Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.15 # Akal licik Sky


__ADS_3

Sedangkan Sky yang melihat pria yang bersama dengan wanita liar itu adalah calon rekan bisnisnya tersenyum miring. Mata tajam nya melihat Elvira yang meliuk liukkan tubuhnya bersama dengan teman temannya.


"Aku yang akan mendapatkan mu malam ini nona."


Senyum miring di bibir Sky, melihat betapa seksinya Elvira malam ini. Apalagi saat melihat tubuhnya yang berjoget meliukkan kesana-kemari hingga buah yang menonjol itu bergoyang kesana kemari mengikuti sang pemilik nya.


"Ah sial, wanita itu benar benar racun untuk ku, awas kau nona,"


Sky mengumpat inti tubuhnya berkedut lagi. Tak hanya itu, milik nya semakin berkedut hanya dengan membayangkan bagaimana liarnya wanita itu di atas tubuh nya waktu itu.


Dert...Dert...


Mark merogoh ponsel nya dan dahinya mengkerut saat mendapati siapa yang menelponnya. Ia membiarkan ponselnya begitu saja, matanya beralih menatap istrinya yang berjoget dengan teman temannya.


Mark mendengus lagi saat ponsel nya bergetar lagi dan itu dari nomor yang sama.


"Untuk apa kau menelpon ku Rosa.?"


Jawab Mark pada wanita yang menelponnya.


Sedang Rosa sendiri menggigit bibir bawahnya saat mendengar suara dingin Mark padanya.


"Tuan aku butuh bantuan anda, ibuku sakit lagi."


Mendengar itu tangan Mark terkepal erat, ia menatap wajah cantik Elvira yang tak jauh darinya.


"Bukan urusan ku Rosa, jangan pernah menelepon ku selain urusan pekerjaan Rosa."


klik..


Mark menutup ponsel nya dan masukkan kembali ponselnya di saku celananya. Ia tak perduli dengan Rosa, wanita itu lama lama ngelunjak padanya.


"Hai Mark, kau tak ingin berjoget dengan El.?"


Sahabat Elvira datang menghampiri Mark yang duduk sendiri di kursi nya. Mark menoleh pada sahabat istri nya.

__ADS_1


"Apa El pernah bercerita sedikit tentang keinginan nya padamu Sonia. Dia sama sekali tak pernah menginginkan sesuatu dariku. Aku merasa belakangan ini dia sedikit pendiam dan dingin padaku."


Mark menatap Elvira yang masih berjoget meliukkan tubuhnya kesana-kemari.


"Dengan mu saja dia tak pernah bercerita apalagi dengan ku. Kau tidak usah khawatir, El baik baik saja, jika dia tak pernah meminta sesuatu pada mu, wajar saja bukankah dia bisa mencukupi kebutuhan nya sendiri, apalagi orang tuanya sangat kaya. Kau ini sudah berapa tahun menikah dengan El. Seperti baru kemarin saja kau harus mengeluh padaku."


Sahut Sonia pada Mark, tangannya menuangkan wine kedalam gelas dan menenggak nya.


Sedangkan Mark sendiri masih di liputi oleh rasa bersalah. Pertanyaan nya pada Sonia sebenarnya bukan karna itu, tapi karna Mark ingin mengetahui apakah Elvira mengatakan sesuatu saat malam ulang tahun nya. Malam di mana ia yang tak datang dan mengecewakan nya. Baru kali ini Mark mengecewakan Elvira apalagi di malam ulang tahun pernikahan mereka, dan itu membuat nya tak nyaman . Elvira seperti nya berubah pada nya, berubah dingin dan terkesan acuh. Apa Elvira tau jika ia bercinta dengan Rosa waktu itu. Tapi tidak mungkin, Elvira tak mungkin tau jika ia bercinta bersama Rosa.


"Mark kau mau kemana,?"


Sonia menatap Mark yang berdiri meninggalkan nya.


"Aku akan keluar dulu sebentar, jika El mencari ku bilang padanya aku hanya keluar sebentar."


Sonia mengangguk mengiyakan ucapan Mark, ia menatap punggung lebar Mark suami sahabatnya yang berjalan menjauh.


"Apa ada yang Mark sembunyikan, dia tak biasa nya seperti itu.?"


Sementara Sky yang berdiri tak jauh dari Elvira, tersenyum smirk. Ia menghadang pelayan pria dan berbisik padanya, menyelipkan beberapa lembar uang di saku kemeja nya.


Sky menoleh pada Elvira sebelum berbalik dari tempat nya, ia yakin jika wanita liar itu akan datang padanya.


Prang...


"Ah sial,"


Umpat Elvira saat seorang pelayan tiba tiba terhuyung dan menjatuhkan nampan di tangan nya.


"Maaf nona, maafkan saya,"


Pelayan pria itu menunduk, meminta maaf pada wanita cantik di depannya.


"Apa kau tak melihat jalan hah.?"

__ADS_1


"Aku tak apa apa,"


Ucap Elvira pada temannya, ia tak ingin membuat keributan hanya karna masalah sepele.


"Tapi El,"


"Aku akan membersihkannya."


Bisik Elvira melangkah pergi meninggalkan teman temannya. Ia mengumpat pelayan yang ceroboh, menumpahkan wine pada baju nya mau tidak mau ia harus membersihkan nya.


"Sial, kenapa dia ceroboh sekali."


Elvira memasuki toilet, menyalakan kran dan membersihkan noda pada bajunya.


Clek...


Elvira menoleh dan menautkan kedua alisnya saat melihat pria memakai topi masuk ke dalam toilet wanita.


"Hey tuan, apa kau buta, ini kamar khusus untuk wanita dan untuk pria ada di sebelah sana. Anda tak sopan masuk kemari tuan,?"


Elvira mendengus melihat pria masuk ke dalam toilet wanita. Ia menunduk lagi dan membersihkan bajunya yang terkena wine.


Sky membuka topi yang di pakai nya dan berdiri di belakang Elvira. Elvira yang belum sadar jika Sky berdiri di belakang nya, membasuh wajahnya dengan air.


"Ah sial,"


Umpat Elvira pada dirinya sendiri, entah kenapa ia tak bisa menghilangkan bayang bayang dirinya yang gila saat bergerak di atas tubuh polos seorang pria selain Mark.


"Oh ya ampun, kenapa aku justru melihat nya dimana mana, benar benar sial, dia seperti hantu yang berkeliaran di mana mana."


Umpat nya pada pria yang berdiri di belakang nya. Elvira Taka tau jika yang di lihat nya bukanlah hantu, melainkan orang yang membuatnya sial dan gila.


"Sudah mengumpat ku nona."


"Hah..."

__ADS_1


.


__ADS_2