
Sky melototkan matanya melihat gambar dalam ponsel di tangan nya. Tangan nya menscrol ke bawah lagi dan matanya semakin terbuka lebar saat melihat foto wanita itu dengan pria yang bertelanjang dada di ranjang bersama nya dan hanya tertutup selimut. Ia yakin jika wanita itu juga tak memakai pakaian.
Dada Sky bergemuruh hebat melihat semua foto yang terlihat di layar ponsel. Mark pria yang akan menjadi rekan bisnisnya yang bersama wanita liar yang membayarnya. Itu artinya pria itu lebih dulu tidur bersama wanita itu.
"Sialan, ....."
Prakkk....
Sky membanting ponsel itu kembali dadanya bergemuruh hebat menahan emosi yang memuncak. Wanita liar itu ternyata sudah berkali kali tidur dan di masuki oleh Mark.
Sedangkan Calvin sendiri yang masih berdiri kokoh di samping tuannya itu berjengit kaget. Ia menatap nanar pada ponsel yang baru saja ia ambil dari tempat servis HP.
"Kenapa harus di perbaiki jika mau di hancurkan lagi."
Calvin bergumam dalam hati. Ia melirik ke arah tuannya yang sepertinya menahan emosi.
"Brengsek..."
Sky mengumpat wanita liar itu, baru melihat beberapa foto Elvira Sky sudah meradang dan mengamuk. Dan Sky tak melihat foto foto kedua orang tua Elvira. Sky hanya melihat foto Elvira dan Mark yang sedang di atas ranjang.
Sky terduduk di atas sofa, ia mengurut keningnya dan mencoba mengontrol emosi nya serta rasa cemburu nya. Entah kenapa ia marah pada wanita liar itu, padahal jelas jelas ia tau jika wanita itu pasti wanita penggoda yang haus belaian seorang pria.
"Benar benar wanita sialan, dia tak puas dengan milik ku dan mencari lagi pria lain lalu bercinta lagi dengannya. Awas saja jika aku menemukanmu, ku pastikan kau tak bisa berjalan."
Hachihh....
Calvin menatap aneh pada tuannya, yang sedari tadi menggerutu, tak biasa tuannya bersin apalagi demam, apa tuannya mandi air dingin semalam. Tak lama kemudian ponsel nya berdering. Calvin merogoh ponsel di dalam saku celana nya. Ia menatap nomor yang tertera di layar ponsel.
"Tuan, tuan Jordan menelpon, apa saya harus mengangkat nya."
Calvin bertanya pada tuannya, ia menatap tuannya yang masih diam dan tak menjawabnya.
"Tanyakan pada nya.'
__ADS_1
Calvin mengangguk dan menggeser layar ponsel milik nya. Lalu menempelkan ponselnya di telinga nya kirinya. Matanya tak berhenti melirik ke arah tuannya yang terlihat aneh di matanya.
"Ya baik lah tuan, saya akan menyampaikan pada tuan Sky."
Tut.....Tut..
Calvin menutup sambungan telepon nya. Sky sendiri melirik ke arah asisten nya itu. Ia tau apa yang di inginkan Jordan, pria berkepala plontos yang menawarkan putrinya padanya. Rupanya pria itu tak patah semangat untuk merayunya dan itu dengan putri nya tentunya.
"Tuan Jordan memintanya anda bertemu di sebuah Kasino tuan."
Jawab Calvin menunduk, Sky tak menjawab tak lama kemudian Sky pergi meninggalkan Calvin seorang diri. Badannya meriang akibat mandi tengah malam mengunakan air dingin, apalagi ia juga tak puas saat bercinta dengan wanita yang di bawa oleh Calvin. Bagaimana mau puas, Sky sendiri yang menyudahinya tanpa pelepasan sebelumnya.
Sky melemparkan tubuhnya di ranjang miliknya, matanya terpejam merasakan pusing dan demam sekaligus. Berkali kali ia mengumpat wanita liar yang membayarnya hingga berujung pada nya yang sakit akibat membayangkan bagaimana liarnya dia di atas tubuh polos nya waktu itu. Hingga tak terasa Sky tertidur sendiri.
