
Mark masih tak putus asa menghubungi Elvira. Tangannya tak berhenti menekan tombol nomor Elvira.
"Apa kau mengganti nomormu lagi El." Lirihnya menatap nanar pada ponsel di tangannya.
Datang ke Mension Damian tak mungkin lagi. Mencari keberadaan Elvira di setiap studio miliknya juga sudah Mark cari dan Elvira tak ada di sana. Tapi tak lama kemudian Mark menerima telpon jika Elvira sudah mengundurkan dirinya. Mark tau apa alasannya Elvira tak lagi menjadi model saat ini.
"Kamu kemana sayang,?" Mark menundukkan kepalanya. "Sonia.." Mark mengumpat dirinya yang bodoh. Bagaimana ia bisa lupa pada sahabat Elvira. Ia bisa menghubungi semua teman teman Elvira, kenapa ia tak kepikiran sampai ke sana.
*
Sonia melirik ke arah ponselnya sendiri, Mark menelponnya. Ia yakin jika Mark mencari Elvira saat ini. Sonia bingung apa ia akan memberitahukan pada Mark jika Elvira sedang bersama dengannya saat ini.
"Sonia apa kamu gak dengar ada yang menelponmu." Lara menatap Sonia yang bingung dan hanya menatap ponselnya.
"Mantan nelpon," Menjawab asal.
Tak lama kemudian Sonia mengirim pesan pada Mark. Ia tak mungkin mengangkat ponselnya takut jika Elvira marah padanya dan tak ingin bertemu dengan Mark.
Elvira tak tau jika Mark yang menelpon Sonia, ia menghabiskan makanan yang ia pesan tadi. Tak ingin di buat pusing dengan masalah rumah tangganya. Elvira bukan wanita yang akan menangis dan berlarut larut telah kehilangan sesuatu dalam hidupnya. Biarkan semuanya mengalir seperti air yang mengalir. Benar kata ibunya jika ia tak boleh stres, ia harus bahagia meski kecewa dan sakit tak bisa hilang begitu saja.
"Aku pasti akan membalas mu suatu hari nanti Rosa."
*
Mark tersenyum lebar mendapatkan pesan SMS dari Sonia. Ia melajukan mobilnya menuju kafe di mana Elvira berada. Mark tak akan membiarkan Sky merebut Elvira dari tangannya. Kecewa dengan apa yang Elvira lakukan untuk membalasnya. Berulang kali Mark menyakinkan dirinya sendiri jika Elvira hanya miliknya.
Sampai di kafe Mark melangkah lebar masuk kedalam dan mencari keberadaan Elvira. Bibirnya tersenyum melihat punggung istrinya yang membelakanginya. Sonia dan kedua sahabatnya itu saling lirik satu sama lain saat melihat Mark berdiri di belakang Elvira.
"El aku duluan pacar aku sudah jemput,"
__ADS_1
"Sorry El, nyokap gue nyuruh gue pulang."
Elvira menatap kedua sahabatnya yang tiba-tiba berdiri meninggalkannya. Ia berbalik dan mendapati Mark berdiri di belakangnya.
Elvira mendesah lirih dan menatap wajah Sonia, ia tau jika ini pasti karna Sonia.
"Maaf El,"
Sonia juga meninggalkan Elvira dan Mark berdua. Ia rasa mereka memang perlu bicara berdua. Bukan maksud Sonia menghianati Elvira, tapi Sonia pikir ini adalah benar.
"El.."
Mark memanggil nama istrinya dan mendudukkan dirinya di kursi.
"Ada apa, apa ada yang ingin kau sampaikan Mark, kita sudah bercerai." Menatap wajah Mark yang terlihat menyedihkan. "Maafkan aku yang berbuat kasar padamu El, aku tak pernah menganggap mu wanita murahan. Aku hanya terbawa emosi, maaf." Jawab Mark penuh sesal menatap Elvira.
"Tidak.."
