
Mark terhuyung ke belakang saat mendapatkan pukulan tangan sky di wajahnya. Sementara Elvira shock dan menoleh ke arah Sky, menggelengkan kepalanya jika apa yang Sky lakukan adalah salah.
"Apa yang kau lakukan," Desis Elvira menatap tajam pada Sky. Sky tak menghiraukan tatapan tajam Elvira padanya.
Sedangkan Mark sendiri berdecih melihat pria brengsek yang berani memukulnya.
Cih...
Mengusap bibirnya yang perih dan mungkin saja pecah dan berdarah. Menatap tak kalah tajam pada Sky yang berdiri di samping Elvira. Beraninya Ausky Luis memukulnya, dan bagaimana bisa Elvira mengenal Luis. Mark menoleh pada Elvira yang tak berani menatapnya.
"Apa ini El, kau berselingkuh di belakang ku, tapi kau melemparkan kesalahan mu padaku. Apa maksudmu Elvira.?" Ucap Mark geram melihat wajah Elvira yang menunduk. "Sejak kapan kau kenal dengannya El. Apa kalian sering bertemu di belakang ku seperti ini El.?"
Elvira menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Mark padanya. Sedangkan Sky masih berdiri kokoh tak jauh dari Elvira.
"Ausky Luis kau sengaja mendekati istriku dan ingin merebut Elvira dariku." Teriak Mark pada Sky, ia tak menyangka jika Elvira berani menghianatinya. Apalagi pergi bersama dengan pria lain tanpa seizinnya. Dan itu membuat Mark merasa tak di hargai oleh Elvira.
"Ya kau benar, aku akan merebut Elvira darimu."
"Brengsek..."
Bug.. Bug...
Di dalam mobil Calvin hanya menatap dua orang yang sedang beradu kekuatan. Calvin tak mau ikut campur dengan masalah tuannya yang ini, pada dasarnya tuannya yang sudah keterlaluan dan salah. Lagi pula Calvin tak tau tentang cinta, apalagi merebut istri orang benar benar membuatnya jengkel dengan tuannya.
"Apa cinta memang seperti itu.?"
Tubuh Elvira mematung melihat keduanya, tak lama ia berlari dan ia berteriak keras memanggil penjaga mension agar menolongnya. Tentu saja penjaga yang melihat nona mudanya meminta tolong pada mereka segera keluar dan memisahkan menantu dan pria asing yang pernah menjadi tamu tuannya.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan, pergi dari sini."
Elvira menatap tajam keduanya, tak pernah terpikirkan jika mereka berdua akan berkelahi di pinggir jalan.
Sky menghembuskan nafasnya perlahan mendengar perkataan Elvira. Ia lalu berbalik dan masuk ke dalam nya. Mata Mark memerah menahan emosi saat melihat mobil yang membawa Sky pergi begitu saja. Mark menoleh ke arah Elvira menatap memelas pada istrinya agar memaafkannya.
"El.."
Mark menyikut penjaga yang memegang nya, ia menarik tangan Elvira dan menatap wajah Elvira.
"Kau tak bisa melakukan ini padaku El, aku tak ingin bercerai dari mu sayang." Hiba Mark menatap memelas pada Elvira. Elvira menatap wajah Mark yang memelas padanya. Apa daddy nya benar benar mengurus surat perceraian nya dengan Mark.
"Elvira maafkan aku,"
"Lepaskan putriku brengsek."
Mark dan Elvira menoleh ke arah sumber suara. Damian menatap tajam pada Mark yang sudah berani datang ke mension mewahnya. Berjalan mendekati Elvira dan menarik tangan Elvira menjauh dari Mark.
Elvira shock mendengar penuturan Damian. Itu artinya daddynya benar benar mengurus perceraiannya.
"Aku tak akan pernah menceraikan Elvira."
Bug...
"Dad...."
Teriak Elvira melihat Mark tersungkur kembali di aspal. Mendekati Mark tapi Damian menarik tangan nya dan menyeretnya masuk ke dalam pagar. Elvira menoleh pada Mark dan menatap bersalah pada suaminya. Ia tak tega melihat Mark terluka seperti ini. Biar bagaimanapun Elvira masih mencintai Mark suaminya.
__ADS_1
Mark menatap nanar pada Elvira yang menghilang di balik pintu pagar, sedangkan ke-dua penjaga pagar juga meninggalkan Mark.
"Aku tak bisa kehilangan mu El," Lirih nya menatap Elvira yang menjauh. "Ausky Luis, apa yang kau rencanakan, ingin merebut Elvira dariku, Cih... Aku tak akan pernah melepaskan Elvira."
Sedangkan di dalam mobil, Sky melamun mengingat tatapan mata Elvira pada Mark. Tangan nya terkepal erat, Ausky Luis tak akan pernah kalah. Elvira harus menjadi miliknya.
"Casino.."
"Baik tuan.."
Calvin membelokkan mobilnya menuju casino terbesar di kota ini. Sampai di sana Calvin membukakan pintu untuk tuannya. Sedangkan Sky keluar dari dalam mobilnya. Melangkah lebar masuk ke dalam.
Duduk di kursi VIP, menikmati alkohol yang pelayan bawakan untuknya. Bibirnya tersenyum tipis saat mata tajamnya tak sengaja melihat pria paruh baya yang mengaku sebagai teman Haidher.
Sky mengangkat gelas di tangannya saat Devano menoleh ke arahnya. Sedangkan Devano sendiri yang shock melihat Sky ada di sini segera mengusir ke tiga wanita yang duduk bersamanya.
Matanya melirik ke arah Sky, yang tersenyum mengejek padanya. Bibirnya mengumpat putra Haidher yang selalu mengusiknya. Tak bisa mendapatkan apa yang Devano mau dan itu ulah putra Haidher. Ausky Luis lebih licik dari Haidher dan dia tak bisa di tebak.
Devano mengeraskan rahangnya saat melihat Sky berjalan mendekatinya. Nafasnya memburu menahan emosi jika putra Haidher ini nyatanya tak bisa di anggap remeh olehnya.
"Selamat malam tuan Vano," Sky tersenyum smirk melihat wajah Devano yang merah padam. Sky duduk di samping Devano, tanpa persetujuan pria paruh baya di sampingnya.
Nafas Devano memburu menahan emosi melihat putra Haidher seenaknya saja duduk di sampingnya. Tapi tak lama Devano tersenyum mengejek pada Sky.
"Apa tuan datang kemari butuh teman.?"
Sky menoleh pada pria paruh baya di sampingnya, tersenyum tipis mendengar pertanyaan Devano.
__ADS_1
"Tentu saja.."
.