
Sky turun dari atas tubuh Elvira, bibir nya menggerutu tak terima jika Elvira selalu mengancamnya. Sedangkan Elvira tersenyum penuh kemenangan. Ia bangkit dari ranjang dan menoleh ke sana kemari.
"Tuan kau membawaku kemana.?"
Sky tak menjawab, ia membaringkan lagi tubuh nya yang mengantuk. Elvira menoleh ke arah Sky, ia mengeratkan giginya emosi melihat pria itu justru tidur kembali.
"Hey tuan kau membawa ku kemana.?"
Teriak Elvira pada pria bayaran nya, Sky menoleh menatap tajam Elvira yang berteriak keras padanya.
"Kau tidak tau siapa namaku kan El, Ausky Luis, namaku Ausky Luis."
Cih...
"Aku tak perduli dengan mu, dan kau siapa.? Kau pikir aku ingin tau siapa dirimu,.?" Mata tajam Sky melirik ke arah Elvira. Dia benar benar geram mendengar jika Elvira sama sekali tak berniat mengetahui namanya.
"Kau akan repot jika tak tau namaku El, bagaimana jika anak kita lahir dan kau tak tau namaku." Ucap Sky renyah pada Elvira. Dan Elvira yang mendengar penuturan Sky seketika emosi nya memuncak.
"Hey dengar tuan, aku sama sekali tak hamil anakmu, jika aku hamil itu adalah anak Mark, kau dengar itu." Elvira meninggalkan Sky dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia mengguyur tubuh lelahnya di bawah shower yang mengalir, tak perduli dimana dia berada. Lagi pula ia sudah mengunci pintu kamar mandi, tak mungkin pria itu bisa masuk.
"Mark kenapa kau jahat padaku, apa kau senang sudah melihat ku hancur Rosa."
Elvira ingat jika semalam Mark meninggalkan nya lagi demi Rosa. Dan Mark berbohong padanya lalu meninggalkan nya, padahal mereka baru saja bercinta dan ia ingin melupakan semua penghianatan Mark padanya. Tapi apa, lagi lagi Mark membuat nya kecewa dan terluka.
Sedangkan Sky yang di atas ranjang, menatap pintu yang tertutup rapat. Menghembuskan nafasnya perlahan, Elvira pasti sedang memikirkan suaminya saat ini.
Sky mengambil kunci duplikat kamar mandi dan berjalan membuka pintu kamar mandi. Ia menatap Elvira yang berdiri menunduk di bawah shower, dengan pakaian yang masih melekat di tubuh molek nya. Sky melepaskan pakaian milik nya dan berjalan mendekati Elvira dengan tubuhnya yang polos.
__ADS_1
Elvira terkesiap melihat kaki besar dan berbulu di depan matanya. Matanya naik ke atas dan mendapati benda tumpul yang menjulang tinggi di hadapan nya. Elvira kaget dan mendongak menatap wajah pria bayaran nya ini.
"Kau,..."
Gigi Elvira gemerutuk menahan emosi yang memuncak. Bagaimana bisa pria ini masuk ke dalam kamar mandi dan sudah ada bersamanya. Apalagi dia tak memakai selembar kain yang menempel di tubuhnya.
"Kita akan mandi bersama El," Sky mendekat dan melepaskan kain yang menempel di tubuh Elvira. Elvira hanya menatap nya, ia sudah lelah berdebat dengan pria di depannya ini. Matanya menatap wajah tampan Sky yang sangat dekat. Tersenyum tipis mengingat jika pria di depannya ini pernah menghabiskan malam panas dengan nya.
Melihat senyum Elvira Sky mendekatkan wajahnya pada Elvira.
Cup...
Sky menyatukan bibir mereka berdua dan menyesap bergantian bibir Elvira. Tangan nya melepaskan rok mini yang melekat di tubuh Elvira dan membuangnya. Tangan Sky merayap di paha Elvira dan mengelus naik turun. Mendapatkan elusan lembut tangan Sky seketika tubuh Elvira terasa panas. Tangan nya mencengkram pinggang pria bayaran nya.
Sky melepaskan bibirnya dari bibir Elvira dan turun menyesap leher jenjang Elvira. Tapi Sky tak memberi tanda merah di sana, cukup mencium leher Elvira dengan bibirnya. Ia yakin jika ia memberi tanda merah di sana Mark akan bertanya dari mana Elvira mendapatkan nya.
Terdengar suara desisan Elvira di telinga Sky, ia masih bisa mendengar suara merdu yang keluar dari bibir Elvira. Sky memberanikan dirinya mengambil tangan Elvira dan menuntunnya turun ke bawah menyentuh milik nya. "Dia ingin di manja sayang." Bisik Sky di telinga Elvira.
Elvira mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sky padanya. Lagi lagi penghianatan Mark terlintas dipikiran, Mark sudah keterlaluan padanya, meninggalkan nya demi Rosa. Wanita yang ingin menghancurkan rumah tangga nya.
Melihat Elvira diam tangan Sky memegang tangan Elvira menaik turunkan pada milik nya.
Sky menggeram tertahan saat tangan Elvira benar benar membuat milik nya semakin berkedut.
"Kau pria brengsek, menyingkir dari hadapan ku sialan."
Teriak Elvira saat sadar jika ia baru saja bertindak bodoh lagi. Mendorong tubuh tinggi Sky dan mengambil handuk lalu keluar dari kamar mandi. Mencari keberadaan kemeja Sky dan memakainya.
__ADS_1
Sedangkan Sky sendiri mengumpat Elvira yang meninggalkan nya lagi di kamar mandi tanpa pelepasan. Ia mengambil handuk dan menyusul wanita liar itu, ia yakin jika Elvira akan bertindak bodoh lagi saat sedang marah. Dan benar saja, ia melihat Elvira berjalan ke arah pintu.
"Aku bisa gila jika berdekatan dengan nya, kenapa aku harus selalu menuruti nya. Mark sialan kau benar-benar membuatku jadi wanita murahan."
Elvira memakai kemeja Sky dan berjalan menuju pintu.
"Kau mau kemana El,?"
Elvira mengepalkan giginya emosi, saat tangan Sky melingkar di pinggang ramping nya. Ia berbalik dan menatap tajam pada pria brengsek di depannya ini.
"Menyingkir dari hadapan ku," Teriak Elvira pada Sky.
"Ingat siapa kamu El, kau akan membuat dunia heboh dengan penampilan mu yang seperti ini. Keluar dari apartemen pria dengan pakaian seperti ini, ya pergilah aku yakin Damian akan murka padamu."
Ucap Sky tersenyum penuh kemenangan melihat wajah merah padam Elvira. Ia berjalan mendekati lemari dan mengambilnya pakaian milik nya. Melepaskan handuk di hadapan Elvira tanpa ras bersalah sedikitpun.
Sedangkan Elvira yang melihat milik Sky yang sudah menciut wajah nya semakin merah. Emosinya memuncak melihat pria gila di depannya ini.
"Kau pria sialan,"
Teriak Elvira berbalik membelakangi Sky. Sky sendiri terkekeh melihat Elvira yang membelakangi nya.
"Kau sudah merasakannya nona, kau juga sering mengelusnya." Cibir Sky pada Elvira.
"Aku benar benar akan gila jika berdekatan dengan nya. Kenapa aku harus sial bertemu dengan pria sepertinya.
.
__ADS_1