Di ruang tamu, Calvin menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuannya. Dua hari belakangan ini tuannya terlihat aneh dan menyebalkan menurut nya.
*
Damian bertanya pada menantu satu satunya. Tangan nya tak berhenti menyuapkan sendok ke dalam mulut. Sementara Elvira sendiri masih memikirkan bagaimana jika dia bertindak bodoh dengan melakukan hal yang salah.
"Baik Dad, tak ada masalah. Kemarin ada investor asing ingin bekerja sama dengan Mark. Tapi kami belum membuat kesepakatan kerjasama, baru merencanakan kerja sama saja."
Jawab Mark, satu matanya mengedip pada istrinya yang menatapnya.
Damian mengangguk mengerti, tak lama kemudian kembali hening sibuk dengan piring di depannya.
"Andai kau tak melakukan kesalahan Mark. Aku tak mungkin berbuat hal gila dengan membayar seorang pria."
Elvira bergumam dalam hati. Tak lama ia menggelengkan kepalanya mengingat percintaan panas nya bersama dengan pria bayaran nya. Akibat tak ingin kalah dengan Mark dan membalas sakit hatinya ia bercinta sangat liar dari yang biasanya saat bersama dengan Mark.
"Sayang nanti malam aku mau ke pesta ulang tahun temanku di kasino."
Ungkap Elvira pada suaminya. Dan Mark sendiri menatap istrinya yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Aku antar sayang."
"Terserah..."
Damian dan Raline menggeleng kan kepalanya. Mereka berdua sebenarnya sedih melihat rumah tangga putri nya yang belum kunjung mendapatkan seorang anak. Tapi mereka yakin jika suatu hari Elvira akan menjadi seorang ibu.
Raline menatap Damian, mereka berdua tak boleh membebani Elvira dengan pertanyaan yang tak berarti yang justru akan membuat Elvira tertekan nanti nya. Damian dan Raline memang dari dulu membebaskan putrinya satu satunya, mau bergaul dengan siapapun asal masih di batas wajar dan itu terbukti jika Mark lah yang pertama kali mendapatkan selaput dara Elvira. Dan tentu saja Mark sangat bangga dengan Elvira, cinta nya bertambah pada Elvira. Meski mereka sering berdebat tentang seorang anak, tapi Mark dan Elvira saling mencintai.
Tapi tidak, saat malam ulang tahun pernikahan mereka berdua. Mark sudah menghianati Elvira dan membuat Elvira bertindak gila dan bodoh malam itu.
"Huh.. Andai Mark tak melakukan nya aku juga tak akan melakukan nya."
Lagi lagi ia membenci Mark yang telah menodai pernikahan mereka. Ia benar benar membenci Rosa saat ini.
"Mau sampai kapanpun kau tak akan bisa mengalahkan ku Rosa. Aku tak akan pernah membiarkan benalu tumbuh dan menggerogoti ku. Ternyata kau memang sudah menunjukkan wajah asli mu yang sebenarnya."
Gumam Elvira lagi, tangannya terkepal erat mengingat malam ulang tahun pernikahan nya dengan Mark.
Mark menatap wajah istrinya yang sedari tadi tak fokus pada piring di depannya. Dan Elvira sendiri balas menatap Mark. Ia tersenyum tipis saat Mark juga sedang menatap ke arah nya.
"Sayang bagaimana jika kalian menginap di mension daddy malam ini saja, mommy merindukan mu El."
Keluh Raline pada Elvira yang jarang sekali menginap akhir ini.
"Sudah lah dia kan banyak job bulan ini apa kau lupa."
Damian menimpali, ia memang terlalu sayang dengan Elvira. Putri satu satunya yang ada di keluarga Damian.
.
Ayok Mak like komen jangan ketinggalan.
Beri hadiah juga otor ye Mak 😁
__ADS_1