Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.7 # Mimpi Rosa


__ADS_3

Cup....


Mark menyambar bibir Elvira penuh nafsu dan tangannya juga menekan salah satu buah kenyal yang menonjol. Elvira melenguh panjang saat tangan Mark meremas salah satu daging kenyal milik nya.


Ciuman panas yang semakin meningkat membuat Elvira melenguh. Tapi kemudian ia mendorong tubuh tinggi suaminya dan menggigit bibir Mark kecil.


"Ada apa sayang..?"


"Ishh...Hari ini kau tau Mark ada pemotretan untuk ku, jadi jangan macam macam."


Elvira mendelik tajam pada suaminya, dan di balas dendam kekehan kecil dari Mark. Mark sendiri memasangkan lagi jas milik nya, ia tau jika hari ini istrinya ada sesi pemotretan. Itu sebabnya ia melepaskan istrinya begitu saja.


"Ingat sayang nanti malam kau harus membayarnya."


Cup...


kecupan singkat dari Mark di bibir Elvira, lalu kemudian ia pergi meninggalkan istrinya.


"Sayang jangan menjemput, aku akan pulang sendiri nanti."


Teriak Elvira pada Mark, dan Mark sendiri yang berbalik mengangguk mengiyakan.


Elvira menatap punggung lebar suaminya yang menjauh. Ia mendesah kasar mengingat pria yang semalam ia bayar tiba-tiba ada di sini.


"Kenapa pria itu ada di sini dan mau apa dia.?"


Elvira bergumam lirih dan tak lama kemudian ia membongkar berkas Mark di meja.


Ia bernafas lega saat tak mendapati berkas baru di meja suaminya. Itu artinya pria itu bukan rekan bisnis suaminya.

__ADS_1


"Nona, saat nya pemotretan untuk anda."


Elvira mengangguk, ia mengikuti langkah asisten nya itu.


Dia wanita cantik berusia dua puluh sembilan tahun itu adalah model dan aktris. Tapi Elvira sendiri jarang melakukan pemotretan semenjak menikah dengan Mark Harrold. Sebelum nya Elvira sendiri adalah model majalah dewasa saat ia masih lajang. Tapi setelah menikah dengan Mark, pria itu membatasi nya. Tidak boleh menjadi model majalah dewasa lagi. Mark juga sempat tak mengijinkan Elvira memakai pakaian terbuka, tapi Elvira langsung menolaknya. Ia tak mau memakai pakaian yang serba tertutup, dan Mark menyetujuinya. Mark Harrold sangat mencintai istrinya, apapun yang Elvira mau akan Mark berikan. Selama itu batas wajar, dan Mark bisa menyanggupi nya.


Elvira Jennifer adalah putri satu-satunya dari pasangan Raline dan Damian Jack pebisnis properti di kota Berlin. Sudah sejak remaja Elvira menjadi model, dan saat usia nya menginjak dua puluh dua tahun ia menjadi model majalah dewasa. Hingga pertemuan nya dengan Mark satu tahun kemudian, mereka menjadi sepasang kekasih. Dua tahun berpacaran dan akhirnya memutuskan untuk menikah di usia dua puluh lima tahun.


Tak ada yang tau di dalam pernikahan mereka yang sebenarnya masih sangat jauh dari kata romantis. Kadang Mark juga mengeluh sampai sejauh ini belum di berikan keturunan. Dan Elvira juga kadang emosi dengan Mark yang menolak progam bayi tabung.


Ya Mark memang menolak nya, alasannya adalah Mark tak ingin milik istri nya ternoda dan di masuki alat dari dokter.


Padahal jika Mark tau bukan milik dokter tapi milik orang lain lah yang sudah memasuki Elvira.


Satu jam Elvira berpose di depan kamera. Dan itu sangat membuat Elvira lelah. Ia menelpon suaminya dan mengadu padanya.


Sembur Elvira saat sambungan telepon seluler nya di angkat.


"Ya ya, nanti aku akan menggantinya."


