
"Brengsek,"
Teriak Elvira, nafasnya memburu menahan emosi dan juga hasrat yang melambung tinggi. Lagi lagi ia tak bisa menolak sentuhan Sky di tubuhnya. Meski bibirnya menghianati, tapi sebenarnya Elvira menginginkan nya. Ada apa dengannya...
"Kau yang memancingku sayang, kenapa aku harus menghentikannya."
Lagi-lagi Sky berhasil menindih tubuh Elvira dan membungkam bibirnya.
Tak ingin membuat kesalahan yang sama dengan Sky.
Elvira kali ini berontak memukul Sky dengan kedua tangannya. Tak lama Elvira menggigit bibir Sky, hingga Sky mau tidak mau melepaskan bibirnya.
Elvira mendorong tubuh Sky, dan mencari keberadaan bajunya yang di buang oleh Sky tadi. Bibirnya mengumpat, bagaimana ia bisa bertindak gila lagi dengan Sky. Ada apa dengan tubuhnya yang sangat sensitif. Apa karna hawa dingin yang ia rasakan hingga membiarkan Sky lagi lagi menjamah tubuhnya.
Entah apa yang Elvira inginkan, di sisi lain ia menginginkan Sky menyentuhnya lebih, tapi di sisi lain ia tak bisa melakukan ini.
Elvira menoleh menatap wajah tampan Sky, pria yang baru saja mencumbunya ini. Kenapa ia tak bisa menolak pesona pria di depannya ini. Matanya turun ke bawah menatap bibir Sky yang berdarah karna ulahnya. Mendesah lirih jika ia sudah keterlaluan pada Sky.
"Maaf.."
Sky tersenyum mendengar Elvira meminta maaf padanya. Ia mengambil pakaian Elvira dan memakaikannya. Elvira sendiri tak mengalihkan pandangannya pada wajah tampan Sky.
Memejamkan matanya, dan mengontrol perasaannya sendiri.
"Kenapa kau selalu menggangguku, apa yang kau inginkan dari ku tuan.?"
Sky melirik ke arah Elvira, ia tak menjawab pertanyaan Elvira. Tapi ia mengecup bibir Elvira sekilas saat berhasil memakaikan pakaian Elvira.
Sky membaringkan tubuh Elvira lagi. Sky masih belum memakai pakaian miliknya. Sedangkan Elvira sudah memakai pakaiannya hanya diam saat Sky membaringkan tubuhnya.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku tuan.?"
"Aku mencintai mu, aku ingin memilikimu."
Jawab Sky memeluk tubuh Elvira ke dalam pelukannya. Elvira sendiri yang sudah bisa mengontrol dirinya membiarkan Sky memeluknya.
"Menikahlah dengan ku Elvira."
Elvira mendongak menatap wajah Sky. Tak lama ia menunduk lagi, mendengar ungkapan Sky padanya. Elvira menatap pada tangannya yang tersemat cincin berlian dari Sky. Bibirnya tersenyum tipis melihat cincin yang sangat cantik melingkar di jari manisnya.
"Aku baru bercerai dengan Mark."
"Aku tau." Jawab Sky.
Elvira memejamkan matanya menikmati dekapan Sky pada tubuhnya. Hingga tak terasa Elvira tertidur di dalam pelukan Sky. Melihat Elvira yang tidur di pelukannya, Sky tersenyum tipis. Ia mengecup bibir Elvira sekilas.
"Bagaimana aku tak tergila-gila denganmu, kau selalu menggoda ku terus El."
Sky tersenyum, saat membayangkan bagaimana pucuk kecoklatan Elvira yang menantang nya. Terkikik geli jika ia baru saja menyedot mereka bergantian.
"Kalau begini aku bisa tidur nyenyak sayang."
__ADS_1
Elvira dan Sky tidur berpelukan di dalam kamar sempit di dalam kapal.
Sedangkan di luar, mereka masih bisa mendengar suara teriakan Elvira tadi.
"Menurutmu apa yang mereka berdua lakukan di sana.?"
Lara menatap pintu kamar yang tak jauh dari mereka. "Apa mereka bercinta, aku yakin Elvira dan pria itu sedang bercinta di dalam sana." Lanjutnya lagi.
Sedangkan mereka yang mendengarkan hanya diam. Sama dengan apa yang di pikirkan oleh Lara, jika Elvira pasti sedang bercinta di dalam.
Apalagi Sonia, pikirannya tertuju pada pria yang di bayar oleh Elvira.
