibunya berbalik. Ia menarik lagi kaki ibunya dan menangis.
"Ku mohon mom bantu aku, maafkan aku mom."
Raline berbalik dan menatap wajah Elvira, mata Elvira banyak menyimpan kesedihan di dalamnya.
"Apa karna ini kau bertengkar dengan Mark El."
Elvira menggangguk mengiyakan ucapan ibunya. Sedangkan Raline sendiri memejamkan matanya menikmati rasa yang tak tau apa.
"Apa kau membalas perbuatan Mark Elvira."
Tanya Raline pada Elvira, ya Raline tau bagaimana Elvira yang keras kepala tapi ceroboh.
"Ya..." Jawab Elvira.
"Bantu El mom," Lanjutnya lagi menatap wajah ibunya.
*
Sky menatap Calvin yang berdiri di sampingnya. "Apa kau sudah menyiapkannya Calvin."
__ADS_1
"Ya tuan.."
Sky tersenyum lebar, ia akan datang besok ke mension Damian dana akan melamar secara resmi Elvira di hadapan Damian lalu menikahinya.
Sky tak akan pernah mundur, Elvira adalah miliknya.
Sky sudah berencana akan membawa Elvira pulang ke Amerika bersamanya saat sudah menikah nanti.
"Bagaimana dengan tuan Damian dan keluarganya tuan mereka tak tau.?"
"Aku akan membuat kejutan untuk Elvira. Aku tau wanita keras kepala itu."
Calvin menggangguk kan kepalanya mengerti. Tak lama Calvin keluar dari dalam ruang pribadi CEO.
"Aku tak akan mundur Mark Harrold, aku yang akan mendapatkan Elvira. Apapun caranya, Elvira akan menjadi milikku, meski benih itu adalah milikmu."
Sky bergumam sendiri, matanya menatap jauh kedepan. Menatap pusat kota dari dalam jendelanya. Sampai detik ini tak ada wanita yang menggetarkan hatinya selain Elvira Jennifer. Wanita yang sudah membuatnya tergila-gila dengan pesonanya.
Mark Harrold dan Ausky Luis mereka berdua sama sama menginginkan Elvira menjadi miliknya.
*
Pagi harinya...
"Sayang El tidak ada di kamarnya.."
Damian mendongak menatap wajah Raline.
"El tidak ada di kamarnya dia hanya meninggalkan surat ini di kamar."
Lirih Raline menundukkan wajahnya. Damian menyambar kertas di tangan istrinya. Membukanya dan tak lama air matanya meleleh begitu saja. Damian mengusap matanya yang basah. Elvira pergi dan ingin sendiri terlebih dahulu. Bagaimana mungkin putri satu-satunya pergi meninggalkannya, apalagi dalam keadaan hamil.
"Apa yang dia bawa Raline,?"
Tanya Damian putus asa saat membaca kertas putih di tangannya.
"El meninggalkan semuanya,?"
Damian memejamkan matanya saat mendengar penuturan istrinya. Elvira tak membawa apa apa, bagaimana ia akan makan dan akan tidur di mana putrinya.
"Penjaga....."
Raline berjengit mendengar suara Damian yang menggelegar di seluruh penjuru Mension.
Tak lama Raline menatap lima penjaga di mension dan di susul lagi enam di belakangnya.
"Kami tuan.."
"Cari putri ku sampai ketemu, di manapun dia berada. Temukan dia jangan kembali sebelum membawa Elvira pulang ke mension, brengsek."
__ADS_1
Sky yang berdiri di depan pintu mendengar suara keras Damian. Tangannya terkepal erat saat mendengar jika Elvira pergi dari Mension.
Sky berbalik lagi tanpa menyapa kedua orang tua Elvira. Sky yakin jika Elvira belum jauh dari dan masih di kota ini. Niat hati ingin memberikan kejutan pada Elvira. Sky justru di kejutkan dengan Elvira yang pergi dari mension Damian.
Calvin yang masih di dalam mobil mengerutkan keningnya saat mendapati tuannya kembali lagi dengan wajah yang mengeras.
Calvin membuka pintu mobilnya tuannya dan ia sendiri masuk dan duduk di kursi kemudi.
"Jalan."
Sky mengeraskan rahangnya menatap ke depan. Pikirannya melayang, mungkin saja ini adalah perbuatan Mark Harrold.
"Perusahaan Harrold,"
Calvin menggangguk mengiyakan ucapan tuannya. Sampai di Perusahaan Mark Sky turun dan melangkah lebar.
Tak perduli dengan semua orang yang menatapnya. Dan Rendra yang baru saja keluar dari ruang CEO melihat Ausky Luis berjalan menghampirinya. Melihat asisten Mark, Sky mendorong tubuh Rendra hingga tubuhnya terbentur tembok.
Brakkk....
Mark berjengit kaget saat mendengar suara pintu terbuka lebar. Mendongak menatap wajah Sky yang menatap ke arahnya.
Mark berdiri dan berdecih melihat wajah Sky. Ia menghampiri Sky dengan tangan yang terkepal erat. Begitupun dengan Sky menghampiri Mark tanpa mengalihkan pandangannya dari Mark Harrold.
Bug..Bug..
Brakkk... Brakk...
BONUS VISUAL 😘😘
MARK HARROLD
ELVIRA JENNIFER
AUSKY LUIS
MARI MAK BERHAYAL BERSAMA OTOR 🤣
AKU BINGUNG SEMUANYA CAKEP APALAGI LIAT BABANG SKY, KEINGET SAMA TERONG AFRIKA NYA🤣🤣
DUKUNG OTOR TERUS BUNDA, UDAH DI KASIH VISUAL NEHH..
BERI HADIAH DAN VOTE GIFT JUGA YA.
__ADS_1
JEJAK KOMENTAR DAN LIKE 😘