Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.92# Sama sama ingin memiliki


__ADS_3

Raline yang tak sengaja menjatuhkan ponselnya, membuat Damian yang berada didepannya menatap ke arah istrinya semakin tajam.


"Halo Raline."


Damian yang melihat ponsel masih tersambung mengambilnya dan menempelkan di telinganya.


"Raline, jika kau masih mendengar ku, beritahu Damian. Elvira pendarahan dan dia koma, aku tak tau jika sewaktu-waktu dia pendarahan lagi dan membutuhkan donor, Elvira kritis saat ini."


Wajah Damian mengeras mendengar penuturan di sebrang telpon. Tangannya terkepal erat dan tak lama ia membanting ponsel di tangannya.


Prakk..


"Raline.."


Teriak Damian menggema di seluruh Mension. Nafasnya memburu menahan emosinya yang memuncak, telah di permainkan oleh istrinya sendiri.


Raline sendiri menjatuhkan dirinya di hadapan Damian. Ia menggelengkan kepalanya, dan berulang kali meminta maaf pada suaminya. Damian sendiri yang masih di kuasai oleh emosi yang memuncak menarik bahu istrinya dan mencengkeram erat.


"Katakan padaku, kau sengaja menyembunyikan Elvira dariku. Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku Raline."


Teriak Damian berang pada istrinya, ia sudah lelah setiap hari membentak Raline tapi tetap saja Raline bungkam dan tak mau berbicara.


"Elvira sakit Damian, kita harus menemui Elvira sekarang, kumohon."


Damian tersadar dari rasa marahnya, ya Elvira sakit dan dia koma saat ini, putrinya membutuhkan dirinya.


Tanpa menunggu lama Damian dan Raline naik ke atas di mana ada helikopter miliknya yang terparkir. Damian merogoh saku celana menghubungi pilot yang bekerja untuknya.


Raline mengikuti langkah suaminya, dari belakang sambil menangis. Sungguh Raline tak menyangka jika Elvira akan pendarahan dan saat ini putrinya terbaring koma. Putri satu satunya membutuhkannya. Demi menghindari amukan Damian dan menghindari kedua pria yang berhubungan dengan bayi yang di kandungannya. Raline mengiyakan begitu saja ucapan Elvira, dan sekarang dia sangat menyesal.


*

__ADS_1


Melisa bernafas lega, ia berbalik dan menatap suaminya. Arga mengusap punggung Melisa, ia tau jika Melisa pasti takut dengan Damian. Itu sebabnya dia gelisah seperti ini. Siapa yang tak tau Damian Jack, pria yang dulunya berprofesi sebagai pemimpin mafia kelas kakap.


Menikahi Raline Smith , wanita sederhana yang berhasil meluluhkan hati Damian yang seperti es. Menikah dua bulan Damian masuk penjara, meninggalkan Raline yang hamil muda. Hingga lebih dari lima tahun lamanya Damian di penjara.


Dan keluar dari penjara dengan syarat, tentu itu tak mudah untuk Damian yang harus membongkar rahasia dan komplotan anggota pembuat narkoba. Hingga nyawanya berulang kali hampir melayang, tentu semua itu adalah pengorbanan Damian untuk istri dan putri satu-satunya.


"Bagaimana jika mereka menuntut kita Arga."


Melisa memeluk tubuh tinggi Arga, ia bingung dan tak menyangka jika Elvira akan seperti ini. Padahal sebelumnya ia sudah mengatakan konsekuensinya pada Elvira. Tapi lagi lagi wanita itu tak mendengarnya dan mengancamnya. Dan apa yang terjadi saat ini adalah yang di takutkan.


"Elvira akan baik baik saja, percayalah." Ucap Arga memenangkan istrinya.


*


"Apa aku bisa melihat bayinya." Tanya Sky saat melihat Melisa yang datang kembali.


Melisa menggangguk mengiyakan, ia melirik ke arah Mark yang berdiri di samping Sky. Ia berjalan keruang di mana bayi Elvira berada, dan di ikuti Sky dan Mark di belakangnya.


"Kalian tak akan mengenali wajah yang mirip dengan kalian, karna dia sangat mirip dengan Elvira."


Sky dan Mark menatap bayi merah yang bergerak gerak di dalam inkubator.


Mark tersenyum tipis, benar kata Melisa jika dia sangat mirip dengan Elvira, sangat cantik.


"Apa kau akan merelakan Elvira jika aku ayah bayinya Mark.?"


Tanya Sky tiba-tiba tanpa menoleh ke arah Mark. Sky tau jika Mark masih sangat mencintai Elvira. Tapi Sky tak akan pernah membiarkan orang lain menjadi ayah untuk putrinya jika dia benar putrinya. Dan ia sangat mencintai Elvira. Tapi saat melihat bayi yang bergerak gerak di dalam sana Sky merasa ada aneh dan entah apa yang ia pikirkan.


Mendengar penuturan Sky, Mark hanya diam saja. Hanya air matanya yang menetes saat melihat bayi merah yang bergerak gerak dan merengek.


Melisa sendiri yang berdiri tak jauh dari keduanya bisa mendengar suara Sky pada Mark.

__ADS_1


"Setelah Elvira sadar, kalian akan melakukan tes DNA. Apa kalian ingin menunggu Elvira bangun terlebih dahulu.?"


"Ya.." Jawab keduanya serempak dan tak berpaling dari putri Elvira.


Mark tersenyum tipis, ia tak bisa mengatakan jika dia putrinya dan Elvira. Entah apa yang Tuhan rencanakan untuk dirinya dan Elvira nanti. Tapi yang jelas Elvira dan bayinya tetap akan Mark anggap sebagai kedua wanita yang sangat berarti untuknya, meski dia putri dari Sky sekalipun.


"Apa aku boleh masuk dan menggendongnya.?" Tawar Mark.


Ya sudah lebih dari empat tahun lamanya ia dan Elvira menantikan momen seperti ini. Mark ingin menggendong bayi yang lahir dari rahim Elvira, meski belum tau dia milik siapa, tapi Mark ingin menggendongnya dan ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang daddy.


Melisa mendesah lirih, sebenarnya mereka belum di ijinkan masuk dan menyentuhnya, tapi mau bagaimana lagi. Ia merasa kasihan dengan Sky dan Mark. Siapa tau ini akan menjadi kekuatan untuk Elvira dan bayinya saat sudah di gendong oleh salah satu dari mereka.


"Tunggu sebentar."


Melisa mendekati suster yang berjaga tak jauh dari sana. Tak lama Melisa kembali lagi membawa kunci masuk El dalam. Sky tersenyum, ia masuk terlebih dahulu. Ia tak sabar menyentuh dan menggendong bayi merah di dalam bok.


Melisa membuka bok dan mengangkat tubuh kecil yang masih berwarna merah.


"Aku akan menggendongnya terlebih dahulu." Ucap Sky. Matanya memerah melihat bayi mungil yang di berikan Melisa padanya. Sky sedih membayangkan Elvira yang sakit dan tak menyusui bayinya.


Cup..


"Bangunkan ibumu sayang." ucap Sky pada bayi mungil di tangannya.


Deg..


❤️


Terima kasih yang sudah nungguin otor receh update. Maaf jika bab agak pendek, otor anak udik, kadang susah jaringan 🥺


Makanya suka sedih kalau gak ada yang kasih hadiah vote dan gitf (merayu). Lagi pula otor ketiknya pake HP🤧

__ADS_1


__ADS_2