Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.85# Masih mencari Elvira


__ADS_3

Brukkk...


Mark menghempaskan tubuh Rosa ke lantai hingga menubruk tempat sampah yang terdapat di pinggir.


Mark berjalan menghampiri Rosa dan menarik rambut Rosa hingga Rosa mendongak kesakitan.


"Mark..."


Meringis sambil mencoba melepaskan tangan Mark dari rambutnya. Mark tak perduli dengan rintihan Rosa. Ia tetap menarik rambut Rosa dengan tangannya.


"Katakan padaku, apa benar kau sengaja melakukan ini bukan.?"


"Mark,.." Rintih Rosa kesakitan.


"Katakan padaku, kau sengaja melakukan ini bukan." Teriak Mark menggema di seluruh lorong sempit di sudut club'. Rosa semakin meringis saat Mark mengencangkan tarikan rambutnya.


"Iya.."


Brukkk.


Rosa meringis saat keningnya terkena tempat sampah di sampingnya. Apalagi isi dalam tempat sampah semuanya mengenai wajah Rosa.


Mark berdiri meninggalkan Rosa, nafasnya memburu menahan emosi. Apa yang ia pikirkan ternyata benar jika Rosa memakai parfum yang membuat pria akan lupa saat mencium aromanya. Parfum yang seperti lilin aromaterapi yang memabukkan. Sekilas memang terlihat biasa saja, tapi karna hawa hujan di luar hingga membuat Mark tak bisa mengontrol dirinya.


Sementara Rosa, masih tersungkur di depan tempat sampah. Ia tak percaya jika Mark akan menyalahkannya. Ya ia memang memakai parfum tak sembarang parfum malam itu. Ia pikir ia sudah lama memakainya dan Mark biasa saja. Tapi entah karna hujan dan Mark juga sempat mendekatinya hingga Mark mencium aroma yang ia punya.


"Brengsek.."


Teriaknya sambil beringsut menghindari bau yang menyengat. Rosa benar benar sial, bekerja di sini hanya menjadi budak pria hidung belang. Damian sama sekali memblokir semua jalan untuk Rosa mencari uang. Ingin keluar dari sini pun percuma, Damian pasti akan melemparkan nya lagi kemari.


*


"Brengsek, cari sampai ketemu, aku tak mau tau Elvira harus ketemu brengsek." Teriak Sky di sebrang telpon.

__ADS_1


Prang...


Calvin berjengit kaget saat mendengar suara dari dalam. Sky mengamuk lagi di dalam dan menghancurkan barang miliknya. Ya Sky baru saja menelpon anak buahnya agar mencari Elvira. Tapi sampai malam mereka sama sekali tak menemukan keberadaan Elvira. Sky sendiri bingung, siapa yang membawa Elvira hingga ia tak bisa menembusnya.


"Brengsek..."


Brakkk...


Sky mengusap wajahnya kasar, nafasnya memburu menahan emosi yang memuncak. Bagaimana mungkin ia tak bisa menemukan keberadaan Elvira. Kemana Elvira pergi dan siapa yang membawa Elvira pergi.


"Aku akan menemukanmu El, jangan gila Elvira. Kembalilah aku akan menikahimu El, aku tak perduli milik siapa dia."


Sky bersandar di atas kursi miliknya. Ia sudah mencari Elvira di semua penerbangan hari ini. Tapi Elvira sama sekali tak ada dalam catatan penumpang pesawat terbang.


"Tuan,.."


Sky membuka matanya saat mendengar suara Calvin yang memanggilnya.


"Kau menemukan Elvira," Tanya Sky pada Calvin.


"Tuan besar menelpon.,"


Sky mengeraskan rahangnya mendengar jawaban Calvin padanya. Lagi lagi si tua Haidher menelponnya. Sky tai untuk apa pria tua itu menelponnya.


"Bilang padanya aku tak mau di ganggu Calvin." Teriak Sky pada Calvin. Calvin mengangguk mengiyakan ucapan Sky. Ia keluar lagi, dan mengangkat ponsel miliknya.


"Tuan.."


Tut..Tut..


Calvin menghela nafas panjang, ia menggelengkan kepalanya. Ia tak tau harus bagaimana ayah dan anak itu membuat dirinya serba salah.


Sky sendiri menatap ponsel di tangannya, mengusap wajah cantik Elvira yang tersenyum lebar. Sky mencuri foto Elvira saat Elvira tersenyum waktu itu. Tak hanya itu foto saat Elvira tertidur saat di kapanpun tak luput dari Sky.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan Elvira, kembalilah El."


Sky menundukkan wajahnya di meja kerjanya. Ia tak habis pikir bagaimana bisa Elvira pergi meninggalkan mereka semua. Damian sendiri tak tau keberadaan Elvira. Sky tau jika Damian juga mencari keberadaan Elvira.


Sky bangkit dan berdiri, ia tak mungkin membiarkan Elvira di luar begitu saja. Apalagi Elvira sedang hamil, ini tak baik untuk Elvira.


Calvin berjalan mengikuti langkah tuannya. Masuk ke dalam mobilnya dan pergi mencari keberadaan Elvira di penjuru kota. Sky bahkan tak tanggung-tanggung, ia sendiri mencari Elvira di setiap tempat yang Elvira datangi. Mengusap wajahnya kasar jika tak ada tanda-tanda Elvira ada.


"Aku akan membunuhmu, brengsek."


Umpat Sky, Sky tau ada seseorang yang sengaja menyembunyikan Elvira. Dan itu pasti bukan sembarang orang, ia tak bisa menembusnya.


" Apa kau sudah mencari di pelabuhan, Calvin."


"Sudah tuan, tak ada tanda-tanda nona Elvira menjadi penumpang kapal."


Sky menghela nafasnya, ia sungguh di buat geram dengan orang itu. Bagaimana bisa ia tak.bisa menemukan Elvira.


"Bagaimana dengan cctv,"


Tanyanya lirih. Calvin menghela nafasnya perlahan, tuannya bahkan sudah berulangkali menanyakan cctv.


"Sama tuan.."


*


Tak hanya Mark dan Sky yang mengamuk. Damian juga sama, dia bahkan sudah membuat anak buahnya babak belur, karna tak bisa menemukan keberadaan Elvira.


"Aku sudah mengatakan pada kalian jangan kembali sebelum membawa putriku brengsek."


Teriakan Damian menggema di seluruh mension mewahnya. Semua anak buah, dan bodyguard yang bisanya mengawasi Elvira menundukkan wajahnya. Tak ada yang berani mengangkat wajahnya. Wajah mereka semua sudah babak belur, bahkan ada yang sampai mengeluarkan darah segar dari hidungnya.


Raline yang mendengar suaminya yang mengamuk di ruang kerja hanya mendesah lirih.

__ADS_1


"Maafkan aku,"


__ADS_2