
Elvira menatap wajah suaminya datar, sakit sekali saat mengingat jika suami nya bercinta dengan wanita lain. Apalagi dia adalah sahabat nya, ia yakin jika wanita yang bersama dengan Mark adalah Rosalinda sahabatnya. Siapa lagi jika bukan dia, hanya dia wanita yang sering bersama suaminya.
Apalagi ia tau jika suami nya saat ini sedang banyak pekerjaan di perusahaan.
"Apa kau sibuk sekali, hingga kau melupakan hari pernikahan kita Mark."
Elvira menatap tajam pada Mark, pria yang sudah lebih tujuh tahun di kenalnya. Berpacaran tiga tahun dan memutuskan menikah.
"Maaf sayang,"
Mark merasa bersalah pada istrinya, ia meminta maaf berkali kali pada istrinya yang ia kecewa kan. Elvira sendiri yang melihat mata memelas Mark mendesah kasar. Ia memang sangat mencintai Mark suami nya. Ia tak bisa melihat Mark memohon padanya.
Mengingat jika ia juga melakukan hal yang sama, Elvira mendengus dan mengumpat Mark. Semoga saja ia tak pernah bertemu dengan pria itu lagi. Ia juga sudah membayar nya, dan ia juga sudah membalas Mark.
Elvira menatap mata Mark, ia lalu tersenyum dan mengangguk.
"Pergilah mandi sayang, kau pasti lelah."
Titah Elvira pada suaminya. Dan Mark sendiri yang melihat istrinya memaafkannya tersenyum ia langsung melebarkan bibirnya. Dan hendak mencium bibir Elvira tapi tangan Elvira menahan bibir nya.
"Mandilah terlebih dahulu Mark."
Mark sendiri tersenyum, ia lalu berbalik pergi ke kamar mandi. Ia sama sekali tak marah pada istrinya saat menolaknya tadi. Ia juga lupa jika bibirnya baru saja mencium bibir wanita lain dan itu sekertaris nya. Mana mungkin ia juga membiarkan Elvira mencium bibir nya yang beberapa jam yang lalu baru saja mencium bibir wanita lainnya.
Sedangkan Elvira menatap punggung Mark yang masuk ke dalam kamar mandi. Menghembuskan nafasnya perlahan saat mengingat percintaan panas nya dengan pria bayaran nya beberapa jam yang lalu.
"Huh,... Semoga saja aku tak bertemu lagi dengan nya."
Dengus Elvira, ia juga mengumpat pria yang ia bayar. Mengatakan jika dirinya adalah wanita penggoda dan murahan. Mana mungkin ia akan bertindak demikian jika Mark tak lebih dulu menyelingkuhi nya.
Apalagi saat mengingat bagaimana ia bergerak naik turun di atas tubuh polos pria bayaran nya membuat nya mengumpat berkali kali.
"Pria brengsek itu memang memancingku, mengatakan aku wanita penggoda. Kau liat bagaimana aku menggoda mu, Sialan..."
*
Pagi harinya Elvira menyingkirkan tangan Mark yang memeluknya erat.
"Sayang sebentar lagi.."
__ADS_1
Elvira memutar bola matanya jengah, ia mencubit tangan Mark yang melingkar di perutnya yang datar.
"Aw sayang kenapa kau mencubitnya."
Mark membuka matanya dan mendengus saat tangan nya di cubit oleh istrinya.
"Ini sudah siang Mark, kau juga harus ke kantor dan aku ada pemotretan pagi ini."
Elvira menatap tajam pada suaminya yang tak membiarkan dia turun dari ranjang. Sedangkan Mark sendiri mendengus, ia kemudian menggoda Elvira dengan mengendus leher jenjang istrinya.
"Semalam kita tak bercinta sayang, jadi pagi ini kita harus melakukan nya."
Tanpa pikir panjang Mark langsung menindih tubuh Elvira dan ******* bibir nya. Elvira sendiri yang mendapatkan serangan mendadak tentu saja tak bisa menghindar. Ia juga membalas lidah Mark, mereka berdua sama sama membelit kan lidahnya. Puas dengan bibir Elvira bibir Mark turun ke bawah menyesap leher jenjang Elvira. Memberi tanda merah di sana, dan itu membuat Elvira melenguh panjang.