Jawab Mark mantap dan tanpa mengalihkan pandangannya pada Elvira.
"Lalu kenapa kau bisa lupa dengan ulang tahun pernikahan kita Mark. Kau bahkan bercinta di malam ulang tahun pernikahan kita. Apa kau sering bercinta dengan Rosa."
"Apa kau pikir aku seperti itu Elvira.?" Teriak Mark emosi. Dadanya naik turun menahan emosi, mengingat bagaimana Elvira juga membalasnya bercinta dengan pria lain di luar sana.
Elvira tersenyum tipis mendengar teriakkan Mark padanya.
"Apa maksudmu sudah menandatangani surat cerai El. Aku tak akan pernah menceraikan mu Elvira. Kita sama sama bersalah Elvira. Lalu kenapa kau dengan mudahnya menandatangani surat cerainya El."
Desis Mark menatap tajam wajah cantik Elvira. Rupanya Mark masih di kuasai oleh emosinya saat bertemu dengan Elvira.
__ADS_1
Sedangkan Elvira masih diam, ia menatap wajah Mark yang menatapnya tajam.
"Katakan padaku El, sejak kapan kau mengenal Ausky Luis. Dan sejak kapan juga kau dan dia saling dekat seperti ini. Apa kalian sudah sering bertemu dan pergi bersama di belakangku Elvira. Satu lagi kalian berdua bahkan menjadi partner saat pemotretan di studioku sendiri. Apa maksudmu Elvira katakan padaku.?" Lanjutnya lagi.
Elvira tersenyum kecut mendengar pertanyaan Mark, dan tatapan tajam dari Mark. Hatinya sakit saat Mark justru menyalahkannya terus menerus.
"Kau yang memberikan peluang itu Mark."
"Elvira.."
Teriak Mark lepas, ia tak sadar sedang berada di mana. Meski ruangan VIP, tapi masih bisa terlihat dari luar, karna dinding sekat adalah kaca.
"Bukankah aku benar Mark, kau yang mengabaikan aku. Kau sibuk dengan Rosa, sekertaris mu yang baru meninggal ibunya itu bukan. Kau lupa jika kau juga meninggalkan aku di penginapan seorang diri demi Rosa. Bagaimana jika aku yang bertanya padamu Mark. Sejak kapan kau dan Rosa menghianati ku.?"
Elvira tak ingin kalah dengan Mark. Menatap tajam pada wajah Mark yang menyedihkan. Seketika Elvira tersenyum masam melihat kebungkaman Mark padanya.
"Mark Harrold, Elvira Jennifer bukan wanita yang akan mengalah dan diam lalu menangis meratapi apa yang hilang. Aku tak akan pernah melakukan itu Mark." Jawab Elvira menatap tak kalah tajam pada Mark.
"Dan kau sudah membalas perbuatan ku Elvira. Katakan padaku, apa kau mengenal Ausky Luis sudah lama. Apa saat aku kembali ke penginapan kau pergi bersama dengan Luis, Elvira. Katakan padaku El."
Masih tak ada yang berkata lembut, dua orang yang saling mencintai ini sama sama keras kepala. Baik Mark dan Elvira, tak ada yang bersikap lembut dalam menyikapi permasalahan yang ada. Emosi dan ego masing masing yang sudah menguasai mereka berdua. Hingga mereka tak sadar jika keduanya justru akan semakin menjauh dan saling menyalahkan terus menerus.
"Ya Sky yang membawaku.."
Jawab Elvira tanpa di tutup tutupi, memang Sky yang membawanya, dan Elvira tak bisa berbohong.
Mark memejamkan matanya mendengar jawaban Elvira padanya. Pikirannya melayang jauh jika ternyata istrinya dan Sky sudah lama saling mengenal. Tak mungkin jika mereka baru mengenal satu sama lainnya akan pergi bersama di pagi buta. Itu artinya mereka sering pergi bersama tanpa sepengetahuan dirinya.
.
__ADS_1