"Aku pusing.."
*
Setelah menempuh perjalanan hampir delapan jam kapal yang membawa Elvira hampir sampai di pelabuhan.
Sky menggeliat tubuhnya saat mendengar suara pintu yang di ketuk. Ia mengerjapkan matanya, saat hari sudah mau gelap.
Menundukkan wajahnya melihat wanita cantik yang berada dalam dekapannya.
Cup...
"Sayang bangun.."
Bisik Sky lembut di telinga Elvira, menepuk pipi Elvira lembut dengan tangan besarnya.
Elvira menggeliat saat merasakan tangan di pipinya.
Matanya melotot melihat wajah Sky tepat berada di depan wajahnya.
Cup...
"Tidak usah shock sayang,"
Elvira memejamkan matanya saat mengingat kejadian sebelumnya. Mengutuk dirinya sendiri yang ingat jika ia tak mimpi saat bercumbu dengan Sky tadi.
"Menyingkir aku lapar,"
Sky bangun mengambil pakaian dan memakainya. Bibir Elvira menggerutu, bagaimana bisa ia tidur nyenyak dengan pria gila sepertinya.
"Apa tidak ada pria lain,?"
Sky menoleh pada Elvira dan melototkan matanya mendengar penuturan Elvira.
"Aku lapar." Elvira membuang wajahnya menghindari tatapan tajam mata Sky.
Sky berjalan mendekat lalu mengusap perut Elvira yang masih datar.
"Aku yakin jika mereka berdua yang memintanya."
__ADS_1
Plak...
"Apa maksudmu.?" Elvira memukul tangan Sky di perutnya dan menatap tajam padanya.
Sky tak menjawab Elvira, ia keluar dari kamar dan mencari makanan untuk Elvira. Bibirnya tersenyum lebar melihat wajah Elvira yang kembali ketus padanya.
Sedangkan Sonia dan Kania yang berada di dalam melihat keberadaan Sky yang keluar dari kamar. Mereka berdua tak mengalihkan pandangannya pada Sky yang tersenyum. Kania menyikut Sonia yang berada di sampingnya. Sonia melirik kearah Kania dan menggelengkan kepalanya.
"Apa tak ada makanan yang bisa di makan untuk Elvira.?"
Kania dan Sonia berjengit kaget mereka berdua sama sama menunjuk ke atas. Sky mengangguk dan mengambilnya.
Elvira yang keluar dari kamar menatap ke-dua sahabatnya. Ia lalu melirik ke arah Sky yang mengambil makanan di atas.
Tak lama Elvira mengerutkan keningnya saat dari jauh ia bisa melihat lampu kota.
"Ini dimana.?"
Mereka bertiga menoleh saat mendengar suara Elvira.
"Kita pulang sayang." Sky yang menjawab.
"Apa pulang,"
Sonia dan Kania hanya mengangguk mengiyakan.
"Apa apaan ini," Teriak Elvira, pulang, bagaimana bisa mereka akan pulang.
"El kau harus pulang," Ucap Sky lagi.
"Hey kau kan penumpang gelap di kapal ini, kenapa kau yang mengaturnya." Elvira masih belum terima jika ia pulang sekarang. Sedangkan Sonia dan Kania hanya menatap mereka bergantian.
"El.."
Elvira diam melihat mata tajam Sky mengarah padanya. Sedangkan Sonia dan Kania, mereka berdua tak percaya jika Elvira akan tunduk dengan Ausky Luis. Biasanya jika dengan Mark, Elvira dan Mark sama sama keras kepala dan tak mau mengalah satu sama lain. Tapi dengan Sky, Elvira langsung menutup mulutnya.
Bibir Elvira mengerucut ke depan mendengarnya. Sky mendesah dan menghampiri Elvira, lalu memberikan susu pada Elvira.
"Minum ini dulu sayang." Ucapnya lembut.
Elvira menyambar susu di tangan Sky lalu meminumnya. Sedangkan Sky sendiri mengambil roti lalu memanggangnya. Ia tau jika Elvira pasti lapar.
"Apa kalian hanya membawa roti.?" Tanya Sky.
"Ada daging dan sosis di box sana."
"Sayang mau makan apa.?"
Elvira tak menjawab Sky, melirik pun tidak. Sky gemas dengan Elvira, andai saja mereka hanya berdua, Sky yakin akan menaklukan wanita keras kepala itu, tentu dengan menindihnya.
*
__ADS_1