Tring.....Tring.....
"****..."
Mark mengumpat mendengar bunyi jam weker yang berbunyi sangat keras. Sedangkan Elvira tersenyum penuh kemenangan. Ia mendorong tubuh suaminya ke samping dan bangkit menuju ke kamar mandi.
Melihat Elvira yang pergi kemar mandi, Mark mendengus. Menatap jam weker yang berbunyi sangat keras hingga telinga nya sakit mendengar nya.
Tak lama kemudian ia membanting tubuhnya kembali memejamkan matanya lagi.
Usai membersihkan dirinya, Elvira keluar dari kamar mandi dan melototkan matanya melihat suaminya tidur kembali.
"Mark, Mark bangun cepat kau harus mengantar ku hari ini. Ingat hari ini kau ada janji."
Mark membuka matanya lebar-lebar saat mengingat sesuatu. Ia bangun dan menyambar bibir Elvira lalu pergi ke kamar mandi. Mark lupa jika hari ini ia ada janji dengan investor asing, di agensi milik nya. Ya selain pengusaha sukses dan terbesar di kota Berlin Mark juga mengembangkan bisnisnya dengan berbagai macam perusahaan. Dan salah satunya adalah agensi yang menaungi istrinya saat ini.
Elvira mendengus saat melihat suaminya yang berlari terburu buru ke arah kamar mandi.
Ia berjalan ke walk in kloset, dimana koleksi baju sepatu tas dan perhiasan lainnya.
Setengah jam kemudian, Mark mendekat pada istrinya. Mencium tengkuk leher istrinya yang putih mulus. Ia tersenyum lebar saat melihat maha karya nya di leher Elvira. Sangat kontras dengan warna kulit nya yang putih dan mulus.
" Kenapa kau cantik sekali malam ini sayang. Aku seperti tak rela membiarkan kau pergi dari rumah."
Elvira melirik suaminya, ia menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya. Jika tak cantik mana mungkin ia menjadi model.
__ADS_1
"Ayo... Jangan cemberut aku akan memberikan yang spesial untuk mu nanti malam."
Bisik Elvira di telinga Mark. dan Mark sendiri menatap berbinar pada istrinya.
"Benarkah.."
Elvira mengangguk dan menggandeng tangan suaminya, keluar dari kamar milik mereka berdua. Dan pergi ke perusahaan agensi milik nya bernaung yang di kembangkan oleh Mark suaminya.
*
" Tuan saya menemukan ponsel ini semalam, mungkin milik wanita itu."
Sky mengambil ponsel yang berada di tangan Calvin yang pecah.
"Perbaiki ini, secepat nya." Titah nya pada Calvin
" Baik tuan..."
Calvin mengangguk dan membawa pergi ponsel yang ia temukan di sudut kamar hotel tempat semalam tuannya bercinta. Di lihat dari ponsel yang ada di tangan nya, ia yakin jika wanita itu adalah wanita kaya raya.
"Pantas wanita itu membayar tuan Sky."
Bergumam sendiri dan pergi ke tempat servis ponsel.
Sky sendiri yang masih berada di apartemen yang baru saja di beli oleh nya, termenung. Mengingat percintaan panas nya dengan wanita cantik yang membayar nya semalam.
Entah kenapa saat mengingat bagaimana miliknya menyatu dengan milk wanita cantik itu miliknya sendiri langsung bereaksi. Padahal jelas saja dia bukan wanita perawan yang sering ia masuki.
"****..."
Sky mengumpat, ia tak bisa menghilangkan desah dan gerakan wanita polos yang bergerak liar di atas tubuhnya.
"Wanita penggoda, aku akan menemukanmu lagi nona,"
Sky tersenyum miring, ia yakin bisa menemukan wanita cantik dan liar itu. Tubuhnya sangat membuatnya candu ingin menyatu kembali dengan nya.
.
Ingat harus beri VOTE dan hadiah 😁
__ADS_1
like dan komen harus wajib