
Cup..
Sky mengecup bibir terbuka Callista yang tertidur pulas. Ia tak menyangka jika gadis mungil ini, ternyata anak Mark Harrold. Ia pikir benihnya sendiri saat ia menaburkan dulu pada Elvira ketika Elvira membayarnya dulu. Rupanya harapan Sky terlalu tinggi selama ini.
Elvira sendiri yang melihat punggung Sky, merasa sangat bersalah. Tak terasa ia juga meneteskan air matanya. Ia tak menyangka jika Ausky Luis sangat berharap padanya dan pada putrinya. Tapi lagi-lagi ia sudah mematahkan hati Sky.
"El bolehkah aku menganggapnya putri ku sendiri.?"
Elvira mengangguk mengiyakan ucapan Sky, ia mengusap pipinya yang basah. Apa yang harus Elvira lakukan. Ia tak mungkin memiliki keduanya, baik Sky dan juga Mark mereka berdua menempati posisi masing masing di hati Elvira. Tapi yang jelas, ia masih mencintai Mark Harrold. Pria pertamanya, delapan tahun ia bersama dengan Mark tak mungkin akan mudah melepaskan Mark dari hatinya. Apalagi ia dan Mark saling mencintai. Sampai detik ini ia masih mencintai Mark Harrold. Meski kecewa luar biasa, bukankah ia juga mempunyai kesalahan.
"Ya.."
Sky mematung mendengar suara serak Elvira di belakangnya. Hati Sky sangat sakit mendengar suara Elvira. Ia yakin jika Elvira saat ini pasti menangis. Tak lama Sky berbalik dan menatap mata cantik Elvira yang memerah.
Deg...
Sky mendekati Elvira dan memeluknya erat, ia tak tega melihat Elvira yang seperti ini. Ia tau jika Elvira saat ini sangat merasa bersalah padanya.
"Apa yang kau pikirkan El, kau tau aku akan memiliki wanita yang jauh lebih cantik lagi darimu, dan yang pasti dia masih perawan."
Bisik Sky di telinga Elvira sambil tersenyum tipis. Sky sendiri tak tau, kedepannya bagaimana. Apa ia bisa melupakan Elvira atau tidak.
Elvira memukul dada Sky saat mendengar penuturan Sky padanya. Elvira tak marah mendengar penuturan Sky padanya. Ia justru tertawa kecil sambil mengusap air matanya dan mengelap ingusnya pada kemeja Sky.
__ADS_1
"El.."
Elvira tertawa saat Sky menyadarinya, tanpa rasa bersalah Elvira mengelap kemeja Sky dengan tangannya. Sky menatap Elvira yang tersenyum padanya. Sungguh Elvira memang wanita yang sangat cantik.
Sky tersenyum tipis saat mengingat jika dialah satu-satunya wanita bekas orang lain yang pernah ia sentuh. Entah kekonyolan apa yang Sky ucapkan pada Elvira barusan. Tapi nyatanya wanita bekas orang lain inilah yang membuat hatinya patah sepatah patahnya.
Bukan cemburu melihat wanita yang di cintainya bersama orang lain. Tapi lebih sakit dan kalah tak bisa mendapatkan hati Elvira Jennifer menjadi miliknya. Seumur hidupnya Sky baru merasakan sakit hati yang luar biasa menyiksanya. Sky tak tau apakah hatinya akan kembali seperti semula saat ia pernah merasakan bagaimana rasanya sakit hati yang sudah menghancurkannya berkeping keping.
"Aku akan pulang El.." Wajah Elvira kembali lagi sendu mendengar penuturan Sky padanya.
Cup... Cup...
Sky mencium kening Elvira dan terakhir bibir Elvira lalu menyesapnya sedikit. Sky yakin jika mungkin inilah ciuman terakhirnya pada Elvira.
Elvira sendiri yang merasakan ciuman lembut Sky padanya membalasnya. Elvira bahkan menyesap bergantian bibir Sky saat Sky akan melepaskan tautan bibirnya. Ya Elvira memang ingin memberikan pada Sky kenangan yang indah. Kenangan manis yang pernah mereka berdua reguk bersama. Dosa besar yang pernah Elvira lakukan dan meninggalkan jejak sakit pada pria di depannya ini.
"Maaf.."
Sesal Elvira pada Sky. Sedangkan Sky sendiri tersenyum tipis, Elvira memang wanita penggoda yang luar biasa baginya. Entah apa yang Elvira maksud, yang jelas Sky yakin jika Elvira juga sebenarnya tak kalah sakit. Tapi Elvira tak mungkin akan memilih ia dan Mark sekaligus.
"Sky.."
Damian tiba-tiba saja datang kekamar Callista dan mengagetkan mereka berdua. Elvira yang melihat daddynya datang meremas tangannya. Elvira takut jika Damian mengetahui sesuatu tentang putrinya dan tak menerima Callista.
__ADS_1
"Tuan Damian, anda sudah kembali dari perusahaan.?"
Damian mengangguk mengiyakan ucapan Sky. Tapi mata tajamnya meneliti wajah Sky dan juga Elvira yang terlihat sembab.
Tapi tak lama Damian menggelengkan kepalanya, ia tak mungkin akan bertanya pada Sky. Itu adalah urusan anak muda dan dia sudah tua, tak pantas rasanya Damian tau.
"Apa cucu Opa tidur?"
Damian mendekati cucunya dan mencium pipi Callista hingga dia terusik dan menggeliat karna Damian telah mengganggunya. Damian terkekeh kecil melihat cucunya menggeliat di dalam tidurnya.
Sedangkan Sky dan Elvira yang berdiri di samping Damian juga tersenyum melihat Callista yang terusik.
*
Mark melajukan mobilnya menuju Mension mewahnya. Baru saja ia mendapatkan telpon dari wanita yang di tunggunya selama ini. Mark sengaja pulang agak sore, ia tak sabar bertemu dengannya, jika dia sudah datang ke mension dan menunggunya.
Sampai di mension, bibir Mark tersenyum lebar saat mendapati seseorang yang datang ke mension mewahnya. Mark membuka pintu mobilnya sendiri dan berjalan lebar mendekati wanita yang berdiri di depan pintu mensionnya.
Ia pikir dia tak datang hari ini, ternyata dia benar benar menepati janjinya, datang ke mensionnya.
"Senang bisa bertemu dengan mu Mark Harrold."
Mark tersenyum lebar dan memeluk wanita di depannya ini. Wanita itu juga tak kalah erat memeluk tubuh Mark di depannya.
__ADS_1
"Aku merindukanmu."
.