Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.64 # Surat cerai


__ADS_3

Mark mengusap wajah nya kasar, Damian benar benar melakukannya. Baru saja pengacara keluarga Damian datang menemuinya dan memberikan surat perceraian nya dengan Elvira. Mark menggelengkan kepalanya, ia harus bertemu Elvira dan meminta maaf padanya.


"Kau tak bisa melakukan ini padaku El."


Mark menelpon ponsel Elvira berkali-kali, tapi Elvira tak mengangkat ponsel miliknya. Jelas saja Elvira tak mengangkat ponsel, karna ponsel Elvira ada bersama Damian. Damian sengaja mengambil ponsel Elvira di tas milik Elvira dan menyembunyikannya. Damian tau jika Mark pasti akan menghubungi Elvira. Damian tak akan membiarkan Mark menghubungi Elvira lagi apalagi menemui Elvira.


"El angkat ponselnya."


Gumam Mark berjalan bolak-balik gelisah, ia menatap ponsel di tangannya saat nomor Elvira sudah tak aktif lagi.


Prakk....


Mark melemparkan ponselnya sendiri pada dinding. Duduk di sofa dan mengusap wajahnya kasar.


"Apa kau memang benar benar ingin bercerai dariku El."


Tak lama Mark berdiri dan pergi meninggalkan perusahaan miliknya. Tak perduli jika penjaga mension mengusirnya bahkan membunuhnya sekalipun, ia harus bertemu Elvira dan menanyakan pada Elvira. Kenapa Elvira dengan mudahnya menandatangani surat perceraiannya.


*


Elvira memejamkan matanya saat tak mendapati ponsel miliknya di tasnya. Ia yakin jika ini adalah ulah daddynya.


"Antarkan aku pulang tuan Sky, aku lelah dan ingin istirahat."


"Kita tak akan pergi dari sini, kita akan menginap di sini sayang." Jawab Sky menatap wajah Elvira.


Elvira membuka matanya menatap wajah Sky tajam. "Jangan macam-macam padaku brengsek." Teriak Elvira, bagaimana mungkin pria ini seenaknya saja mengatakan akan menginap di sini. Mengajaknya pergi dengan alasan mengajarinya, tapi ternyata dia membawa nya kemari tanpa persetujuannya. Apalagi sekarang ia tak membawa ponsel, mungkin Damian sengaja melakukan ini.


"Kau semakin cantik sayang."


Gigi Elvira semakin gemerutuk mendengarnya, ingin sekali ia melayangkan tangannya pada wajah menyebalkan di depannya ini.

__ADS_1


"Ya ya baiklah aku akan mengantarmu pulang."


Sky menggandeng tangan Elvira meski Elvira menolaknya, Sky tetap menautkan jemari tangannya.


"Lepaskan tanganku brengsek."


"Ini hanya tangan sayang, kau bahkan tak melepaskan penyatuan kita dulu, kau baru melepaskan_"


"Diam.." Teriak Elvira di depan wajah Sky, ia tak menyangka pria di depannya ini sangat tidak tau malu. Bagaimana bisa dengan mudahnya mengatakan hal yang gila dan memalukan.


Sky mendekatkan wajahnya pada Elvira, tak perduli dengan Elvira yang berteriak padanya. Apalagi melihat mata Elvira yang melotot padanya.


"Kau apa yang kau lakukan, menjauh dariku." Elvira gugup setengah mati, melihat mata tajam Sky yang mengarah padanya.


Set...


"Kau.."


"Kau, apa maksudmu," Sky terkekeh melihat wajah Elvira yang gugup, bahkan keringat dingin membasahi kening Elvira. "Kau akan tau nanti." Bisiknya lagi. Elvira melepaskan tangan Sky dan berjalan menjauhi Sky. Jangan sampai ia gila jika bersama dengan pria sialan itu. Mana mungkin Elvira akan bertindak gila lagi.


"Pria gila."


Sky tersenyum lebar, ia melangkah lebar mengejar langkah Elvira yang lebih dulu meninggalkannya.


*


Sedangkan Mark di depan pintu pagar mension Damian sedang bersitegang dengan penjaga yang tak membukakan pintu pagar untuk nya.


Mark keluar dari mobilnya dan menatap tajam pada penjaga gerbang.


"Buka gerbangnya,"

__ADS_1


"Maaf tuan anda tak di ijinkan masuk ke dalam, maafkan kami sekali lagi."


Penjaga menundukkan kepalanya, mereka berdua tak tau kenapa tuan Damian melarang menantunya masuk ke dalam.


Mark mendesah frustasi melihat kedua penjaga gerbang sama sekali tak mau membuka pintu gerbang nya.


Ia berbalik dan matanya menyipit terkena lampu mobil di belakangnya. Mark menatap mobil mewah berwarna hitam berhenti di depannya. Sejak kapan Damian mempunyai mobil mewah berwarna hitam. Setau Mark mobil Damian tak ada yang berwarna hitam.


Wajah Elvira sedikit tegang saat melihat Mark berdiri di depan pintu gerbang. Apa Mark tak di ijinkan oleh daddynya masuk ke dalam. Elvira menoleh ke arah Sky, menatap nya memohon pada pria di sampingnya.


"Pergilah, terima kasih sudah mengantarku, aku tak mau Mark melihatmu."


Ucap Elvira kemudian membuka pintu mobil. Bukan Elvira takut jika kegilaan nya terbongkar di depan Mark. Tapi Elvira takut Mark semakin membencinya, biar bagaimanapun juga Mark adalah suaminya. Dan ia tak ingin Mark salah paham padanya.


Mark tersenyum saat melihat Elvira turun dari mobil. Ia berjalan mendekati Elvira, tapi senyum Mark hilang saat melihat pria yang ia kenali keluar dari dalam mobil.


"Luis.."


Wajah Mark mengeras melihat pria yang akan menjadi rekan bisnisnya ada bersama Elvira dalam satu mobil. Mark menatap mobil mewah di depannya ini. Tangan nya terkepal erat saat menyadari jika mobil ini mobil yang sama seperti siang tadi saat melihat Elvira bersamanya. Itu artinya itu bukan kebetulan dan mereka baru kembali saat hari menjelang malam.


"Katakan padaku sejak kapan kau mengenalnya El." Elvira yang tak tau jika Sky keluar dari dalam mobil menoleh ke belakang. Matanya terpejam saat melihat Sky yang berdiri di depan pintu mobilnya.


"Elvira, apa kau mendengar ku, katakan padaku sejak kapan kalian saling mengenal dan pergi berdua di belakang ku."


"Mark.."


"Elvira.." Teriak Mark.


Bug...


.

__ADS_1


__ADS_2