Mark terkekeh kecil mendengar suara Elvira yang penuh dengan emosi. Ia yakin saat ini Elvira sedang mengumpat nya. Elvira memang tak menyukai tubuh mulus nya tertutupi. Ia suka berdandan seksi, tak perduli dengan tanggapan orang yang negatif. Sementara hari ini ia harus memakai pakaian panjang dan ribet menurut Elvira. Sangat gerah dan sesak jika memakai baju panjang dan tertutup.


Elvira menutup panggilan telepon nya, ia menatap asisten nya yang berdiri di depan nya dan memberikan ponsel asisten nya kembali.


"Ingat jangan sampai besok aku berpakaian seperti ini lagi, benar benar menyebalkan."


Elvira melangkah ke kamar ruang ganti milik nya. Ia akan pergi ke toko ponsel membeli ponsel baru milik nya yang ia hancurkan semalam. Gara gara Mark yang berselingkuh,ia harus membanting ponsel miliknya.


Sedangkan Mark sendiri mengerutkan keningnya saat mendapati nomor ponsel asisten istrinya. Ia menggelengkan kepalanya membayangkan bagaimana Elvira yang menghancurkan ponsel miliknya saat pemotretan tadi pasti nya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Rosa datang membawa berkas di tangan nya. Mark langsung menyambar berkas di tangan Rosa. Kejadian semalam benar benar membuatnya semakin bodoh dan menyesal sekaligus. Kenapa ia harus bercinta dengan Rosa semalam, apalagi di malam Anniversary pernikahan mereka.


"Pergilah, Rosa."


Seru Mark pada sekertaris nya, ia sangat terganggu dengan sekertaris nya saat ini.


"Tuan, bisakah anda tak memperlakukan saya seperti ini. Saya tak akan bilang pada Elvira, tapi anda jangan seperti ini pada saya. Jika anda membutuhkan saya lagi, saya siap kapan pun anda membutuhkan saya."


Rosa berbalik meninggalkan Mark, pria yang diam diam ia cintai sampai saat ini. Tapi Mark sama sekali tak mencintai nya.


Sedangkan Mark yang mendengar perkataan Rosa mengeraskan rahangnya.


"Sampai kapan pun kau tak akan mendapatkan ku Rosa, aku terlalu mencintai istri ku."


Mark menyesal telah melakukan hal bodoh semalam. Kenapa ia bisa tergoda dengan Rosa, wanita yang sama sekali tak ada dalam pikirannya. Akibat hujan yang mengguyur, dan tangan yang terluka dan di hisap oleh Rosa, tubuh Mark panas dan menegang. Dan tanpa pikir panjang mereka bercinta sekilas. Meski momen itu sangat lah sebentar dan Mark sendiri mengeluarkan cairan nya di luar. Tapi Mark benar benar terganggu dengan Rosa.


Rosa membanting tumpukan kertas di mejanya, sangat sulit mendapatkan cinta Mark untuk nya. Mark sama sekali tak merasa tergoda dengan dirinya semalam. Padahal ia sudah melakukan yang terbaik untuk Mark. Tapi Mark sama sekali tak menoleh padanya. Apalagi saat Mark menyadari jika dia bukan lah wanita perawan. Mark bertambah menghinanya.


"Elvira sialan, dari dulu hanya Elvira, Elvira dan Elvira. Kenapa wanita itu tak mati saja, selalu Elvira yang mereka banggakan. Apa mereka tak melihat diriku, dan kenapa juga aku harus terlahir miskin."


Umpat Rosa, ia terlalu iri dengan sahabatnya. Sudah kaya, cantik, model dan aktris sekaligus membuatnya semakin iri dengan nya.


"Jika kau menjadikan aku yang kedua pun aku sama sekali tak keberatan Mark."


Rosa memang sudah gila, berencana menjadi yang kedua untuk Mark. Padahal jelas jelas Mark tak mencintai nya. Rosa sadar jika semalam Mark hanya memperlakukan dirinya sebagai wanita pemuas nya saja tak lebih. Tapi Rosa sangat berharap Mark memperlakukan dirinya seperti Elvira, walau hanya sedikit.


.


.

__ADS_1


__ADS_2